Bukan Rasa Cintanya

Pepi Nuroniah
Karya Pepi Nuroniah Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 24 Januari 2016
Bukan Rasa Cintanya

Bukan rasa cintanya yang sakit namun kecewalah yang membuat kita menangis.
Kita berharap terlalu banyak, padahal mereka adalah manusia biasa.
Kita melupakan bahwasanya ketika kita menyukai seseorang belum tentu orang tersebut menyukai kita.
Kita hanya mempercayai apa yang ingin kita percayai, asal itu membuat hati kita senang. Padahal bisa saja apa yang dinasehatkan orang adalah kenyataannya.
Kita ingin merubah seseorang tersebut seperti apa yang kita inginkan.
Kita menyalahkan keadaan ketika apa yang kita yakini ternyata salah.
Jadi sebenarnya bukan rasa cintanya, diri kita lah yang membuatnya jadi rumit.
Kita yang ingin melupakannya, kekecewaan, penghianatan, kebohongan bahkan kenangan.
Tapi hey, kita telah jatuh cinta dan itu adalah hal terbaik yang diberikan oleh tuhan.
Kita dapat tersenyum dan sedih secara bersamaan.
Kita dapat merasa malu dan berani ketika bertemu dengannya.
Bahkan melakukan hal-hal diluar kebiasaan kita.
Kita bersenandung kecil dipagi hari.
Menulis puisi-puisi indah.
Menampilakan hal-hal terbaik dari diri kita.
Sungguh rasa cinta patut kita syukuri :)
?
Selamat malam yang sedang jatuh cinta.
malam ini selamat tersenyum memikirkan orang yang dicintai atau mendoakannya :)
?
Pepi Nuroniah,
?
*Tulisan ini sangat terinsfirasi dari tulisan Tere Liye, Buya Hamka, Drakor Kegalaun setatas-setatus di medsos manapun
* gambar : https://haticoretan.wordpress.com/cinta/cinta-dalam-pandangan-islam/
<form id="u_jsonp_5_6" class="commentable_item collapsible_comments" action="/ajax/ufi/modify.php" method="post" data-ft="{"tn":"]"}">
?
</form>

  • view 120