Dear

Pepi Nuroniah
Karya Pepi Nuroniah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 09 Mei 2016
Dear

Dear

 

 

20092015

Apakah hari ini hujan? Iya dear, hari ini hujan bahkan dari pagi. Ini sperti orang-orang yang merindu. Cinta yang bertepuk sebelah tangan. Ingin segara hujan ini berhenti. Segera bergerak mengerjakan sesuatu. Namun kamu tahu dear dia hanya termenung memandangi hujan lewat jendela kaca itu?. Rindu itu tiba-tiba saja kembali mengusik relung hati. Dear, kamu tahu dia amat merindukan wanita dengan mata yang tersenyum itu. Namun apa daya seperti hujun yang hanya bisa turun ke bumi. Entah kapan awan akan membawanya kembali terbang. Begitupun dengan cintanya, hanya dapat mencintai entah kapan sang pujaan hati bersedia membukakan pintu hati. Dear..... Begitulah hujan  kali ini, kesekian kalinya rindu itu tidak bertemu hanya mampu membayangkan dan mengenang setiap ketidak sengajaan sebuah pertemuan.

22092015

17.30

Hari ini cuaca panas. Kamu tahu ? pria itu sesungguhnya menyadari bahwa wanita dengan mata yang tersenyum itupun merindukannya. Iya kita salah mengartikan. Ketika hujan kemarin, dia bukan menanti terbukanya hati si wanita. Namun dia sedang merutuki dirinya sendiri yang tidak berani untuk sakali saja  menatap mata sang pujaan hati. Betapa cinta itu amat aneh. Tapi begitulah nyatanya. Dear kita tidak pernah tahu akan kah sang pria ini memiliki keberanian itu. Atau dia akan tetap seperti ini  menunggu dan menanti. Berharap sebuah keberuntungan dapat kembali bertemu dengan wanita yang membuat ia tak dapat pejamkan mata. Ketika dia pamit pada senja, satu doa yang ia sisipkan "berilah kebahagian untuk wanita yang selalu membuat hatinya hangat" Ah Dear pria ini terlampau manis. Tapi sayang kita tidak dapat membantunya.

19.00

Matahari sudah pamit pada bumi sore ini. Namun kita salah dear, dia tidak pernah meninggalkan bumi. Kita kira dia hanya bersinar pada siang hari. Tapi bukan kah ini sangat keliru? Bulan yang terang itu, cahayanya pantulan dari matahari. Jadi matahari tak pernah benar-benar meninggalkan bumi. Mungkin dia hanya pamit sebentar agar kita bisa menikmati senja. sedangkan dia berlaku seperti itu agar bumi tidak bosan disinari. Bumi selalu setia menunggu pagi datang. Meskipun kadang matahari sesekali tertutup awan mendung atau bahkan seharian tidak muncul karena hujan. Namun, bumi percaya matahari akan terbit keesokan harinya. Dear, bisakah Pria ini memiliki cinta seperti cintanya matahari terhadap bumi? Apakah bumi itu adalah sang wanita yang amat dia cintai? Atau mungkin wanita lain yang sudah terlanjur menemani kesendiriannya? Iya Dear bukankah ada pepatah lama. cinta datang karena terbiasa atau bisa jadi hanya karena pemahaman yang baik. Wanita itu juga baik Dear, dia memiliki mata yang teduh keibuan. Mata yang dapat dirindukan kesejukannya. Wanita itu terlampau baik, dear. Tidak mungkin pria ini mengusir sang wanita. Alasan apa yang tepat untuk membuatnya menjauh?

Ah Dear lihat, hati Pria ternyata lebih rumit dibandingkan hati seorang wanita. Apa kamu bertanya tetang wanita dengan senyuman dimatanya? Ah.... Dia seorang yang pemalu namun amat murah tersenyum. Bukan hanya bibirnya yang tersenyum namun juga matanya. Ahahaha, bisa jadi itu hanya anggapan sang pria. Sayangnya wanita ini sangat peragu. dia tidak seperti bumi yang berkeyakinan bahwa matahari akan tetap datang. Ku kira bumi lebih mirip dengan wanita yang memiliki mata meneduhkan itu.

Dear Jika kamu menjadi pria itu, wanita yang mana yang akan kamu pilih, wanita yang kamu cintai atau wanita yang sabar menunggumu bahkan menemanimu? Ah... Dear kamu memilihku. Kenapa  memilihku? Rahasia. Maaf aku yang mulai berbicara tentang kita. Mari kita bicara tentang mereka lagi. Tapi tidak sekarang, kita lanjutkan nanti. Malam ini bagaimana kalau kita mentap langit saja. Seperti pria itu. :)

23092015

02.00

Suasana sepi seperti ini di sepertiga malam. Ketika orang-orang sedang tidur lelap namun sebagian lain nampak khusyu berdoa. Sepertiga malam suasana romatis bagi pencinta illahi. Bulir-bulir air mata biasanya tumpah ruah. Kali ini terjadi pada Pria sederhana memukau hati. Dia sedang memanggil mesra sang pencipta. Bertanya sedih akan kebimbangan hatinya. Dia tahu hidup bukan hanya tentang perasaan. Sungguh pria ini sangat baik. Kesopanan nya, tanggungjawab akan pekerjaannya. Tidak ada yang tidak akan jatuh hati padanya. Namun sayang Dia jarang sekali tersenyum. ketika ia tersenyum matanya selalu sendu. Mungkin ini salah satu alasan mencintai seorang wanita dengan senyuman di matanya. Ah Dear lihat air matanya makin meleleh. Dia merasa tidak berdaya akan perasaannya. Mengapa tidak ada kebernian dalam dirinya. Tapi mengapa dia merasa nyaman ketika mendapatkan perhatian bukan dari wanita yang dicintainya. "Ah, apa hanya gara-gara perasaan saja dia menangis sesendu itu? Cengeng sekali". Dear, kamu tahu Pria menangis di sepertiga malam itu keren. Perasaan, memang kadang seperti itu dia tidak permisi untuk datang. Bisa membuat orang menangis dan tertawa dalam sekejap. Dia dalam keadaan bimbang, harus segara memutuskan untuk janji masa depan yang lebih baik. "Berumah tangga" bukan hal yang mudah untuk diputuskan! Dear mari kita ikut mengamini Doanya agar dia dapatkan jalan terbaiknya.

24092015

Dear….. Kamu tahu hal yang paling menyebalkan adalah menjalang tidur. Tiba-tiba kita akan mengingat kekesalan yang terjadi di siang hari. Ketika akan tidur kita akan gelisah. Bukan hanya kekesalan yang membuat kita gelisah. Bahkan hal-hal yang menyenangkanpun tetap membuat  kita tidak bisa tidur. Ini terbukti Dear, Lihat sekarang pria itu dari tadi hanya membulak-balikan badannya saja. Sepele sekali masalahnya. Gara-gara pujaan hatinya bertanya hal sepele pula. yakni tentang satu Alamat  di kota tempat sang pria tinggal. Namun sayangnya pria ini tidak  berani untuk bilang "Ya sudah, nanti aku yang antar". Sang pria hanya menunjukan rute dan kendaraan umum apa yang harus dinaiki. Senang karena bisa berbalas pesan dengan sang wanita. Tapi dia amat kesal pada dirinya sendiri. Sungguh kasihan orang yang sedang dirundung cinta itu. Andai pria ini tahu  bahwasanya si wanita sudah berhari-hari mencari alasan yang tepat untuk menghubunginya. Sebanarnya dia sedang tidak ingin jalan-jalan atau tugas diluar kota. Namun dia berubah pikiran ketika mengetahui bahwa kota yang dituju adalah kota sang pria tinggal.

Sayangnya pria ini tidak tahu dan sekarang lihat. Wanita itu salah faham. Dia meyakini bahwa sang pria hanya menganggapnya sebagai teman biasa. Kamu tahu kan dear dia amat pemalu? Tidak mungkin dia bilang " Kamu bisa antar aku tidak? atau jemput aku di setasiun or halte ya?" Jadi malam ini mari kita saksikan kedua ingsan yang sulit memejamkan mata sambil menyesali dirinya sendiri itu.

25092015

07.00

Sinar mentari pagie menyapa hangat pria sederhana memukau hati. Meskipun dia tidur dengan kegelisahan di hatinya. Setidaknya, pagi harus tetap dimulai dengan harapan-harapan baru. Matanya mantap menuju ke depan . dia berjalan melewati ruang-ruang kantor dengan sopan dan sedikit berbasa-basi menyapa rekan-rekan. Tentu saja dia tersenyum ah tapi senyumnya amat ganjil. Terlalu dipaksakan. Ketika dia samapai tepat di mejanya satu kotak sarapan sudah terletak manis. Isinya Nasi lengkap dengan lauk pauk, tidak banyak tapi terlihat enak. Siapa lagi yang meletakkannya kalau bukan wanita yang keibuan itu. Pria ini menghebuskan nafas canggung. Entah harus bilang apa. Hampir tiap hari dia dibuatkan sarapan. Untuk pria lajang dan tinggal sendirian, ini menyenangkan. Tapi bagaimana, dia harus bersikap pada wanita itu? Tidak ada alasan untuk menolaknya. Pria ini takut menyakiti hati sang wanita. Sebenarnya tidak ada hal yang istiamewa yang dilakukannya  pada sang wanita. Ketika itu, kantor mengadakan rapat sampai tengah malam. Wanita ini nampak bingung harus pulang mengendarai apa. Kebetulan dia termasuk pagewai baru yang belum banyak mengenal orang. Sang pria dengan baik hati mengantarkannya sampai ke kontrakannya. Tidak banyak yang dibicarakan. Semenjak itu lah sarapan pagie geratis mulai tersaji.

09.30

Dear aku bosan menceritakan kisah pria ini. Bagaimana kalau kita ceritakan kisah kita saja. Alasan ku bosan adalah pria itu tidak keren lagi di mata ku dia terlalu plin plan. Menerima perhatian dari wanita yang satu tapi cinta dengan wanita yang lain. Bukankah pria itu harus berani, dear? Berani memutuskan mana sebaiknya yang dia pilih. Kamu tahu kan dear semua wanita itu mudah GR nya? Iya aku tahu, masih banyak hal yang harus dia dipersiapkan. Terutama “mental” tapi bukan kah hidup ini pilahan? Toh kedua wanita ini juga baik kan Dear? Sungguh aku penasaran dia akan memilih yang mana. Dia selalu siap sedia menolong teman sekantornya itu. Tapi dia tidak pernah menghubungi wanita yang dia cintai. Tidak berani. Dia merasa minder. Apa mungkin karena mereka ini teman sekelas. Yah memang wanita itu bukan hanya matanya yang tersenyum dia juga pintar, menarik dan dari keluarga baik-baik. Sedangkan, sang pria harus berusaha keras untuk kuliah sambil bekerja sana sini. Ketika di kelas dia hanya berani mencuri pandang. Wanita itu kira, pria ini membencinya karena diantra teman prianya hanya pria ini yang tidak pernah menegur-sapanya.

Mereka dekat hanya gara-gara tugas kelompok. Pria ini sering tidak masuk kelas kerena kesibukannya di luar. Wanita ini lah yang sering mengingatkannya untuk masuk atau mengajaknya mengerjakan tugas. Tapi yah pria ini menyebalkan. Namun kamu lihat sekarang, dia ramah sekali pada teman sekantornya itu. Apakah sekarang dia mulai menetapkan hatinya? Hey sedangkan wanita yang ia cintai sedang bingung harus naik kendaraan umum yang mana lagi . bukan kah pas hari ini dia bertugas di kota tempat pria itu tinggal.

10.00

Sudah jam 10 dan dia masih ada di tengah jalan. Sedangkan acara, harusnya sudah dimulai. Setelah dari setasiun dia menaik angkot yang ditujukan pria itu. Tapi sayangnya diturunkan ditengah jalan. Dia bingung dengan patokan jalan yang dimaksud. Dan lagi di kota ini rute angkot tidak sama dengan dikotanya. Dia wanita pemalu dan rumahan, jarang sekali  jalan-jalan ke luar kota selain dengan keluarga atau tugas kantor. Dan biasanya kantor hanya menugaskannya di dalam kota. Dengan ragu-ragu dia mencoba menelpon pria itu. Lama sekali diangkatnya satu kali tidak diangkat. Mencoba lagi, tidak diangkat. Wanita ini hampir putus asa. Tiba-tiba panggilan masuk

" Maaf tadi saya sedang di ruang atasan, ada apa?"  

" Emm sepertinya aku nyasar deh, aku bingung ada di mana" 

" Kamu sekarang posisi di mana?" Tanya nya hawatir

"ini aku ada di jalan depan bangunan rumah sakit dekat kampus"

" owh oke nanti saya ke situ"

 telpon langsung terputus.... Ah lihat wanita itu tampak tersenyum dear. Tapi hanya sebentar, karena dia baru menyadari, jika dia menunggu sang pria bukan kah dia akan tambah telat. Dia memarahi dirinya sendiri  "kenapa aku tidak naik taksi saja dari setasiun tadi? Kenapa harus mengikuti arahannya, ya ampun" wajahnya mengkerut sesaat namun seketika sinar di matanya dan senyum tipisnya menyiratkan hal lain.

10.20

Dear lihat . Sesekali wanita itu merapihakan kerudung hijau toskanya yang tak berantakan. Suhu badannya menghangat tapi berkeringat dingin. Mungkin ini yang disebut gerogi. Sudah dua tahun semenjak wisuda dia tidak pernah bertemu dengan lelaki ini. Dan sekarang pria tersebut akan menjempuntnya. Dia mulai melihat hp nya untuk kesekian kalinya . Kamu tahu kan dear wanita itu tidak sabaran? Namun dia mencoba untuk bersabar agar disebut wanita yang pengertian. Begitulah wanita tapi pada akhirnya dia  menelpon si pria tapi tak kunjung diangkat.

" Halo" nada bicaranya diusahakan sebiasa mungkin

" iyap, saya di belakamu" wanita itu pun menoleh kaget dan heran.

"Semejak kapan pria ini datang" tanya nya dalam hati.

'"Kapan datang?”

"barusan, tapi kamunya fokus sama hp . ternyata tlp saya ya?" Senyum yang khas. Bagi orang lain mungkin pria ini terlihat jutek. senyumnya selalu dipaksakan. Namun tidak baginya. Senyum ini yang membuatnya rindu.  

"Loh ko bengong? Ayo naik". Pria ini mengagetkannya

" em ia"

“ini helmnya”

“Ia”

Sepanjang jalan pria ini menjelaskan dan bertanya banyak hal pada sang wanita. Sedangkan  si wanita hanya memberikan jawaban pendek-pendek. Ah ya wanita ini pemalu.  Sikap pria ini yang membuatnya yakin  kalau dia ada rasa yang sama. Sebab sepengetahuannya. Dulu, ketika belum kenal dengannya. Pria ini dingan jarang banyak bicara. Adapun mengeluarkan kata seperlunya saja. Namun kenyataannya tidak sedingin itu. Ah dia memang banyak bicara jika bertemu di dunia nyata. Namun ketika saling mengirim pesan jarang sekali dibalas kecuali pendek-pendek. Begitulah dalam urusan perasaan kita tidak pernah tahu bukan?

Dear waktu terasa cepat sekali. Sang wanita sudah sampai di tempat tujuan. Dia tidak banyak berucap, dia hanya bilang terima kasih sambil mengembalikan helmnya. Tidak lupa senyuman di matanya. Indah sekali melihatnya. Sudah, pertemuan mereka hanya seperti itu. Tidak ada yang istimewa kan? Kecuali senyum ceria nampak dari keduanya. Tanpa mereka sadari bos, tugas, partner sedang menunggu mereka.

20.00

Dear kamu tahu tentang kebahagian? Sepotong kebahagian itu ketika kita memiliki teman yang baik. Tersenyum dan menangis berasama. Kita bisa datang kapan saja semau kita. Asal kita sedikit memahami kesibukannya. Dear aku rindu teman-teman ku. Bolehkah aku menangis dan mengirimkan doa untuk mereka?  Tentu saja bukan? Dear mari kita sudahi dulu akan kerinduanku. Bagaimana dengan para tokoh kita sekarang? Ah ya mereka sedang beristrahat sambil menonton acara salah satu setasiun tv swasta. Sebenarnya bukan mereka yang menonton tv tapi tv lah yang menonton mereka.

Lihat saja tatapan matanya entah menatap ke mana. Tersenyum padahal tidak ada yang lucu. Dan kamu tahu, mereka berdua tadi siang ditegur oleh para atasan? Yah, pria ini saking terburu-burunya ia bahkan tidak sempat menitip pesan atau pamit ke salah satu staff. Nah, ketika si bos mencarinya tidak ada yang tahu dia pergi ke mana. Sedangkan sang wanita, untungnya ada partner yang memang datang duluan dari kemarin. Kebetulan dia harus berkunjung ke rumah salah satu saudaranya. Jadi dia datang tepat waktu sehingga dia bisa sedikit memberi penjelasan pada pimpinan cabang akan keterlambatan sang wanita. Namun tetap teguran adalah hal yang pantas diberikan ? Jatuh cinta buka berarti mengabaikan tugas kan dear?

Teguran dari atasan kali ini nampaknya tidak mereka risaukan dear. Acara tv saja mereka abaikan. Mereka menyalakan tv namun yang mereka lihat adalah hp. Tidak ada pesan yang masuk ataupun tlp. Mereka hanya memandangi percakapan pesan yang sudah lama. Yap, pesan dimana sang wanita menanyakan alamat dan angkot. Tidak ada yang menarik tapi mereka tertawa membaca pesan itu sambil mengingat kejadian tadi siang. Obrolan ringan, tawa atau sekedar senyum kecil benar-benar nampak nyata dipelupuk mata.

Dear kamu tahu, mereka aneh, kenapa hanya menatap hp itu. Bukankah lebih baik mentelpon. Ah ya mereka terlalu gengsi dan malu. Bingung harus menanyakan apa.“Sudah makan?”, itu terlalu kekanakan, toh buat apa bertanya jika tidak mengajak makan. “Lagi apa?” itu berlebihan, terlihat sangat dibuat-buat. “Owh ya tadi acara lancar?” akhirnya pria itu mengirim pesan. Setidaknya pesan seperti ini adalah pesan basa basi yang sempurna. Wanita itu senang sekali. Sayangnya dia hanya menjawab "Lancar". Dan hening tidak ada berbalas pesan. Diam serta hembusan nafas mereka saja yang hampir sama dengan desau angin.

27092015

Dear kenapa rindu itu amat menyesakan? Haruskah seseorang yang merindu itu bertemu? Namun setelah sebuah pertemuanpun tidak bisa mengobati rindu. Sebaliknya rindu makin bertambah. Dear bagaimana kita beri nama wanita ini rindu. Iya seperti namanya, rindu sedang merindukan pria itu. Tiga hari di kota ini, sekalipun tidak pernah menemuinya. Janganpun itu sekedar bertanya “kapan pulang”? tidak dilakukannya. Keterlaluan bukan? Maka rindu berinisiatif untuk mendatangi kantornya sebelum kembali ke kotanya. Mungkin sambil membawakan cake untuk sang pria.

Ternyata bukan hanya rindu yang sedang kangen dengan sang pria. Begitupun Elmi, iya dear nama pria ini Elmi. Seperti pernah ku jelaskan dia pria sederhana. Tentu saja lebih tampan kamu dear. Tapi Elmi, dia memiliki tatapan yang tersembunyi. Dia pria menarik Dear.  Wanita selalu tahu hal itu. Elmi malam ini nampak gelisah.  Sebenarnya dia tahu hari ini adalah malam terakhir Rindu berada di kotanya. Tapi dia terlalu banyak berpikir. Sampai ada tlp yang masuk. Kaget dan senang namun setalah tahu siapa yang tlp. Nampak kekecewaan dari wajahnya.

28092015

06.45

“Apakah dia sudah membeli kuehnya?” “kau bertanya penasaran dear?” Iya tadi malam dia langsung membeli kue itu. Untung di dekat hotelnya ada tempat perbelanjaan. Jadi, sekalian beli oleh-oleh untuk orang rumah dan kantor. Sekarang lihatlah wanita itu berdiri cantik di depan gedung temapat Elmi bekerja. Dia sudah menyiapkan alasan membiri kue tersebut . “sekedar rasa terima kasih karena dijemput” Tentu saja dia naik taksi agar datang sangat pagi, sengaja untuk bertemu Elmi sebelum masuk kantor.

Pertemuan itu tidak semanis dan sehangat yang dia bayangkan. Bahkan, Rindu tidak bisa tersenyum dengan tulus seperti biasa. Senyumnya amat dipaksakan. Pria itu entah kenapa harus pagi ini, datang bersama Riana wanita teman sekantornya. Riana yang salalu membuatkannya sarapan. Nampak mereka mengobrol sambil menyerahkan helmnya kepada Elmi. Saling tersenyum.  Ingin langsung pergi tapi tidak mungkin. Itulah yang dirasakan rindu. Dia amat jelas menyaksikan keakraban mereka yang berjalan berbarengan masuk kantor. Namun, wanita itu sedang memainkan hpnya dan mendahuli Elmi , tanpa lupa untuk pamit. Dia tidak menyadari bahwa Rindu sedang mengamatinya.

Sedangkan, Elmi bingung dan kaget. Seketika dia terdiam melihat Rindu yang memandangi Riana. Dia berusaha mengendalikan hatinya. Perlahan dia menghampiri wanita yang sangat dia cintai. 200% keyakinan cintanya pada Rindu namun 0% usaha yang dia lakukan untuk Rindu. Perhatikan saja pria itu hanya menyapa dan bertanya “kenapa Rindu ada Di depan kantornya”. Dan kamu tahu dear, sungguh rindu sedang menahan tangis dia berusaha sebiasa mungkin. Tidak ada jawaban dari mulutnya, dia langsung memberikan kuenya. Dan mengucapkan terima kasih karena telah menjemputnya. Itu saja dan selesai.

Kisah cinta mereka makin rumit Dear. Semenjak itu Rindu berpikir bahwasanya Riana adalah kekasih sang pujaan hati. Kita tidak bisa bilang itu tidak benar. Karena Elmi pria memukau hati yang menyebalkan,  tidak pernah memberi penjelasan baik pada Rindu maupun Riana. Di kantor, gossip makin menyebar akan kedekatan Elmi dan Riana sampai pada media social seperti Facebook dan Instagram. Teman-temannya amat jail menguploud kebersamaan mereka yang sengaja mereka photo tanpa sepengetahuan mereka. Sungguh mereka tidak pernah tahu dibagian kota yang lain selalu ada wanita yang memantau Facebook Elmi. Menambah keyakinannya akan pria dicintainya mungkin akan segera menikah.

Pria itu entah apa yang ada dipikirannya. Aku makin heran dear. Dia diam padahal kamu tahu dear diam bukanlah jawaban.

 

20092009

Suasana di kelas ribut, meskipun ada dosen di sana. Dosen tersebut ikut tertawa dengan mahasiswanya. Dia menyuruh mahasiswanya memperkenalkan diri satu persatu

“Saya Rindu” diikuti senyum dimatanya

“Maaf saya terlambat” Pria itu masuk kelas dengan senyum canggungnya. Melihat ke dosen dan menunduk. Rindu menatapnya, pria itu menoleh. Rindu tersenyum bersahabat, Pria itu hanya mengagguk dan segara mencari tempat untuk duduknya

 

 

  • view 102