Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 5 Juni 2017   22:00 WIB
Bunda, sejuta lelah moga berbayar Surga...

Bunda, sejuta lelah moga berbayar Surga... part 1 Menjadi anak pertama berjuta rasanya. Senang, bangga, tertekan, penuh kejutan deh rasanya. Saat awal kelahiran, saat awal membuka mata melihat dunia mungkin kita tidak ingat bahwa ayah dan bunda kita tersenyum lebar sembari merapal ucap syukur, hamdalah. Setelah itu, ayah akan mendendangkan, merangkaikan bait yang amat indah terdengar di telinga kita, Adzan! Itulah kita dengan sejuta istimewa yang tersemat dalam diri meski kita tak sadar. Selama seminggu bunda mengurus diri dan kita, memberikan ASI yang paling kaya akan gizi. Sakit, itulah rasa yang bunda kita alami. Sebagaimana disebutkan dalam penelitian bahwa awal kali seorang wanita mencoba mengeluarkan air susunya, sakit. Kalau dalam istilah jawanya, “mrengkel”. Yah, apalagi jika telah keluar kita tak mau meminumnya, sungguh menyiksa. Namun kasih sayang seorang bunda tidaklah bertepi. Jikalau bertepi tentu kita tak akan lahir ke dunia dan akan menjadi korban jahat para wanita bejat yang rela aborsi karena malu aib tersingkap. Duh, sengsara sungguh mereka. Padahal dalam sebuah pepatah tersebut, “Allah memberikan rasa sakit ketika melahirkan sebagai kasih sayang-Nya. “ kalau orang zina terus aborsi atau melahirkan, mereka tak lagi merasakan sakit yang berbarakah. Wa’iayadzubillah. Sahabat, setelah itu bunda merawat. Ngompol! Yah, kita membenamkan diri dalam kubangan air yang berbau. Duh, kasihan yah, bunda kita. lagi capek-capeknya setelah kerja seharian beres rumah, belum lagi kalau bunda kita wanita karir yang aktif pasti capek sekali. Lagi capek seperti itu kita nangis tengah malam dan memberi hadiah buat bunda berupa cucian baru. Hah, kalau kita yang single yang ngebayangin kayaknya nggak sanggup deh! Tapi, itulah telepati dan rasa kasih yang Allah sematkan, fitrah! Makanya, kalau ada nih seorang bunda yang tega buang anaknya, perlu dipertanyakan. Jangan-jangan dia nggak dikasih fitrah tersebut. Duh, kasihan. Bersambung...... Oh ya, sebenarnya Nay hanya ingin berbagi kisah. Namun, ini buat prolog jadi ngalor-ngidul. Maaf ya... Untuk kisahnya, tunggu ya sobat!...

Karya : nay nazahah