Menggali Rejeki di Hari yang Fitri

Permata R
Karya Permata R Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 28 Juni 2016
Menggali Rejeki di Hari yang Fitri

Idul Fitri identik dengan saat yang tepat untuk menjalin silaturahim dengan sanak keluarga. Setelah satu tahun penuh giat bekerja, hari raya yang paling ditunggu umat islam ini wajib dirayakan bersama-sama. Kepulangan kita kembali ke pelukan orang tua menjadi salah satu momen mengharukan. Tema ini sering diangkat dalam iklan-iklan di layar kaca, jelang lebaran.

Akan tetapi, bagaimana jika sehari-hari kita masih dapat bertemu orang tua? Alias, tempat kerja kita dekat dari rumah, sehingga setiap hari masih tinggal bersama. Atau, pekerjaan kita memang pusatnya di rumah, sehingga bertemu orang tua bukan sesuatu hal yang harus dilakukan menunggu hari raya. Bisa jadi, kakek nenek sudah meninggal, dan saudara ibu dan bapak kita hidupnya masih satu kota, sehingga cukup sat hari silaturahim, semuanya sudah bisa dikunjungi.

Berarti, ini saatnya untuk memikirkan untuk tetap menjalankan transaksi jual beli di hari raya. Bisnis ini tak serta merta dilakukan menunggu hari raya sih. Poin yang saya tekankan, bisnis ini ternyata sangat menguntungkan ketika hari kemenangan umat islam datang.

1. Bisnis kuliner
Kumpul-kumpul bersama keluarga besar memang seru dan mengasyikkan. Pakdhe dan budhe  yang berasal dari luar kota hari ini datang ke rumah kita. Obrolan hangat seputar sepak terjang kita selama satu tahu belakang menjadi seru untuk diulas kembali. Nah, saking asyiknya ngobrol nih, pasti akan timbul rasa lapar. 
Bisa juga mendadak lapar di tengah- tengah perjalanan. Apalagi nih, hari raya pasti malas juga kalau disuruh cuci piring atau bersih-bersih dapur. Solusi utama? Beli makan aja.
Pagi, siang dan malam orang butuh makan. Fokus utama saat memilih menggeluti bisnis ini tentu saja soal kualitas rasa. Kalau asal saja kita masak, dan rasanya juga tidak terjamin, orang pasti kapok kalau datang lagi tahun depan. 

2. Bisnis rental mobil
Kumpul-kumpul dengan keluarga pasti juga membutuhkan transportasi. Tak hanya satu, atau dua orang yang diangkut, mobil menjadi pilihan utama saat mudik, karena kalau naik tranportasi umum sudah keburu nggak dapat tiket, atau suasananya yang berdesak-desakan. 
Persewaan mobil dapat membanderol harga separuh lebih mahal dari hari biasa. Ya gapapa, namanya aja high season. Semua orang lagi butuh.  Sedikit tricky bisnis ini, karena kejadian mobil hilang setelah disewakan masih sering dijumpai. Namanya bisnis, pasti ada tantangannya sendiri-sendiri, ya?

3. Bisnis penitipan hewan
Kucing dan anjing menjadi 'korban' utama saat majikan ingin sejenak melakukan vakansi. Solusi? Menitipkannya kepada penitipan hewan terdekat. Penitipan yang menyediakan dokter hewan  menjadi alternatif yang menarik, mengingat hewan kesayangan pasti akan berkumpul dengan hewan-hewan lain dari saentero kota.
Bisnis ini memang menggiurkan, ibarat kita tinggal menyediakan lahan, kandang, dan makanan mereka. Tantangan utama bisnis ini terletak pada bagaimana menjaga kebersihan mereka. Namanya saja makhluk hidup, mereka pasti juga menjalankan aktifitas biologis mereka, seperti, buang air besar.
Ugh, siapa yang tahan mengurus tinja mereka selama dua kali sehari, sepanjang lebaran? Oh ya, tak cuma satu atau dua kucing, bisa jadi yang dititipkan berjumlah puluhan kucing/ anjing. Oh ya, waktu buang air besar mereka juga tidak bisa diseragamkan. Bisa jadi kita baru saja selesai membersihkan kucing A, eh sepuluh menit kemudian ganti B. Sejam kemudian yang C.
Kalau merasa mampu, monggo, ini juga bisa menjadi ladang rejeki menggiurkan yang tak terduga.

4. Bisnis tempat wisata
Usai saling memaafkan satu dengan lainya, apalagi yang bisa dilakukan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga? Salah satu alternatif yang bagus yakni, berkunjung ke tempat wisata terdekat. Tak melulu cagar budaya, ataupun bentang alam yang eksotis, kolam renang pun bisa menjadi jujukan keluarga besar saat hari raya.

Tentu, masih banyak jenis usaha lain yang dapat dijalankan saat hari raya. Tidak harus menjalankan bisnis sendiri, tetap masuk di perusahaan orang juga bisa menjadi alternatif. Orang-orang yang memilih tetap bertugas saat libur lebaran, berhak mendapatkan ganjaran gaji yang lebih banyak daripada biasanya.
Hidup ini memang pilihan. 

  • view 83