AKU

Patrecia Angraini
Karya Patrecia Angraini Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Oktober 2016
AKU

Aku..

Mari membuka satu hari baru dengan mengucap syukur kepada sang pencipta lewat lantunan lagu dalam doa dengan melanjutkan satu tapakan kaki berikutnya dengan menghadiahkan senyum yang lebar pada mentari yang sedang mencarfi tempat di kaki tebing. Biarkan pagiku beraroma bunga musim semi saat ada suara sapa yang dihadiahkan lewat tumpukan berkas di meja kerja. Lalu biarkan jam berutar sesuai maunya meski jengkel mungkin saja hadir menjadi selingan penyelaras perputaran hari sampai aku tiba di senja berwajah oranye, kupeluk erat letih yang menggunung dan membawa pulang melewati kemacetan kota.

Jangan terlalu serius mecekoki hidup hanya dengan mengumpul dan mengumpul, sesekali 'ku menari - menari di bawah derasnya hujan, memutari taman kecil bercerita akan hari kemarin bersama sahabat dan bila cerita harus berlanjut sampai bintang mengendap - endap datang, tidurlah dibawahnya, mungkin bisa disambung dengan sesekali berteman sepi dan pilu, mungkin luapan perasaan akan menghadiahi ku kejutan malam yang penuh misteri.

Inilah aku.. bahuku tidak sekuat karang sehingga aku tidak akan malu bila jatuh lebih dari sekali tapi jangan uji semangatku yang walau terseok, meski berisi perih aku akan mencoba bangkit lagi walau tangan - tangan yang mengatakan ada siap sedia hanya menjadi tawaran yang membuat mual perutku. Biarkan dunia mencemburui caraku menikmati hidup, biarkan angin mengusik arah tujuku, mesi terlalu naif bila aku mengatakan semua baik - baik saja, tapi percayalah di depan mereka, persediaan airmataku mendadak kering!

Aku mencintai hidupku, aku mencintai orang - orang di sekelilingku, walau entah mereka bersikap tulus atau mencari celah mendorongku, sebab bagiku, jalanku, hidupku, mimpiku dan ceritaku biar menjadi rahasiaku sendiri yang hanya 'ku mengerti sendiri

 

 

 

  • view 147