Restoran Bernama Kenyamanan

Hani Taqiyya
Karya Hani Taqiyya Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 15 Juli 2016
Monologue

Monologue


Short stories.

Kategori Cerita Pendek

7.3 K Hak Cipta Terlindungi
Restoran Bernama Kenyamanan

Restoran itu bernama "Kenyamanan"

Interiornya tidak istimewa. Nuansa merah dan hitam mendominasi. Yang aneh, ada sebuah tembok kosong bertuliskan 'Pengampunan'. Di tembok itu ada gambar siluet manusia dan pipa berbentuk bulat panjang terpasang sejajar dengan telinga. Seperti sebuah jalur. Kemudian di bawah pipa itu bermuara, ada sebuah tempat sampah. Hanya ada dua barisan meja berbentuk vertikal. Seperti sebuah lorong kereta. Aku berada ditengahnya dan meja-meja di kanan dan kiriku.

Di meja pertama ada seorang laki-laki berbaju hitam. Sambil menyesap sesuatu dari mangkoknya, ia memandangku dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Aku memalingkan muka, dan melempar ke arah lain. Tapi pengunjung di seberangku juga memandangku dengan cara yang sama. Ada apa dengan orang-orang di sini? Mereka semua membuatku risih!

Terlambat.

Pramusaji sudah menyapaku, mengarahkan kemana aku harus duduk. Aku mulai merasa tidak nyaman sekarang. Dia menyodorkan menu. Tapi mataku berputar-putar. Melihat sekelilingku. Sekelilingku yang melihatku. Mata-mata yang juga berputar-putar seperti mataku. Dia menegurku sekali lagi untuk segera memesan sesuatu. Sial. Dia membuatku gugup. Aku menyebutkan nama pertama yang aku lihat. Entah itu appetizer, main course, atau dessert aku tidak yakin.

Orang-orang di sana terlihat begitu menikmati makanannya!

Bibir mereka mendecap-decap nikmat. Senyum mereka merekah semerah darah. Mereka menghabiskan makanan hingga ketulang-tulangnya. Tapi lihatlah, mata mereka terus berputar. Ke kanan dan ke kiri. Ke seluruh penjuru ruangan. Sambil memotong daging di hadapan mereka. Sambil menyesap minuman. Sambil menggigit suapan terakhir. Sambil menjilat sisa makanan di bibir. Memandang satu sama lain. Memandang orang-orang disamping kanan, kirinya. Di sebrangnya. Memandangku. Memandangku!

Restoran ini bernama "Kenyamanan",

tapi aku merasa ingin cepat pulang.

 

  • view 285