Antara Daram Korea, India dan Aku

Pepi Nuroniah
Karya Pepi Nuroniah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Januari 2017
Antara Daram Korea, India dan Aku

*Antara drama Korea, India dan Aku
Semua drama seru pada versinya masing-masing. Sesama penyuka drama tidak ada yang menganggap satu drama lebih baik dengan drama lainnya. Meskipun kadang perang fans lebih seram dari pada perang politik. Tidak percaya? Coba saja kamu tengok diperkedramaan bagaimana mereka akan perang hanya gara-gara bada kesukaan. Kelompok A lebih suka pemeran cewa utama denga pemeran cowo utama sedangkan kelompok B. Lebih suka si pemeran utama cewe dengan pemeran cowo ke dua. Mereka akan berteori dan menebak bagaimana endingnya. Ada yang sakit hati sampai setahun penuh. Ada yang ya ya ya aja..... kalau aku? Aku hanya pencinta drama kacangan ga sampe ketahap itu hanya ngedumel sendirian. Mungkin hal ini tidak akan terjadi bagi pecinta India. Karena di drama India jelas sekali siapa yang teraniyaya dengan tema cita klasik yang itu-itu saja. Ga jauh dari namanya pengorbanan. Satu yang sama dari drama India yang drmatis minta ampun. Tatap-tatapan mata, nengok dan memberikan sesuatu itu lamaaaaaaaaa lamaaaaa laamaaa.... mata ngedip saja nunggu setahun. Tapi anehnya masih banyak yang menonton. Kenapa? Mungkin karena klasik dan naif memang tidak pernah lekang di makan waktu. India selalu menawarkan kisah cinta sejati. Tahu film PK diakhir kisah ada kutipan "Mencintaiku hanya untuk melepaskan ku". Kalimat klasik yang pake banget. Drama korea beda tidak ada namanya melepaskan kecuali sudah berjuang mati-matian. Contoh kalimat yang masih aku ingat yakni dalam drama My lovely Kim San Sun. Kurang lebih seperti ini "aku tahu kamu sedang sakit, tapi mungkin ini kesempatan terakhirku untuk dicintai. Lagian kamu lebih cantik dibanding aku pasti banyak pria yang akan menyukainmu" di drama India kamu tidak akan menemuni kalimat tersebut. Kecuali dari tokoh antagonis. Kalau aku bagaimana? Keduanya hanya untuk dinikmati dan sebuah hiburan. Kadang juga baper tapi masih bisa dikondisikan. Terus Indonesia bagaimana? Untuk Filmnya banyak yang asyik dan menyentuh. Sebenarnya kita akan menyekuai film atau drama jika memang itu dirasa dekat dan menghibur. Kita juga punya hal-hal yang dibanggakan. Buktinya Cinta Fitri bisa bertahan lama. Namun sayangnya sinetron kita tidak ada heppy ending yang ada adalah ending karena sudah tidak disukai lagi. Jadi sinetron kita atau drama kita lebih seperti variety show. Selama masih ada yang suka terus ditambah episodenya. Ketikan sepi reting berarti tamat.
Terus inti dari tulisan ini apa? Ahh sesama penyuka drama jangan meledek gitu apalagi mpe perang kaya tetangga sebelah. Kita mah damai-damai saja.
22-12-16

  • view 154