Dan pada akhirnya drama koreapun membosankan

Pepi Nuroniah
Karya Pepi Nuroniah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Januari 2016
Dan pada akhirnya drama koreapun membosankan

Penyuka DRAKOR (Drama Korea) ? Sangat Suka
Kebayang-bayang terus setiap kata dan adegan sweetnya ? Iya ?.. kadang bisa terbawa ke kehidupan nyata
Lupa makan, mandi, ngerjain tugas dll? Ga lupa sieh, cuman naggung aja kalau ditinggalin pas seru-serunya (Males)
Ngabisin Kuota Internet, lama-lama di kampus, kantor, sekolah cumin buat nonton or download? Emmmmm Bisa jadi!
Ngubrek-ngubrek Blog, Forum, Twitter dll hanya sekedar ingin baca sinopsis atau spoiler? Iya, ini solusi kalau ga bisa download atau nonton. Setiap masalah memang selalu ada solusinya,

?

Hal-hal di atas pernah saya lakukan. Apakah sampai sekarang? Iya tapi tidak se addicted dulu. Hal yang kadang jadi pertanyaan bagi diri saya sendiri adalah ?betapa orang korea sana niat sekali bikin drama?. Banyak drama yang mereka produksi. Cerita berpariatif, mulai dari sejarah, sekolah, kehidupan kantor, politik, kedokteran, bencana alam, persahabatan, hubungan antara orang tua- Anak, kepolisan, kejaksaan. Semua ranah kehidupan bisa mereka angkat dan wawnya itu terlihat seperti benar-benar terjadi di sana.

?

Selain eksekusi drama yang sering kali memukau, penulisnya pun tidak kalah mengagumkan. Bukan kah untuk menulis membutuhkan reseach? Cerita yang disuguhkan terlihat detail bagi orang awam bahkan menambah pengetahuan. Ketika saya melihat drama tentang pengacara atau jaksa, terlintas dalam benak saya ?wah pengen jadi pengacara atau jaksa?. Kesan tentang drama korea amat mendalam.

Sayangnya semenjak tahun 2013 dan yang paling parah di tahun 2015, saya merasa tidak seantusias dulu/Bosan. Lama-kelamaan seakan-akan saya sudah hafal cerita drama ini akan dibawa kemana, polanya sama, jalan ceritanya hampir mirip. Mungkin itu juga kah yang dirasakan orang-orang Korea sana? Sebab menurut pengamatan saya (ceilah pengamatan), untuk mendapatkan rating menyentuh angka dua digit itu sulit. Kadang saya suka melihat rating untuk menonton sebuah drama, atau penasaran tetang drama yang saya tonton berating tinggi atau rendah. Dan memang makin ke sini, saya jarang mendapati drama yang berating 15% ke atas. Bisa jadi itu disebabkan kebosanan bukan?,

Lantas apakah saya berhenti menonton drama atau membaca sinopsisnya? Saya sempat beralih ke drama Cina, Jepang dan Thailand. Setiap drama rasanya berbeda dan pada akhirnya saya masih lebih cocok pada drama Korea. Tentu saja ini hanya masalah kesukaan. Bukan berarti drama Korea lebih baik dari drama lainnya karena ke semuanya unik punya rasanya sendiri.

Iya, saya tidak berhenti menonton drama, hanya lebih selektif tidak seperti dulu yang semua drama ditonton.

Apa yang membuat saya bertahan? Mungkin penulisnya,sutradaranya, produsernya Aktornya dan cerita diawal-awal episode. Saya mengikuti drama hanya untuk penulis naskah tertentu. Dulu saya menyukai drama hanya karena aktor dan ceritanya, makin mengenal drama saya lebih penasaran pada penulisnya dan siapa yang akan memproduserinya. Setelah saya perhatikan ternyata saya menyukai drama-drama yang diproduseri dan ditulis oleh orang yang sama. Pemilihan tontonan berdasarkan ini lebih sedikit mengecewakan disbanding melihat retingnya atau artisnya. Rating yang rendah belum tentu kualitas ceritanya juga rendah. Tapi ini bisa jadi subjektif sebab tergantung pandangan masing-masing. Namun, saya juga masih menonton drama disebabkan aktor/aktrisnya. Jika kurang menarik saya akan stop nonton/download bisa di episode pertama off atau episode belasannya.

Pada akhirnya drama korea juga membosankan. Terbukti di tahun 2016 ini belum ada satu dramapun yang menarik saya dalam dunianya. Padahal, banyak sekali drama yang katanya kece berseliweran. Saya hanya tertarik membaca sinopsisnya saja. Ketika ada drama yang membuat saya menonton sekaligus baca sinopsisya, berarti drama tersebut Waaww untuk saya. Kabar baiknya tentang kebosanan menonton, rutinitas saya terlihat kembali normal.

Drama yang berdar di awal tahun ini, siapa tahu ada yang tertarik atau mungkin sedang mengikuti ceritanya :

-Signal tentang kepolisan/dektetif, pemecahan kasus yang dikemas time travel, orang masa lalu bisa menghubungi orang yang ada di masa sekarang penulis Kim Eun Hee. Mulai tertarik tapi belum sampai tahap ingin menonton

-One More Happy Ending cerita komedi romantic, cocok ditonton untuk yang tidak menyukai tema berat

-Jang Young Shil tentang sejarah Ilmuan/penemu di jama joseon

-Remember The War Of The Son tentang ayah dan anak, kejaksan, kepolisian dll stop download di episode 4, masih mengikuti sinopsisnya

-Cheese In The Trap tentang hubungan yang rumit, tapi bisa diikuti

Dll??..

Apakah drama-drama di atas seru/membosankan? Silahkan dinilai sendiri, karena penilain saya sangat-sangat subjektif?

gambar?http://asianwiki.com

  • view 704