Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 9 Maret 2018   00:47 WIB
Ibukota

Ibukota

 

Ibukota

Kini engkau kian menua

Anak-anakmu semakin besar

Walau kemiskinan tetap tak mereka tinggalkan

Warisanmu yang paling mudah dilestarikan

Dan hingga kini masih menjadi perdebatan

 

Tak semua anak-anakmu menjadi miskin

Sebagian mereka mulai menjadi kaya

Walau dengan cara yang tak seharusnya

Hak hidup pohon digantikan dengan gedung

Hak hidup padi digantikan dengan cakar ayam

Rumah hewan dipersempit

Semua atas nama kemajuan

Kemajuan yang berdasar keserakahan

 

Pohon-pohon yang tumbuh kini menjadi yatim piatu

Mereka tak punya pemandu

Hingga menjadi liar bahkan menjadi benalu

Padi-padi berserakan

Namun tak mampu mendobrag kerasnya aspal

Binatang-binatang tetap berada di tempatnya

Namun anakmu bilang kalau binatang masuk pekarangan

Padahal siapa yang masuk pekarangan siapa

 

Ibukota

Ibu yang penuh sampah dan derita

Dikala semua orang menganggap air hujan adalah berkah

Namun penghunimu selalu berkata bahwa hujan ini parah

Melahap rumah 

Dan memakan segala tanpa arah

Dan parahnya selalu dibilang bahwa pemerintah yang salah

Sedang mereka asik membuang sampah tanpa perduli keadaan tanah

 

Akar-akar kini malas tumbuh

Hendak ke kanan ada perumahan

Ingin tumbuh ke kiri gedung menjulang begitu tinggi

Kemajuan jelas tak terkibuli

Tapi mereka dipaksa mati

Walaupun hidup tapi tak ada arti

 

Tangerang, 6 Maret 2018

Karya : Afif Kodriyanto