Rumit

Pepi Nuroniah
Karya Pepi Nuroniah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 April 2018
Rumit

Kadang kerumitan entah siapa yang memulai. Kita memang tidak dapat memandang dunia hanya dengan satu tatapan. Ada banyak sekali kita mempertimbangkan sesuatu. Kita juga tidak dapat menyamaratakan pemahaman akan sesuatu. Kita pikir dengan menyamaratakan akan satu hal itu akan membuat hidup kita lebih mudah. Namun berusaha menyamakan sesuatu adalah kerumitan itu sendiri.

Seseorang selalu berbeda, kita sering kali bertanya "Ko kamu gitu? Ko dia gitu? Ko bisa gitu?" Pertanyaan tersebut kadang membuat kita menyerengitkan kening. Tapi itulah perbedaan. Kita kadang hanya perlu menghormati perbedaan. Mungkin kita merasa paling benar tapi bukan kah dia juga merasa paling benar? Lantas siapa yang paling benar? Kita benar, menurut nilai-nilai yang kita pahami dan dia benar menurut nilai-nilai yang ia pahami.

Lantas tidak bisakah kita menyamaratakan sesutu hal agar tidak rumit? Tentu saja satu hal yang tidak pernah disukai manusia "dibohongi". Manusia dari ujung benua manapun tidak ingin dibohongi. Selain itu? "Dinilai" orang juga tidak suka dinilai atau dipandang sebelah mata terlebih tentang kejelekannya. Jika demikian, apa ia kita harus berbohong tentang kejelekannya? Itu juga bisa keliru. Sebab seperti yang kita tahu setiap orang memiliki nilainya masing-masing. Oleh karena itu ketika kita menilai seseorang harus berhati-hati.Kadang orang tua kitapun tidak pernah benar-benar tepat tentang penilainnya pada kita.

Rumit, peraturan dan nilai terlihat rumit, tapi akan lebih rumit lagi jika kita tidak menggenggam teguh nilai kita. Namun bukan berarti kita harus memaksakan nilai yang kita pahami pada orang lain. Sama dengan kita, merekapun merasa nilai yang dimilikinya benar dan luhur.

Lantas bagaimana jika nilai itu salah dalam pandangan kita? Itulah seni, kita harus terus belajar sepanjang hidup untuk memahami nilai yang kita miliki dan nilai orang lain. Mungkin seperti itu ????

  • view 99