KAU BAIK

KAU BAIK

Fadhilah Tamimi
Karya Fadhilah Tamimi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 03 Agustus 2016
KAU BAIK

Jadi, apakah kau sekarang sedang menjalin hubungan?
Hm, kurasa begitu. Ada apa?
Syukurlah. Dia lebih tampankah? Sudah lama aku menyukai .. bantu aku bicara padanya.
Kau salah minta tolong padaku, kita memang pernah dekat, tapi bahkan sekedar menyapa pun sekarang tak pernah. Bukankah kau satu sekolah? Lebih dekat bukan?
Tapi aku selalu gugup tiap bertemu.
Kenapa kau bicara padaku tentang ini sekarang?
Aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja.
Berapa lama kau menyimpannya?
Lama.

Kawan, bahkan gunung meletus pun tak bisa memilih kemana abunya akan terlempar. Dan angin sekalipun tak bisa seenaknya berputar arah membawa pergi abu.

Maksudku,
Jatuh cinta, siapa bisa rencanakan. Akupun tak bisa memilih harus jatuh cinta dengan siapa. Dan, bagaimana bisa kau sembunyikan rasamu bertahun-tahun, hanya karena kau ingin menjaga perasaan. Sedang, kau sendiri tak tau apakah yang kau khawatirkan, masih memiliki rasa. Bahkan ini sudah bertahun-tahun sejak aku dan dia terakhir bertemu.

Jatuh cinta adalah tentang menjadi bijak, begitukah kawan? Karena kau sedang berjudi dengan hati. Ada begitu banyak hal yang otak perlu pertimbangkan. Sedang hati seringkali tak sejalan. Pada akhirnya, kita hanya akan membohongi diri sendiri, atau menampik semua yang ditawarkan logika.

Kau bijak. Tentu saja akan mematuhi logika. Tak peduli berapa lama hatimu akan kesakitan. Tak peduli suatu saat dadamu akan meledak karena terlalu sesak.

  • view 258