Si pencuci otak

ahmad taufik
Karya ahmad taufik Kategori Lainnya
dipublikasikan 22 Oktober 2016
Si pencuci otak

Aku menyebutmu si pencuci otak yang setiap saat mencoba mencuci otakku. Begitu banyak senjata yang kamu punya televisi, smartphone, uang, mobil, jabatan dan semua bentuk kesenangan lainnya. Begitu besar perubahan yang dilakukan si pencuci otak dalam kehidupan ini, sumbangsihnya menghasilkan permasalahan sosial tanpa henti yang menuntun manusia untuk memenuhi gaya hidup bukan kebutuhan hidup.

Si pencuci otak bermain pada satu kutub magnet yang siapapun akan tertarik kedalamnya yaitu kesenangan, kesenangan yang bukan sejati melainkan kamuflase. Aku berada diantara dua medan magnet yang masing - masing menarik diriku, utara-selatan, kiri-kanan, baik-buruk, bahkan pada dua medan magnet akhir kehidupan yaitu surga dan neraka.

Dalam prosesnya aku merekam informasi yang disampaikan oleh si pencuci otak melalui media dan melakukan pilihan setelah melewati filter akal dan ini sudah menjadi standar dalam mengolah informasi dalam kehidupan untuk memilih yang akan diikuti. Kenyataannya media - media Si pencuci otak ini semakin hari semakin canggih, banyak fitur - fitur yang ditawarkan dengan begitu indahnya, didistribusikan dengan sangat cepat dan dibungkus dengan sangat rapih, sampai aku sendiri merasa  tak sanggup untuk memfilternya sehingga banyak yang dilakukan olehku bukan karena kebebasan memilihku melainkan pilihan paksa hasil dikte si pencuci otak .

Tanpa sadar aku pun melalui babak baru hidup sebagai generasi yang dicuci otaknya. Aku merelakan sebagian besar waktuku untuk ikuti si pencuci otak hingga yang memenuhi hatiku hanya kecewa tanpa bahagia. Kini semua ada ditanganmu untuk tetap terlena atau memulai untuk terjaga akan bahayanya si pencuci otak yang ingin menguasaimu bahkan merubah dirimu menjadi robot tanpa nyawa dan tanpa rasa.

Melalui berfikir aku mulai terjaga untuk menjadi manusia seutuhnya, menjalankan fungsi sebagai perwakilan untuk menjaga bumi, tanpa menjadi prototipe robot si pencuci otak. Aku adalah manusia yang tak ingin dicuci otaknya jangan memaksaku untuk menjadi sama, berbeda adalah berkah begitu indah. Maka, pandanglah aku sebagai manusia bukan angan  - angan yang tampak sempurna dan menderita pada akhirnya.

Semoga langkah kecil untuk menentangmu akan menjadi besar bersama Tuhanku.

  • view 203