MULIAKAN HUBUNGAN DENGAN CARA YANG MULIA

Ismi Nazilah
Karya Ismi Nazilah Kategori Renungan
dipublikasikan 16 November 2016
MULIAKAN HUBUNGAN DENGAN CARA YANG MULIA

“Wanita”, satu kata yang berat makna. Diriwayatkan oleh hadist muslim bahwa dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholeha. Banyak orang setuju bahwa perhiasan itu istimewa, karena jarang yang bisa memilikinya dan sulit untuk didapatkan. Jadi, ketika perhiasan itu sudah dimiliki oleh setiap orang dan sangat mudah didapatkan, maka ia sudah tidak lagi menjadi perhiasan. Layaknya perhiasan, seorang wanita sholehah pastilah sangat sulit untuk didapatkan. Perlu usaha yang besar dan tidak sembarang orang bisa mendapatkannya. Menjadi sebuah perhiasan (wanita) pun harus berhati-hati. karena perhiasan harus dijaga betul-betul kemurniannya. Ketika kemurniannya hilang atau berkurang, maka nilainyapun ikut menghilang atau berkurang.

Lalu coba bayangkan ketika perhiasan itu diobral hingga banyak orang mendapatkannya secara cuma-cuma, maka hal itu akan berdampak pada perhiasan itu sendiri, bahwa karena telah banyak orang yang mendapatkannya secara mudah, ia jadi tidak bernilai lagi. Menyedihkan bukan? Lantas bagaimana dengan wanita? ini lebih tragis lagi. Ketika wanita dengan sangat mudahnya didapatkan hanya dengan rayuan gombal dari lawan jenisnya, lalu disemukan dengan hubungan abal-abal tanpa ikatan halal (pacaran) lantas dipamerkan kemana-mana, bagaimanakah gerangan? Tentu saja itu akan membuatnya lebih mudah dipermainkan. Ketika wanita sangat mudah didapatkan, laki-laki akan berpikir ia bisa bergonta-ganti pasangan, apalagi hubungannya tidak resmi, malah lebih mudah lagi. Kalau sudah terjadi hal yang semacam itu, wanita tidak lagi dihargai. Oleh karena itu Islam sangat menjaga dan menjunjung tinggi martabat seorang wanita. Karena wanita itu patut dimuliakan. Caranya?

  • Islam membuat aturan bagi kaum wanita agar menutup auratnya. Agar ia bisa menjaga kemuliaannya.

 

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33]

 

  • Islam juga menyuruh seluruh umatnya untuk menjaga pandangannya dari hal yang haram, baginya.

 

Katakanlah kepada laki – laki yang beriman :”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24] : 30 )

Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24] : 31)

  • Tidak hanya itu, islam juga menjaga kita dari perbuatan zina, untuk menghindari fitnah dan perbuatan tercela.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’ [17] : 32)


            Alangkah baiknya jika kita sebagai seorang wanita menjaga diri dengan baik agar terhidari dari hal-hal buruk yang mungkin menimpa. Tidak apa-apa sementara “sendiri” sambil menunggu dia yang namanya tertulis di lauhul mahfudz untuk menjadi pendamping hidup kita kelak datang bertamu kepada orang tua untuk meminta kita. Agar momen menunggu itu tidak sia-sia, memperbaiki diri menjadi lebih baik adalah pilihan yang tepat. Agar nanti jodoh kita juga orang yang sama baiknya dengan kita, karena

“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.” (Qs. An Nur:26)

            Jadi, tunggu apalagi? Putuskan atau halalkan? Menikah merupakan satu-satunya cara yang tepat untuk memuliakan hubungan antara pria dan wanita yang saling mencintai.

“Jika seorang hamba menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya; oleh karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah untuk separuh yang tersisa.” (Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab ash-Shahiihah. 625).


Writed by : Ismi Nazilah                                                                    

16 November 2016

19.26 WIB

  • view 133