Apa yang keliru?

Pipit Hafshah
Karya Pipit Hafshah Kategori Politik
dipublikasikan 25 Agustus 2016
Apa yang keliru?

Memang benar adanya,

Bahwa negara Islam di madinah tidak ujug ujug tegak. Dan kita harus mengubah pemikiran masyarakat dan mengenyahkn isme-isme dari "barat" itu pun benar.


Lalu apa yang keliru?


Apakah metode dakwah yakni perbaiki diri lalu kluarga dan masyarakat, apa iya metode dakwah rasul berlangsung seperti itu?
Lalu bagaimana kita berdakwah lewat parlemen atau bukan? Apakah itu juga keliru?

Nah itu sebenarnya sudah jelas termaktub dalam sirah Rasul. Harus kita fahami, bahwa Rasul sama sekali tidak pernah ikut dalam sistem quraisy dan mencoba mengubh sistem mereka setelah bergabung terlebih dahulu dengan mereka.


Dan yang selanjutnya

Yang harus kita fahami adalah bahwa Tarbiyah dan Tatsqif itu berbeda. Kita bisa melihat dari Sirah Nabawiyah. Dan kita fahami bahwa rasul melakukn tatsqif bkn tarbiyah. Rasulullah melakukan pembinaan bukan pengajaran. Dan Rasulullah pun melakukan aktivitas politik bukan ta'lim smta.


Perbaikan diri, berdakwah kepada keluarga dan masyarakat harus dilakukan beriringan.

Seirama sejalan.

Bukan menunggu satu persatu terwujud. Misal, setelah diri kita sholeh baru membentuk keluarga sholeh, lalu mengajak keluarga lain untuk sholeh.

Ingat, yang rasul contohkan saat terjadi tastqif saat itu pulalah terjadi dakwah kepada semua segmen kehidupan


Note : Dakwah itu BUKANLAH PROFESI. Namun apapun profesi kita, kita WAJIB BERDAKWAH'.

"Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan amal-amal shaleh dan menyatakan sesungguhnya aku bagian dari orang-orang yang berserah diri." (TQS. Fushilat:33)

  • view 431