2016, BOOKED!

Wurdiyah Nur Madura
Karya Wurdiyah Nur Madura Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 31 Juli 2017
2016, BOOKED!

Lihatlah. Itu aku yang sedang duduk di situ, di rumahmu. Iya, rumahmu. Coba perhatikan wajahku, mimik tersipukah itu? Wajah perempuan itu, wajahku bisa tersipu?! Perempuan yang mulutnya jahat dan suka cekakakan super tak cantik katamu.
.
Kamu, temanku jaman Putih Abu-abu. Kalau coba kuingat, jaman aku ke rumahmu tahun 2006 waktu itu. Sebagai teman satu geng denganmu, kakak tingkatku. Teman main, bolos, jalan, makan, curhat soal pasangan, mokel puasa, dan sekitarnya dan sekitarnya. Setidaknya begitulah kegiatan bersama kita jaman itu.
.
Sekarang lihatlah, aku di situ, di rumahmu, sebagai calon menantu. Geli kah kamu? Aku sendiri tak punya kata yang pas untuk mewakili penjelasan atas situasi yang sedang berlaku.
.
"Kayaknya aku ingat kamu Neng...," kata seorang Ommu. Aku tertawa berbungkus senyum, kamu membalikkan badan menahan gelakmu.
.
Ommu yang sekarang tengah bertugas sebagai Kepala Sekolah di sekolah kita dulu, adalah Guru BK di waktu itu. Guru yang sering menghadapiku di gerbang pintu, tawar-menawar izin bisa masuk kelas karena terlambat waktu. Guru yang menyuruhku melepas sepatu karena tak sesuai aturan baku. Dan segelintir hukuman lain karena seprintilan masalah ini itu.
.
Kamu tertawa, aku sendiri kelu antara merasa lucu atau malu.
.
Sekarang, aku di sini, aku teman lamamu yang berani-beraninya kamu pinang menjadi calon istrimu.
.
Hai kamu di sana, teman lamaku, apakah kita sekarang sudah begitu berbeda dengan kita yang dulu? Jika dulu kita bisa berbagi cerita apa saja tentang apa saja, sekarang kita lebih banyak diam seolah beku.
.
Saling diam. Dan aku tak keberatan tentang itu. Aku hanya berharap kuat, semoga semua kebisuan di antara kita semata adalah karena kerayaan rasa yang kita bangunkan di antara malam-malam tidur berlalu.
.
Kita megahkan di hadapanNya, mengajukan proposal masa depan bersama kepadaNya. Meminta agar kita bisa bersabar melalui jalan yang ditunjukkanNya. Hingga nanti kita bisa berhasil sampai dengan baik pada waktunya. Bismillah. Insyaallah. Sehidup, serumah, setangga menuju sesurga.

  • view 50