#Bibah dan Tugas Kuliah

Pepi Nuroniah
Karya Pepi Nuroniah Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 09 Maret 2016
#Bibah dan Tugas Kuliah

Apa yang paling menarik dari perkuliahan? Bagiku adalah bermain, ini bukanlah alasan yang tepat. Tapi, mau bagaimana itulah yang aku rasakan. Bagiku masa terbaik yang pernah aku miliki hingga saat ini adalah masa itu. Teman-teman terbaik, kisah cinta dan BK. Aku bersyukur.
Tugas kuliah? Apakah kamu suka tugas? Siapa yang suka tugas di sini? Sejujurnya itu biasa saja. Kerjakan dengan baik dan tidak perlu banyak mengeluh pasti akan selesai. Baik tugas individu maupun kelompok semuanya sama. Nah, untuk tugas kelompok aku tidak suka berkelompok dengan Bibah. Karena kami sama-sama keras kepala dan saling mengandalkan. Kami tahu diri kami akan menyelesaikannya. Bibah amat detail dalam mengerjakan tugas tapi tidak ketika sekelompok dengan ku. Aku rasa dia merasakan hal sama.
?
Untungnya, jarang sekelompok dengannya. Aku lebih sering satu kelompok dengan Rara. Anaknya rapih, rajin dan ulet. Jangan ditanya masalah nilai dia kompetitif sekali. Dia ini bisa memahami yang kurang dari tugas dan mengerti apa yang aku inginkan. Jika aku bisa memilih maka dia adalah teman sekelompok terpaforit. Kita kembali lagi ke Bibah. Aku suka memerhatikannya jika sedang mengerjakan tugas. Dia terlihat amat bertanggungjawab. Mengutamakan tugas kelompok dibandingkan tugas individu.
?
Ada sikapnya yang baru aku ketahui yakni pemberani. Tugas kuliah ditingkat akhir amat banyak. Apalagi PPL dan PLBK. Di sekolah mengerjakan ini itu sehingga sering kali tugas kampus terbengkalai. Ketika itu ada deadline tugas individu. Ada beberapa teman yang tidak bisa mengumpulkan. Dan Bibah, kupikir dia tidak akan termasuk dalam katagori tersebut sebab bukan kebiasaannya. Ternyata aku salah, dia pun tidak mengumpulkannya. Aku kaget, masa iya. Penasaran maka akupun bertanya. Jawabannya unik, dia mengakui kelalainya dalam memanej waktu ke depan dosen tersebut. dia meminta maaf padanya dan juga tidak meminta kelonggaran waktu. Karena dia berpikir tidak akan terkejar jadi dia jujur. Aku cukup maklum memang ketika itu amat berat tapi aneh saja namun aku mengagumi sikapnya. Setidaknya, dia berani ke dosen untuk mengaku dan tidak masalah bila nilainya tidak mencapai batas maksimal.
?
Kadang kita mengeluh tentang nilai tapi kita tidak menyadari semaksimal apa usaha kita. Ada yang bolos, mengandalkan orang lain dalam tugas, atau tidak mengerjakannya. Tapi tidak menerima konsekuensinya. Jujurlah pada kemampuan sendiri dan kerjakan sebisa mungkin. Sungguh kuliah atau belajar bukan hanya tentang nilai tapi lebih pada sikap tangguh dan pribadi kita. Ketika kamu rajin, bertanggungjawab dan berkepribadian bukan hanya nilai di atas kertas yang kamu dapat tapi juga nilai di mata orang lain tentangmu amat tinggi.
Diantara kamu, pernah kah melakukan hal yang sama?
?
?
gambar : http://galuh-unyiansyah.blogspot.co.id/2012/10/tugas-kuliah-manajemen.html

  • view 265