Jejak Dhani Dewa 19, Dari Musisi Kondang hingga Politisi yang Terjerat Undang-un

Yasir Faizun
Karya Yasir Faizun Kategori Politik
dipublikasikan 30 November 2017
Jejak Dhani Dewa 19, Dari Musisi Kondang hingga Politisi yang Terjerat Undang-un

Bagi Baladewa sendiri, minat Ahmad Dhani ke dunia politik sudah tidak asing. Bakat politik mantan suami Maia Estianti ini terlihat lewat lagu-lagu di album Ahmad Band; Ideologi, Sikap, Otak.
Lirik lagu "Distorsi", "Dunia Lelaki", "Interupsi", dan "Ode buat Ekstremis" yang digubah pada 1998 jelas bernuansa politis.

Sebagai politisi maupun musisi, Dhani akrab dengan kontroversi. Publik sudah beberapa kali menyoroti tingkahnya yang terkesan arogan, meskipun begitu kepiawaiannya dalam dunia musik patut diakui. Majalah The Rolling Stone Indonesia menempatkannya di urutan ke 24 di edisi The Immortals 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa, sedangkan Dewa 19 di posisi ke 23.

Kiprah Dhani sebagai musisi dimulai awal 90-an, saat Dewa 19 melejit dengan tembang "Kangen" yang dipopulerkan bersama dengan teman-teman SMA-nya. Kasus pertama yang dihadapi bersama Dewa 19 adalah Narkoba, Ari (vokalis) menyatakan keluar setelah terjerat. Sempat vakum, Dewa 19 kembali bersinar dengan kehadiran Once Mekel, dengan formaasi dan brand baru mereka "Dewa".

Kontroversi Keluarga : dari perceraian hingga nikah Sirri

Seiring dengan kepopuleran Dhani, media mulai meneropong kehidupan pribadi. Perselisihannya dengan mantan istri, Maia Estianti menjadi topik hangat sepanjang 2007 hingga beberapa tahun setelahnya, perceraian tersebut berawal dari rumor bahwa Dhani telah melaksanakan pernikahan sirri dengan Mulan Kwok (sekarang Mulan Jameela) yang merupakan personel duo Ratu, partner Maia Estianti.

 

Hubungan dengan FPI: dulu kontra kini semeja

Album laskar cinta yang rilis pada 2004 mendapat reaksi negatif dari Front Pembela Islam, logo album yang merupakan bentuk Lafdzu Jalallah (kalimat Allah) dijadikan alas saat Dewa(19) manggung. Tentu ini adalah penistaan. Dhani pun berlindung ke Gus Dur, yang saat itu adalah ketua umum Partai Kebangkitan bangsa (PKB). Di tahun 2016, siapa sangka Musisi yang diduga agen Illuminati oleh kalangan Islam Militan tersebut turut hadir menuntut penangkapan Ahok bersama FPI dan umat Islam lainnya.

 

Sufis yang Hedonis

Dhani memang memasukkan unsur-unsur sufisme di dalam karyanya. Al Ghazali, Jalaluddin El Rumi, Abdulqodir Jailani, semua adalah tokoh-tokoh besar sufi. Di lagu "Laskar Cinta" pun jelas bahwa Dhani terpengaruh oleh Khalil Gibran. Sayangnya, gaya hidup seorang artis memang lekat dengan hedonisme.

 

Ahmad Dhani sebagai Negarawan

Dhani sempat berselisih dengan  pakar telematika Roy Suryo, terkait logo Dewa 19 yang dianggap melecehkan Sang Saka Merah Putih di video klip "Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia", dugaan makarpun membuatnya dipanggil oleh penjaga keamanan negara.

Keputusannya untuk bergabung di Partai Gerindra adalah bentuk nyatanya sebagai negarawan yang merasa peduli dengan Indonesia, sekaligus wujud sifat visionernya dari album Ideologi Sikap Otak.

Kegagalan di PILKADA 2016 menjadi wakil bupati Kabupaten Bekasi adalah langkah awal sikap politiknya.

Begitulah jejak Ahmad Dhani, musisi sekaligus politisi penuh kontroversi.

 

  • view 149