*Isteri ulama

Pepi Nuroniah
Karya Pepi Nuroniah Kategori Inspiratif
dipublikasikan 20 Desember 2016
*Isteri ulama

*Isteri Ulama
Dua ulama besar yang saya sangat kagumi untuk saat ini Gusdur dan buya Hamka. Banyak juga yang saya suka dan kagum. Namun baru dua tokoh tersebut yang saya ikuti. Dan saya lebih condong ke buya Hamka. Bukan karena beliau lebih dari gusdur. Namun itu hanya karena merasa cocok. Mereka berdua bisa tenang dan damai dalam perjuangan nya. Tentu dikarenakan para isteri yang memberi kenyamanan. Bagi keduanya meminta pendapat isteri itu penting. Untuk saat ini saya akan membahas Ummi Raham isteri Hamka.  Saya mengagumi beliau. Memang tidak diceritakan banyak seperti Habibi menceritakan ibu Ainun. Ummi Raham diceritakan oleh anaknya Irvan Hamka. dalam pandangan anaknya ketika sang ayah meminta pendapat ibunya bukan karena sang ayah tidak tahu apa yang harus dipilih namun sanga ayah meyakini apa yang dipilih ibunya sesuai atau sama dengan pilihannya. Bertanya pada sang isteri adalah untuk ketenangannya. Jika dipahami Ummi Raham memiliki hati yang lembut, pengasih namun juga tegas. Kebiasaan unik beliau adalah setiap bulan puasa atau hari-hari besar. Beliau berkeliling ke rumah para saudara untuk berseliturrahmi dan menghantarkan hantaran. Salah satu tempat yang dikunjungi adalah kampung PSK. Di sana ada saudaranya sebagau guru ngaji. Beliau disambut dengan hangat dikampung tersebut. Ada lagi ketika bulan puasa ada tukang pisang yang menjajakan pisang yang sebenarnya tidak lah bagus. Ummi Raham membelinya dan meminta sang penjual untuk istrahat sejenak dan buka puasa di rumahnya. Sungguh ketika membaca tentang beliau saya juga jatuh hati. Sayangnya tidak ada penulisan yang lengkap tentang beliau. Kecintaan Buya Hamka  terhadap isterinya sangat diketahui oleh sang anak. Ketika Ummi Raham meninggal dunia. Irfan bertanya pada ayahnya. Ayah tidak kah engakau sedih dan rindu dengan Ummi? Beliau menjawab "ayah mengaji dan shalat taubat karen rindu dengan ummimu, ayah takut kecintaan ayah melebih kecintaan pada Allah maka dari itu ayah shalat taubat dan sering mengaji"
 Ketika saya membaca bagian kalimat itu, adakah yang lebih romatis dari itu? Bahkan dibandingkan dengan drama korea teromtispun tidak kalimat yang lebih romantis dibanding itu
Rangkas, 18-12-16

  • view 193