Beda antara S1, S2 dan S3

Pepi Nuroniah
Karya Pepi Nuroniah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 Agustus 2016
Beda antara S1, S2 dan S3

Beda antara S1, S2 dan S3

Apakah kamu sedang berkeinginan atau sudah merencanakan untuk melanjutkan study ke jenajang S2 atau S3? S2 nampaknya bukan lagi suatu yang tabu dan jarang ditempuh ini terbukti dari menaiknya minat mahasiswa dari tahun ke tahun. Contohnya UM mengalami kenaikan 20% dari tahun kemarin.

Penulis coba bertanya kepada beberapa orang yang ditemui alasan mereka melanjutkan study. Beragam sekali jawabannya ada yang mempunyai visi idealis seperti mengembangkan ilmu yang dia dapat, ada yang hanya untuk belajar, ada juga tuntutan profesi, ada yang berharap kenaikan karir ada juga yang beralasan untuk menghindari pertanyaan kapan menikah. Namun yang jelas sudah tidak ada lagi yang salah jurusan layaknya S1.

Salah jurusan? iya salah jurusan, kadang mahasiswa S1 merasa tidak nyaman dengan jurusan yang dia jalani sehingga menempuh masa studynya kurang maksimal. Mereka kuliah hanya sekedar kuliah duduk di depan dosen, mengerjakan tugas, lulus dan selesai. Namun ada juga ketika menyadari tidak cocok di satu jurasan memilih untuk mengulang dari awal agar dapat meraih mimpinya.

Di S1 kita lebih pada pengetahuan dan pemahaman akan materi-materi yang berkaitan dengan keilmuan jurusan kita. Mengetahui lantas observasi, apakah sesuai teori dan kenyataannya. Lulusan S1 disiapkan untuk bekerja dilapangan dan mengaplikasikan ilmu yang dia dapat. Misalnya lulusan S1 PGSD untuk mengajar di SD karena itu standar yang dibuat pemerintah. Atau S1 teknik dia akan melamar di perusahaan begitupun dengan akuntan dan lainnya. Kerena salah satu motivasi melanjutkan study adalah bekerja dan mendapatkan materi berupa uang.

Bagaimana dengan S2? Mungkin tidak ada lagi yang namanya salah jurusan. mahasiswa sudah memiliki motivasi dan pengetahuan tentang jurusan yang ditempuhnya. Meskipun motivasi masih bisa beragam seperti yang pernah penulis kemukakan. Namun kebanyakan yang melanjutkan S2 berharap dapat menjadi dosen atau peningkatan karir. Dalam segi keilmuan maka S2 lebih mendalam dan mengembangakan ilmu pengetahuan yang telah diperolehnya.

Dalam pelevelan S1 ada di tingkat 6-7 sedangkan S2 ada pada level 8. Membutuhkan kesungguhahn untuk sampai ke level 8. Mungkin sudah tidak bisa lagi copy paste selayaknya di jenjang S1, walaupun sebenarnya copy paste tidak dibenarkan dijenjang manapun. Analisis teori lebih mendalam dalam menempuh S2. Mahasiswa dituntut untuk banyak melakukan penelitian dan membuat karya ilmiah. Agar dapat menjadi kajian bagi civitas akademis

Adapun S3 diharapkan mampu untuk menjadikan suatu teori bahkan menemukan teori originalitas. Meskipun menurut penulis di dunia ini tadak ada yang benar-benar originalitas. Semuanya hasil modivikasi. Kita tidak pernah tahu siapa yang benar-benar menemukannya pertama kali. Adapun yang sering kita temui adalah orang yang pertama kali mempublikasikannya. Maka dari itu menurut Prof. Fattah bahwasanya ilmu pengetahaun itu adalah sekumpulan penelitian yang dilegalisasi oleh kelompok ilmah pada lembaga tertentu. Atau bisa juga susunan pengetahuan yang sudah diteliti dan diuji oleh yang diberi kewenangan.

Muncul pertanyaan seperti apakah ilmu pengetahuan yang objektif. Jawabannya adalah dunia ini dinamis dan terus berubah maka ilmu pengetahun pun demikian berlaku pada masa tertentu dan bisa berubah dengan pengetahuan berikutnya kurang lebih demikian.

Lebih singkatanya perbedaan antara S1, S2 dan S3 adalah S1 pengetahuan dasar atau masih umum S2 pengembangan teori-teori yang sudah dipelajari dan S3 diharapkan menghasilkan produk baru baik itu teori baru modivikasi atau apapun untuk pemecahan masalah dan dapat dijadikan acuan dan kajian bagi yang mau mengkaji.

Bagaimana pendapat penulis untuk menjalani kehidupan di S1, S2 dan S3? Hidup itu hanya sekali janganlah terlalu serius sayang banget kan, mari kita nikmati nafas yang sudah diberikan oleh tuhan. Kalau kamu kuliah ya belajarlah, jadilah penasaran dengan pengetahuan yang baru kamu dapat, percaya amat sama buku dan dosen. Ragukan dan buktikan sampai kamu sendiri menemukan apa yang kamu inginkan. Masa, sebagai manusia yang diberikan potensi begitu banyak kita haya mau ia dan tidak saja. Hidup ini terlalu pendak kan? Dan saya sendiri memilih untuk bermain.

Bagusnya serius sieh siapa tahu kamu yang sedang atau ingin kuliah bisa menjadi waaw. kan hidup cuman sekali masa mau main-main doang? J nah terserah deh mau pilih yang mana yang jelas kalau kata guru saya jangan Taklidull A’ma (mengikuti tanpa tahu apa-apa/buta) dan berdebat cuman buat cari sensasi doang.

*hasil menyimak Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed

*Telaah dan diskusi kualifikasi sejak pendidikan menengah sampai doktor

 

 

  • view 196