Apa Salah Sinetron?

Pepi Nuroniah
Karya Pepi Nuroniah Kategori Lainnya
dipublikasikan 29 Juli 2016
Apa Salah Sinetron?

Dalam dunia bisnis, yang diperhitungkan adalah untung rugi.  Kenapa sinetron itu masih ada? karena masih menguntungkan. Secara rating yang penulis lihat ada salah satu sietron yang sangat menuai kontroversi dan pernah mendapat teguran KPAI ada dipuncak rating.

Adanya rating apakah untuk mengukur sebuah acara televisi atau kepopulerannya saja? Nampaknya hanya untuk kepopulerannya. Jujur penulis jarang menonton TV. Yah, karena tidak ada tontonan yang menarik. Tapi tidak bagi sebagain orang lainnya. Yang penulis kira sinetron-sinetron itu membosankan ternyata masih ada dan tidak tamat-tamat. Berarti masih ada penonton setianya.

Penulis juga pernah menyempatkan untuk menonton acara anak-anak di saluran TVRI. Menurut penulis cukup edukatif. Tapi toh acara tersebut nampaknya tidak masuk ke 20 besar peringkat rating.  Acara-acara TV yang baik juga untuk bulan jaunuari-februari 2016 tidak ada yang bertengger diperingkat 1. Salah satu yang menetukan rating itu bukankah penonton? Sepengamatan penulis jika acara TV yang nampaknya kurang peminatnya akan cepat hilang dari peredaran.

Jika acara itu masih ada berarti ada penontonnya. Sebab tim produksi/kreatif TV tidak akan mengambil resiko untuk mempertahankan sebuah acara yang tidak menghasilakan keuntungan. Perkembangan cerita sinetron disadari atau tidak kitalah yang menjadi patokannya.

Misalanya ada yang komentar “ayo dong bikin acara yang mendidik dan berkualitas”. Masalahnya ketika itu sudah ada, apakah penonton akan tertarik? Bisa saja itu dibuat, namun seberapa lama acara tersebut akan bertahan? Toh, ternyata yang kita anggap tidak mengedukasi memiliki penonton yang banyak dan setia.

Nah, dan lagi acara TV kita latah. jika ada satu stasiun TV yang menayangkan satu acara lantas berhasil. Maka Stasiun TV yang lain pun ikut-ikutan. Mungkin masih hangat di ingatan tentang variety show yang menampilakn goyangan A. hampir semua acara TV mengikutinya. Ada yang menayangkan drama Korea, hampir beberapa TV mengikutinya, setelah itu drama Turki, India dll. Begitupun dengan sinetron tema hewan jadi-jadian TV tetanggapun ikut-ikutan. Setelah tema tersebut tidak buming lagi. Pindah ke anak remaja balap-balapan. Nah TV sebelah yang juga menayangkan sinetron bikin tentang motor-motoran juga.

Kenapa acara TV kita latah? pasti teman-teman juga bisa jawab. Menginginkan keuntungan dong. Terus bagaimana kita menyikapinya? Dukungan apa yang sudah kita berikan pada acara-acara TV yang baik? Kita tidak mungkin hanya berkomentarkan? Apakah hanya dengan melarang ade-ade kita untuk menonton acara tersebut? atau mari kita berkarya dan menginsfirasi ! Tontonan baik Tontonan kita .

Pepi Nuroniah


  • MissGalauSite Galausite
    MissGalauSite Galausite
    1 tahun yang lalu.
    Hai mba pepi, saya udah baca tulisan mbak yang satu ini. benar sekali, saya pun mengamati jika yang di cari hanyalah keuntungan, keuntungan bisa didapat dari rating yang bagus. jika ratingnya bagus, maka keuntunganpun semakin banyak di dapat. perihal ikut mengikuti suatu acara sudah sangat umum terjadi, seperti yang sudah mbak gambarkan. Ikut-ikutan acaranya. Jika ceritanya bagus keseringan rating nya sedikit maka mau tidak mau keputusan "bungkus" lah yang diambil dan menggantinya dengan yang lain. sebenarnnya sinetron tidak selalu salah, saya tidak membela sinetron. saya pun sedang tidak suka dengan sinetron yang lagi booming saat ini. namun apa daya banyak penonton dan adik-adik yang suka.

    • Lihat 1 Respon