Sayang, Apabila itu Hanya Mimpi

Pepi Nuroniah
Karya Pepi Nuroniah Kategori Motivasi
dipublikasikan 07 April 2016
Sayang, Apabila itu Hanya Mimpi

Semua orang mempunyai mimpi, namun apa yang membedakannya? Ada yang menjadikannya nyata dan ada yang hanya menyimpannya. Maka, engkau bagian yang mana? Semua orang pantas bermimpi Karena itu adalah haknya. Namun apakah dia jadi pembela mimpi-mimpinya?
?
Mimpi, baik kamu wujudkan atau tidak, orang lain yang melihatmu tetap akan berkomentar. Abaikan? Bukanlah hal mudah untuk mengabaikan pendapat-pendapat orang lain. Sulit, menjadikannya memang sulit. Semenjak kapan apa yang kita harapkan, sesuai dengan kenyataan tanpa kerja keras? Pengorbanan apa yang paling besar? Waktu, mimpi membutuhkannya. Tenaga, tidak mungkin terwujud tanpanya. Komitmen, manusia adalah mahluk pembosan luar biasa, kita harus menyadarinya. Doa, kita butuh penjaga dalam hidup dan semangat kita.
Memulai Sesutu hal baru, perjalanan baru dan memutuskannya bukanlah hal yang mudah. Inilah yang paling berat, kita menyebutnya ?permulaan?. Setelah tahap ini kita lewati, berikutnya lebih susah yakni "komitmen". Apakah kita akan tetap konsisten dengan segala halangan, rintangan meskipun berjalan mulus dan bisa melewatinya. Jenuh dan bosan biasanya melanda. Ingat, tidak ada kesenangan yang abadi. Sebagai manusia alamiahnya ingin terus bergerak dan berinovasi. Karena maju kedepan adalah sebuah kebutuhan.
?
Lantas harus bagaimana? Ini adalah saatnya pembuktian, setiakah kamu pada mimpi-mimpimu? Dapatkah kamu mensyukurinya? Atau masih mengeluh bahkan menyombongkan diri atas apa yang kamu raih? Tapi sebulum memikirkan hal ini kedepannya. Mulailah langkah pertamamu, semoga diikuti dengan langkah-langkah berikutnya. Lihatlah, mimpimu mulai menjadi nyata. Bilapun tidak terwujud setidaknya kamu sudah melewati tahap pertama.
?
<form id="u_jsonp_7_0" class="commentable_item collapsible_comments" action="/ajax/ufi/modify.php" method="post" data-testid="feedback_form" data-ft="{"tn":"]"}">
?
</form>

  • view 109