*Belajar Itu harus Sabar

Pepi Nuroniah
Karya Pepi Nuroniah Kategori Renungan
dipublikasikan 10 November 2016
*Belajar Itu harus Sabar

Aku teringat kata-kata seorang rekan "belajar itu sulit" begitulah ucapanya pada salah satu peserta didik
"Makanya Pilihlah jurusan yang kamu sukai, setidaknya ketika kamu dalam kesulitan, kamu masih punya alasan kalau kamu menyukainya" lanjutan dari yang beliau ucapkan.
Apakah ia? Bagiku "ia" semua kebiasaan baik meskipun berangkat dari kesadaran tetap sulit utuk membiasakannya. Kecuali memiliki tekad yang kuat.
Begitupun dengan belajar, jenuh dan bosan dapat melanda kapan saja. Tanpa motivasi yang tinggi rasa ingin berhenti dan menyerah menghinggapi.
Pertanyaan-pertanyaan klise seperti
1. Untuk apa aku belajar?
2. Apa manfaatnya ini untuk dunia kerja?
3. Apa yang bisa aku dapatkan? Hal baru apa yang aku dapatkan?
Kadang disadari atau tidak, ketika seseorang memutuskan dalam bidang yang satu, seringkali dia temukan adalah hal yang sama.
Kenapa harus melakukan pendalaman materi? Pertanyaan ini dibutuhkan kesabaran untuk menjawabnya. Karena jawabannya hanya ada dalam tindakan dan keuletan dalam memahaminya.
Kita belajar bukan hanya untuk sekedar tahu,mengerjakan tugas dan membuat tugas akhir. Jika hanya itu bukankah bisa dilakukan secara outodidak? Jika hanya itu untuk apa?
Kita belajar untuk memahami banyak hal sama namun tidak sama.
Kita belajar untuk tambah sabar dan melihat apa yang tidak dapat dilihat oleh orang lain.
Jika belajar di jalur formal hanya sekedar tahu maka kamu cukup membaca buku.
Jika hanya untuk mendapat ijazah, sungguh ijazah sangat mudah untuk dirobek.
Nilai belajar bukan hanya ada pada kertas tapi melakat dalam dirimu sendiri. Dinilai bukan hanya oleh guru atau dosen dan masyarakat namun juga oleh pencipta.
Begitulah belajar, sungguh itu sulit maka dari itu dibutuhkan kesabaran. Sulit bukan karena tidak dapat menyelesaikan tapi sulit menghadapi kejenuhan, kebosanan dan keputusasaan.
Sulit bukan datang dari pelajarannya tapi datang dari diri kita sendiri.