Pesta Siaga

Afif Kodriyanto
Karya Afif Kodriyanto Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 04 Juli 2017
Pesta Siaga

Pesta Siaga
Pesta Siaga merupakan ajang lomba Pramuka yang pesertanya adalah anggota Pramuka yang masih berusia Siaga. Usia 7 tahun sampai dengan 10 tahun. Saya lupa tepatnya usia saya berapa ketika mengikuti kegiatan Pesta Siaga ini yang jelas usia saya masih dibawah 10 tahun sehingga masih bisa mengikuti kegiatan ini. Kegiatan Pesta Siaga merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh kwartir raning Cilongok. Lomba ini diikuti oleh seluruh anggota pramuka sekolah dasar yang masih masuk usia siaga. Saya mengikut acara lomba ini dengan sangat minim pengetahuan tentang kepramukaan. Dan waktu itu saya pun masih belumtahu nama bapak pandu dunia kita. Saya juga tak mengingat begitu banyak proses latihan sebelum terjun ke dalam medan lomba. Namun saya coba mengingat walau sama sekali tak teringat.
Persiapan yang paling ku ingat adalah persiapan materi yang seingat saya sangatlah minim. Kemudian persiapan fisik dengan latihan baris berbaris sederhana. Mulai dari mengenal hormat, istirahat ditempat, sikap sempurna, parade istirahat di tempat, setengah lengan lencang kanan maupun kiri ataupun lencang kanan atau lencang kiri, dan ada lagi jalan ditempat, langkah biasa, langkah tegap dan yang terakhir adalah langkah perlahan yang digunakan oleh para prajurit atau polisi apabila ada pejabat negara yang meninggal itu dipakailah langkah perlahan.
Ada tambahan materi lainnya adalah mengerti tanda-tanda bunyi kentongan. Sebagai contoh adalah apabila kentong dengan ketukan sekali demi sekali atau 1 1 1 1 menandakan ada yang meninggal dan kita di perintahkan untuk bertakziah atau lelayu. Contoh lain adalah bunyi kentong dengan ketukan 6 6 6 6 artinya keadaan aman terkendali.
Materi yang lainnya ada juga diperkenalkan sandi morse, contohnya .- ini adalah huruf A, mulai dari A sampai dengan Z ada semua tandanya. Dan aku mulai lupa akan itu semua, ada juga isyarat semapur, atau pesan menggunakan gerakan itu juga diajarkan. Namun akupun mulai lupa juga.
Tibalah disaat lomba, dengan bekal ilmu seadanya kamu satu barung atau satu regu berangkat menuju medan lomba. Walaupun di otak sama sekali tak ada yang nyankut sedikitpun mengenai materi yang dilombakan. Saya waktu itu di daulah sebagai pinrung atau pemimpin barung, dan sayapun tak paham juga apa-apa saja yang mau dilombakan. Saya dipilih sebagai ketua pinrung karena saya adalah yang paling tinggi badannya dibandingkan dengan anggota barung yang lainnya. Alasan kaka Pembina memilih saya karena dianggapnya sebagai orang yang paling tepat menyandang gelar sebagai pinrung. Dengan laganya yang Nampak begitu gagah di kaca lemari saya pun bertolak ke sekolah. Tentunya dengan tongkat yang diatas dan bawahnya dicat dengan cat coklat tua dan tengahnya coklat muda.
Sebelum berangkat ada sedikit brifing dari kaka Pembina, arahan yang aku juga tak tau isinya sehingga saya mercanda dengan anggota regu yan lainnya. Saya berangkat menuju lokasi lomba engan menggunakan truk carteran yang sudah dibayar oleh pihak sekolah. Kamipu sambil bernyanyi di atas truk disini senang disana senang dimana-mana hatiku senang, semenjak aku menjadi pramuka, hatiku selalu gembira, la la la la lalala la lalala lala lala lala. Dengan semangat penuh kami terus bernyanyi menyemangati diri.
Sesampainya disana, ratusan peserta sudah sap siaga berkumpul dan berbaris untuk mengikuti acara upacara pembukaan yang akan dipimpin oleh bapak camat Cilongok secara langsung. Kamipin bergegas menuju patok yang telah disiapkan oleh panitia yang tertera disana tulisan nama SD kita. Akupun menyiapkan barisan dan merapikannya, tak lupa di akhir berhitung untuk memastikan semua anggota masih lengkap.
Upacara pembukaan pun dimulai, dengan MC yang mengatakan bahwa, setiap komandan barisan dipersilahkan menyiapkan pasukannya. Langsung para komandan peleton menyiapkan kami dan kamipun dengan sigap mengikuti aba-aba darinya. Kemudian MC mengatakan, pemimpin upacara dipersilakan memasuki lapangan upacara, pemimpinpun masuk dengan langkah gagahnya menuju lapangan upacara. Pemimpin upacara masih menghadap kepada para peserta upacara. MC mengatakan, penghormatan kepada pemimpin upacara, danon paling kanan langsung berteriak kepada pemimpin upacara hormaaaaaaattt grak, kamipun langsung mengangkat tangan untuk hormat, dijawab oleh pemimpin upacara dengan hormat kepada kami, kemudian menurunkan tangannya dan dantn paling kanan berteriak kembali tegaaaaaaaaaapppp grak. MC mengatakan laporan setiap komandan pasukan kepada pemimpin upacara, para komandan peletonpun lari maju menuju kehadapan pemimpin upacara dan mereka menyampaikan laporannya, danton satu siap, danton dua siap, danton tiga siap laporan selesai, dijawab oleh pemimpin upacara dengan latang, kembali ketempat. Para dantonpun bergegas menuju ketempat awal mereka sebelum melapor. Kemudian Pembina upacara memasuki lapangan upacara, pembinapun memasuki lapangan upacara dan sebelum itu pemimpin upacara menghadap kea rah Pembina dan membelakangi peserta upacara. Kemudian penghormatan kepada Pembina upacara, setelah itu dilanjutkan dengan laporan pemimpin upacra kepada Pembina upacara. Lapor upacara pembukaan pesta siaga siap dimulai, pembinapun menjawab laporannya dengan berkata lanjutkan. Kemudian pemimpin upacara kembali ke tempatnya. Selanjutnya pengibran bendera, setelah bendera siap dikibarkan kemudian pemimpin upacara menginstruksikan penghormatan bendera. Dengan diiringi lagu Indonesia raya bendera dikibarkan, sesampainya diatas pemimpin berteriak tegaaaaaaapppp grak. Selanjutnya adalah mengheningkan cipta, dilanjutkan dengan pembacaan pembukaan UUD 1945, selanjutnya adalah pembacaan pancasila diikuti seluruh peserta upacara. Setelah itu adalah amanat Pembina upacara, pemimpin upacarapun mengistirahatkan seluruh peserta upacara. Teriak dengan lantangnya istirahat ditempat grak. Setelah selesai amanat yang dilaksanakan oleh Pembina upacara secara sigap pemimpin upacara menyiapkan seluruh peserta upacara, siiiiaaaaaaappppp grak. Kemudian MC mengatakan menyanyikan lagu nasional, langsung grup paduan suara menyanyikan beberapa lagu nasional. Setelah itu upacara pengibaran bendera dan juga pembukaan acara pesta siaga selesai. Pemimpin upacara menyampaikan laporannya kepada Pembina upacara bahwa upacara telah selesai dan pemimpin upacarapun memberikan penghormatan kepada Pembina upacara sebelum Pembina upacara meninggalkan tempa upacara. Kemudian pemimpin upacarapun meninggalkan lapangan upacara, dan para komandan barisan membubarkan pasukannya.
Dengan berakhirnya upacara pengibaran bendera dan juga pembukaan acara maka perlombaan pun dimulai. Perlombaan yang pertama saya lupa, tapi waktu itu seingat saya saya kembali ke tenda dulu untuk mempersiapkan segalanya, kemudian berkeliling desa Cikidang untuk menuju ke pos-pos perlombaan. Disetiap pos ada tes, tapi saya lupa dan yang saya ingat hanya berkeliling dan menyelesaikan tugas dari pos ke pos menuju tempat terakhir atau pos terakhir yaitu di lapangan desa Cikidang kembali. Yang masih terngiang dibenakku adalah ada satu perlombaan dimana konsepnya adalah hampir sama dengan golf. Namun bedanya jika golf menggunakan bola dan stik khususserta lapangan khusus untuk memainkannya kalau ini lubang dibuat dari paralon dan bla yang digunakan adalah bola kasti atau bola tenis sedangkan stik yang digunakan adalah bambu yang dipotong kurang lebih panjangnya 50 cm. Cara memainkannya adalah dengan memukul bola dengan bambu untuk memasukkannya ke dalam lobang pipa. Jarak tembaknya kurang lebihnya 2 meter. Setip anggota barung berkesempatan menembakan bola masing-masing satu kali. Sehingga apabila semua anggota berhasil maka akan memiliki nilai sempurna. Sayang seribu sayang permainan atau perlombaan ini baru kami lihat dan baru pernah sekali ini kami mainkan sehingga tak ada satupun bola yang masuk ke lobang pipa. Dan sudah jelas diperlombaan ini kami kehilangan pon, artinya kesempatan untuk menjadi juara sangatlah minim. Karena sudah kehilangan poin begitu banyak dipermainan atau perlombaan ini. Kemudian lomba yang sangatlah teringat dikepala saya hingga saat ini karena merasa begitu bodoh dan juga menyesal tidak mengikuti instruksi dari pihak panitia. Perlombaannya adalah tentang bunyi kntong yang ditas tadi sudah saya singgung. Regu kami sama sekali tidak ada yang mengerti dan menyimakapa yang disampaikan oleh panitia. Walhasil kami hanya menjadi peserta yang ikut-ikutan dengan para peserta lainnya yang sama nasibnya yaitu tak menyimak instruksi dari panitia. Kami mengambi kentong masing-masing dan membunyikannya denga sembarang semau kita. Tak memperdulikan napa yang sedang diinstruksikan dan ternya lomba ini juga sudah dimulai dimana posisi panitia ada ditengah dan para peserta melingkari panitia. Semakin kamimembunyikan kentong dengan kerasnya semakin kami tersesat dalam kebodohan yang satu sama lain tak menyadari kebodohan kami masing-masing. Dan tak lama kemudian terdiam para panitia dan mereka menginstruksikan untuk mengumpulkan hasil dari soal yang sama sekali kami tak dengar dan mengerti apa yang diinstruksikan. Dan kepanikan muncul, saling bertanya satu dengan yang lainnya dan sama juga tak mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi. Melihat disekelilng ada sebagian yang benar-benar mengikuti instruksi dari awal, mereka tenyata sedang menyatat hasil dari tes. Yaitu tentang bunyi kentong yang sudah dibunyikan oleh panitia. Bunyi pertama sebagai tanda apa, bunyi kdua sebagai tanda apa, dan bunyi yang seterusnya adalah tanda bunyi apa. Dan kamipun kelabakan mau menjawab apa, karena tak satupun dari kami yang tau bunyi apa yang dibunyikan oleh panitia. Akhirnya ilmu mengarang bebqas menjadi ajian terakhir atau jurus yang dirasa paling ampuh. Walau sudah tau pasti salah semua setidaknya kami menjawab dengan ngawur dan mengumpulkan jawaban ngawur kiami kepada pihak panitia. Sudah jelas dua perlombaan kita kalah, maka tak mngkin ada juara yang tersemat di almamater kita.
Hujanpun turun menemani kepedihan kita, dan banyak sekali yang berjualan jas hujan. Dengan tipis melebihi tipisnya kulit ari, dibanderol dengan harga dua ribu rupiah saja kamipun berbondong membelinya. Bukan untuk pelindung dari basahnya rintikan hujan namun bergaya adalah alasan paling utama. Karena hampir seluruh peserta menggunakannya. Pada dasarnya saya sendiri senang dengan adanya hujsn, dengan hujan di pesta siaga maka aku tak perlu mencari alasan kenapa aku hujan-hujanan, belum lagi omelan dari ayah ibukku sudah pasti akan dikeluarkan dari benak mereka karena saya sedang bertugas dalam lomba. Nikmatnmya kikut lomba, walau hanya sebagai bahan pelajaran saja, karena tak tau apa-apa. Kamipun pulang dengan tangan hampa, tapi nyanyian disana senang disini senang masih saja kami dendangkan dengan kerasnya. Menang kalah sama saja, tapi apa yang kau dapatkan darinya itulah kemenangan sesungguhya.

  • view 119