Tim ACSTF Tetap Akan Menyosialisasikan Pentingnya KKR Aceh

Pilo Poly
Karya Pilo Poly Kategori Politik
dipublikasikan 10 Mei 2017
Tim ACSTF Tetap Akan Menyosialisasikan Pentingnya KKR Aceh

KPJ, BANDA ACEH — Tim Acehnese Civil Society Task Force (ACSTF) akan turun ke beberapa wilayah untuk menyosialisasikan keberadaan, tugas dan fungsi KKR Aceh kepada masyarakat, khususnya para keluarga korban konflik di Aceh.

Adapun daerah yang telah dikunjungi seperti Kabupaten Pidie, dan akan menyusul Pidie Jaya, Bireun, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah serta Aceh Selatan.

Sekretaris Jendral ACSTF, Hermanto, SH mengatakan, masyarakat menyambut hangat keberadaan lembaga yang merupakan amanah dari MoU Helsinki tersebut. “Hal ini terlihat dari interaksi masyarakat dengan tim ACSTF di Pidie,” jelas dia, Rabu (10/5/2017).

Menurutnya, masyarakat memiliki harapan besar agar KKR Aceh tetap kokoh sehingga dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik demi adanya keadilan bagi korban konflik masa lalu di Aceh.

Ia menambahkan, masyarakat juga ingin implementasi bukan janji. Olehnya Pemerintah Aceh harus mengambil langkah konkrit agar KKR Aceh berjalan utuh. Mengingat, pasca dilantiknya komisioner KKR Aceh pada Oktober tahun lalu sampai saat ini Pemerintah Aceh seperti buang badan atau dalam istilah Aceh disebut “Lagee Miee Toeh Aneuk”, padahal lembaga tersebut merupakan perintah UUPA.

“Seperti tidak adanya kesekretariatan, eksekusi anggaran 5 Miliar yang belum bisa dicairkan serta dampaknya pada gaji 7 orang komisioner KKR Aceh yang membuat para komisioner tersebut berniat untuk mengembalikan SK mereka kepada Gubernur Aceh, Zaini Abdullah,” ujar dia.

Harusnya, lanjut dia, hal seperti itu tidak terjadi mengingat harapan masyarakat akan implementasi KKR sungguh tidak berlebihan. Pasalnya, trauma yang ditinggalkan begitu mendalam hingga perlu adanya pengungkapan kebenaran dan rekonsiliasi sebagai jalan pemulihan luka masa lalu.

“Intinya lembaga KKR Aceh harus menjadi perhatian khusus Pemerintah Aceh, karena lembaga tersebut akan menjadi perantara masyarakat korban konflik serta memiliki tanggungjawab yang besar atas keberlanjutan perdamaian di Aceh. Olehnya saya dan rekan-rekan akan terus melakukan sosialisasi pentingnya keberadaan, tugas dan fungsi KKR di Aceh,” tutup dia. (ra/pp)

  • view 22