Berfikir Soal Rokok

Pipit Hafshah
Karya Pipit Hafshah Kategori Lainnya
dipublikasikan 27 Agustus 2016
Berfikir Soal Rokok

BERPIKIR LEVEL 0 (nol) ALA PEROKOK FUNDAMENTALIS

Para perokok fundamentalis akan mencari dalih apapun untuk mempertahankan tradisi merokoknya. Kalau ada ilmu atau data dari orang Islam, mereka akan bilang, "Para ulama itu masih ikhtilaf soal rokok". Padahal ini tidak bicara fiqih, tetapi bicara ilmiah soal dampak buruk rokok bagi kesehatan. Ketika ada data dari peneliti Indonesia yang non muslim, mereka akan bilang, "Peneliti Indonesia itu masih belum punya tradisi ilmiah yang baik, publikasinya di jurnal internasional terindex scopus belum kelihatan". Tetapi ketika ada data dari WHO, dari tim peneliti yang dipercaya WHO, mereka akan bilang, "WHO itu belum jelas independensinya".

Itu karena mereka berpikir level-0, yang intinya bawa perasaan terus.


Kalau berpikir level-7, kita akan meyakini ayat ini:

"Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal." (Qs. 2:269)

Hikmah adalah ilmu empiris di luar wahyu. Sains itu hikmah. Artinya hikmah itu juga dapat ditemukan oleh orang-orang non muslim. Tinggal dilihat, apakah data yang mereka pakai objektif tidak. Kalau ragu, diulangi bisa koq. Gitu saja repot.

-Fahmi Amhar-

  • view 198