Peradaban hari ini.

ahmad taufik
Karya ahmad taufik Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 Oktober 2016
Peradaban hari ini.

Kita selembar kertas putih yang sama barunya, tanpa bercak dan tanpa lusuh. Kita adalah manusia yang sama dilahirkan tanpa mengenakan sehelai kainpun, tanpa nama dan tanpa kemampuan apapun kecuali menangis. Dan setelahnya kita diintervensi oleh warna - warna di sekitar kita sampai pada saatnya kita bisa mewarnai diri sendiri. Kehidupan ini adalah perpaduan warna. Namun, putih dan hitam, tidak bisa didefinisikan sebagai warna tertentu karena putih merupakan representasi kehadiran seluruh warna dasar dalam keadaan maksimum dengan proporsi sama besar dan hitam merupakan representasi dari tidak hadirnya semua spektrum cahaya yang ada di alam. Maka, putih adalah kehidupan dan hitam adalah ketiadaan.


Memang dunia ini diciptakan untuk kita sebagai manusia tetapi, manusia diciptakan bukan untuk dunia melainkan untuk akhirat maka, ditangan kitalah pilihan untuk kehidupan akhirat kelak, hitam atau putih. Seperti mengendarai mobil dalam sebuah perjalanan, kita hanya terfokus dan terlalu antusias membangun kenyamanan selama berada dalam mobil, seolah mobil itulah satu - satunya tujuan padahal mobil itu hanya kendaraan yang akan ditinggalkan. Sudah sepatutnya kita saling memberi manfaat untuk membangun sebuah peradaban manusia sesungguhnya yang akan menjadi ladang amal untuk akhirat.


Mengenai peradaban manusia banyak sudut pandang dalam memahaminya sebagai contoh ketika kita diundang dalam suatu jamuan makan, ketika makan ada yang menggunakan sendok dan ada menggunakan langsung dengan tangan, maka persepsi yang terbentuk adalah menggunakan sendok lebih beradab daripada makan menggunakan langsung dengan tangan. Hal ini menunjukkan bahwa selama ini persepsi kita digiring kepada persepsi bahwa adab ketika makan haruslah menggunakan material sendok dan pada keyakinanku menggunakan tangan lebih dianjurkan dan merupakan sunnah Rosul. Kita ketahui bahwa tangan telah ada ketika kita dilahirkan sama halnya akal, hati dan jiwa yang telah sempurna dianugerahkan oleh Tuhan untuk menjadi pembeda antara manusia dengan mahluk Tuhan yang lainnya, kita sama kedudukannya sebagai manusia, lantas kita menggunakan semua yang berbentuk material sebagai pembeda yang bermuara pada masalah sosial tanpa henti, hingga sampailah pada motif materialisme dan teknologi menjadi ukuran kemajuan sebuah peradaban manusia.

Masyarakat yang beradab dan maju sebenarnya adalah masyarakat yang berakhlak, berbudi pekerti, bermoral, berkeadilan, santun, menghormati dan sikap lainnya yang menjadikan manusia bernilai bukan berdasar dari apa yang dimiliki dan seberapa hebat dan bagusnya dalam membuat sesuatu yang pada akhirnya menindas dan membunuh dengan apa yang telah mereka buat.
Kita adalah manusia yang sama tidak sepantasnya kita merasa besar dengan apa yang kita miliki dan sombong dengan apa yang telah kita buat sehingga kita menindas orang lain, memandang sebelah mata kepada orang lain dan menunjukkan apa yang kita miliki kepada orang lain yang belum memilikinya. Kita perlu belajar lagi tentang sejarah penciptaan Adam, sombong adalah sikap iblis yang tak mau sujud kepada Adam meski diperintahkan oleh Tuhan nya.

Janji yang telah diucapkan oleh iblis pasti telah terlaksana dengan jalan mengajak manusia untuk sesat bersamanya, untuk lebih mencintai dunia, untuk meracuni akal sehat kita dengan materialisme, untuk melakukan hal salah atas nama kebebasan dan membawa manusia berada pada kesombongan, perlahan tapi pasti.
Keadaan yang akan datang tidak akan lebih baik dari keadaan sekarang bahkan kelak sedikit manusia yang memandang manusia lain dari akhlaknya yang merupakan buah dari keimanan dan bersyukurlah bagimu masih bertahan pada keimananmu meski dirimu telah dianggap asing. Jika Tuhan menghendaki kebaikan bagimu maka, Dia akan menganugerahimu dengan pemahaman akan agama. Bertahanlah dan berlindunglah sampai Tuhan memberimu kemenangan.

  • view 191