Gelagat Putus Asa

Afif Kodriyanto
Karya Afif Kodriyanto Kategori Puisi
dipublikasikan 08 Desember 2017
Gelagat Putus Asa

Gelagat Putus Asa
Oleh : AK

Pagiku kini tak sepagi yang lalu
Dikala Seno masih asyik bersenggama dengan senjanya
Sedang Rendra masih memeriksa keadaan
Dan Sapardi yang terus berkelana dalam kata sederhananya
Sedang aku termangu
Dibuat kelimpungan
Oleh waktu yang sama 24jam
Detik begitu berharga bagi Rendra
Karna teriakan derita rakyat kecil yang tiada habisnya
Dan harus terus didengar olehnya, kemudian diceritakan pada yang mau mendengarnya
Seno terus saja menanti waktu senja, dimana siluet dan merah jingganya yang menjadi kerinduannya
Sapardi yang masih berkta bahwa yang rumit tak serumit itu, yang sederhana justru yang paling susah diterka
Sedang aku menatap penderitaan saja tak pernah, apalagi memaknai sederhananya kata, atau bahkan sekadar berkunjung ke pantai untuk menanti senja, itu hanya kemungkinan yang tak mungkin terjadi
Aku duduk di perbatasan negeri
Segala rupa manusia terlihat begitu nyata
Yang menderita, yang terhina, yang bahagia dan tak sedikit yang berpura-pura akan bahagia.
Yang menderita deritanya tak terukur pedihnya
Yang terhina tak mampu memutarbalikan fakta
Sedang yang bahagia sudah buta
Yang pura-pura bahagia terus saja berkamuflase menahan pedihnya kepura-puraan itu
Hidup yang telah mati
Bak zombi di pinggiran kota Jakarta
Berjuta lamunan dan angan menyibukan pikiran
Melangkah ke sana dan ke mari
Tetap saja berdiri di perbatasan ini
Berteriak akan kebenaran yang seringkali ku khianati sendiri
Terjerembab dalam kata-kata mereka
Hingga begitu susahnya ku menafsirkan kataku sendiri
Kata-kata yang keluar bahkan hanya berupa klausa
Tak mampu ku jadikan sebuah kalimat yang sedikit bermakna
Sungguh derita itu ada di sampingku
Sekat selembut sutra tak mampu ku dobrak untuk menjamahnya
Hina yang jelas terasa terhalang ludah untukku segera mencegahnya
Bahagia yang telah buta sama sekali ku tak mampu untuk memperingatkannya
Sedang pura-pura bahagia membutuhkan nutrisi yang tiada tara

  • view 113