Sisi Gelap Kita

Pepi Nuroniah
Karya Pepi Nuroniah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 Februari 2016
Sisi Gelap Kita

?

Bohong rasanya ketika kita sakit hati tidak ingin balas dendam. Kebencian menyelimuti jiwa dan pikiran. Benci juga seperti jatuh cinta yang bisa membuat kita tidak bisa tidur. Kesal terus menerus tanpa alasan. Selain rasa benci, iri hati juga ada. Kita kerap kali menghindari bahkan membunuh perasaan tersebut. Curang, adakah manusia di dunia ini yang bersih dari kecurangan? Ayolah katagori kecurangan bukan saja menipu orang. Banyak sekali contoh kecil, Misalnya tidak memberi tahu ada tugas pada teman.

Apakah mengikuti sisi gelap? lebih mudah dibandingkan sisi terang dalam kehidupan kita? Bagi saya pribadi itu juga sulit. Mencoba balas dendam, curang, menipu awalnya pastilah menakutkan. Takut ketahuan, malu dan konssekuensi lainnya. Tapi seperti yang kita ketahui sekali saja kita mencobanya amat susah kembali.

Berbeda dengan melakukan hal-hal baik. Sulit juga memulainya dan lebih sulit menjaganya. Makanya, perilaku baik lebih berharga dari pada emas. Jujur, memaafkan, tulus, berbaik sangka adalah hal yang harus terus dipupuk. Kita sendiri mengakui ada kemalasan dalam diri, terkadang ragu-ragu juga menyertai. Namun, semoga tekad yang kuat dapat menghidarkan kita dari sisi gelap yang kita miliki.

Kita tidak pernah tahu kapan kita akan terpengaruh, dan pada akhirnya memilih jalan yang tidak seharusnya. Lantas, kita harus bagaimana? Mungkin, Iman adalah hal yang wajib ada dalam diri kita. Sebab pengertian iman sendiri adalah bertamabah dan berkurang, bertambah dengan amal sholeh dan berkurang dengan maksiat. Semoga kita selalu terhindar. Sejatinya kita dihidarkan dari lingkungan yang kurang kondusif. Entahlah jika kita berada dalam lingkungan gelap akankah kita tetap bisa menerangi diri? Akan kah madu setitik bisa mengobati racun sebejana?

?

Pepi Nuroniah

01-02-2016

?

gambar http://kfk.kompas.com/kfk/view/53602-diantara-gelap-terang-

  • view 164