#Bibah dan Jalan Kaki

Pepi Nuroniah
Karya Pepi Nuroniah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Februari 2016
#Bibah dan Jalan Kaki

Saya memilih kosan yang sengaja aga jauh dengan tempat kerja. Alasannya agar bisa istirahat. Pekerjaan adalah pekerjaan. Sedangkan di rumah adalah hak pribadi saya. Sayangnya aga jauh dari tempat kerja itu cape bila jalan kaki. Meskipun seperti itu, kadang saya masih suka jalan kaki. Bagi saya, ketika berjalan kaki, saya akan lebih capat dikenal dilingkungan baru. Saya juga bisa menyapa mereka atau sekedar tersenyum. Dan itu terbukti orang-orang disekitarpun menyapa "Berangkat kerja neng?" awalnya hanya satu orang. Beberapa lama makin bertambah yang menyapa atau basa basi mengajak mampir.

Sejatinya ramah tamah seperti ini bukankah indonesia banget. Tentu saja, saya tidak otomatis bisa seramah ini. Saya belajar dari seorang sahabat ketika kuliah dulu. Dia senang sekali keliling komplek, lari pagi bahkan ikut berbaur dengan orang-orang disekitarnya. Saya hanya bisa bilang WAW atas keramahan dan kepekaan beliau. Pribadinya amat menawan. Ah dia seorang wanita enerjik. Mungkin bila kamupun mengenalnya , pasti akan mengaguminya. Dia layaknya seorang kaka juga ibu yang baik. Tulisan kali ini sebenarnya tentang rasa kangen saya padanya, ketua kelas sekaligus sahabat bagi saya dan kawan yang lainnya. Seorang wanita yang amat senang jalan kaki.

Sekarang ketika saya melakukannya, saya bisa merasakan keseruannya. Ayolah sesekali lepaskan dulu kendaraannya, bila hanya sekedar ke warung depan rumah. Percayalah tersenyum dan saling menyapa selalu lebih baik :)

?

Gambar : https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT3KGvImmzVuRsROgR8A0PIMDzJCaBmC2c-3EFLVHLTGo9M53Hu

  • view 102