Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Motivasi 18 Januari 2018   16:42 WIB
PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP PERILAKU REMAJA MASA KINI

PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP PERILAKU REMAJA MASA KINI

 

Paulina Feoh

Mahasiswa Semester VII Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Kupang

 

 

Abstrak

 Globalisasi merupakan suatu proses perubahan hidup yang tak dapat dihindari. Hadirnya globalisasi ini memudahkan segala informasi, budaya lain, tren dan yang lainnya masuk ke Indonesia. Hal tersebut merupakan faktor utama mengapa anak remaja sekarang ini berbeda jauh dari zaman sekarang. Globalisasi ini dapat mendatangkan dampak yang positif namun terkadang juga negatif. Akhir-akhir ini, perilaku seseorang di era globalisasi mulai berubah. Perubahan perilaku anak remaja ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Oleh kerena itu perlu adanya upaya yang baik untuk mengatasinya baik dari internal maupun eksternal.

Kata kunci: globalisasi dan perilaku remaja masa kini

 Pendahuluan

Dibandingkan dengan zaman dulu, perilaku anak remaja sekarang ini sangatlah berbeda. Kebanyakan anak remaja zaman sekarang cenderung lebih pembangkang dan keras kepala. Pergi dari pagi hingga tengah malam sudah menjadi kegiatan rutin, bahkan merokok dan meminum minuman keras juga sudah menjadi kegiatan yang tidak asing lagi bagi mereka. hal ini sungguh tidak baik bagi para remaja tersebut dan nilai-nilai tradisional-pun telah hilang dari mereka. Jika dibiarkan terus begitu, maka ada kemungkinan yang cukup besar bahwa masa depan mayoritas anak remaja seperti itu tidak seperti yang diharapkan. Menurut saya, sebaiknya nilai-nilai tradisional seperti pentingnya menghormati orang tua, sopan kepada orang lain, dan yang lainnya harus ditanamkan kepada diri masing-masing dari para remaja. orang tua sebaiknya lebih tegas kepada anak-anaknya agar mereka tidak berbuat hal-hal yang tidak baik dan tetap menjunjung tinggi nila-nilai tradisional yang diajarkan.

 Perubahan perilaku anak remaja ini dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain adalah globalisasi dan pengaruh dari lingkungan mereka sendiri. Globalisasi adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia dan merupakan hal yang tidak terhindarkan. Globalisasi memudahkan segala informasi, budaya lain, tren, dan yang lainnya masuk ke dalam Indonesia. Hal tersebut merupakan faktor utama mengapa anak remaja sekarang ini berbeda jauh dari zaman dulu. Pengaruh budaya barat yang tidak selalu positif dapat memberi contoh yang tidak baik bagi remaja masa kini. Contohnya tidak lain adalah sopan santun dan cara pemakaiannya. Pada umumnya, anak remaja barat memanggil orang yang lebih tua daripada mereka dengan nama saja tanpa menyebut panggilan yang sepatutnya bahkan pada cara berpakianpun tidak baik namun sekarang ada juga yang terpengaruh dengan mengikuti mereka . Selain itu, anak-anak remaja barat mempunyai pergaulan yang jauh lebih bebas. Dua contoh itu merupakan hal negatif yang merambat pada anak-anak remaja masa kini, terutama anak-anak remaja di Indonesia. Selain globalisasi, lingkukan anak-anak remaja juga mendukung mereka untuk tetap memegang pentingnya nilai-nilai tradisional atau mengacuhkan nilai-nilai tradisional tersebut. Karena itu, para remaja harus cerdas dalam memilih dan menilai siapa yang menjadi teman mereka dan orang tua atau anggota keluarga yang lain juga harus membimbing para remaja di jalan yang benar.
Globalisasi dapat mendatangkan dampak yang positif, namun terkadang juga negatif. Kita bisa mengetahui bahwa globalisasi merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi remaja masa kini untuk tidak mementingkan nilai-nilai tradisional yang penting.

             Perubahan perilaku anak remaja ini dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain adalah globalisasi dan pengaruh dari lingkungan mereka sendiri. Globalisasi adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia dan merupakan hal yang tidak terhindarkan. Globalisasi memudahkan segala informasi, budaya lain, tren, dan yang lainnya masuk ke dalam Indonesia. Hal tersebut merupakan faktor utama mengapa anak remaja sekarang ini berbeda jauh dari zaman dulu. Pengaruh budaya barat yang tidak selalu positif dapat memberi contoh yang tidak baik bagi remaja masa kini. Contohnya tidak lain adalah sopan santun dan cara pemakaiannya. Pada umumnya, anak remaja barat memanggil orang yang lebih tua daripada mereka dengan nama saja tanpa menyebut panggilan yang sepatutnya bahkan pada cara berpakianpun tidak baik namun sekarang ada juga yang terpengaruh dengan mengikuti mereka . Selain itu, anak-anak remaja barat mempunyai pergaulan yang jauh lebih bebas. Dua contoh itu merupakan hal negatif yang merambat pada anak-anak remaja masa kini, terutama anak-anak remaja di Indonesia. Selain globalisasi, lingkukan anak-anak remaja juga mendukung mereka untuk tetap memegang pentingnya nilai-nilai tradisional atau mengacuhkan nilai-nilai tradisional tersebut. Karena itu, para remaja harus cerdas dalam memilih dan menilai siapa yang menjadi teman mereka dan orang tua atau anggota keluarga yang lain juga harus membimbing para remaja di jalan yang benar.
Globalisasi dapat mendatangkan dampak yang positif, namun terkadang juga negatif. Kita bisa mengetahui bahwa globalisasi merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi remaja masa kini untuk tidak mementingkan nilai-nilai tradisional yang penting.

Oleh sebab itu, para remaja harus membuka mata mereka lebar-lebar untuk memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Selain itu, orang tua juga harus bisa lebih berperan dalam kehidupan para remaja untuk mencegah mereka terjerumus ke dalam hal-hal yang buruk atau negatif.

Bagian inti

 Pengaruh globalisasi tehadap perilaku remaja masa kini

 Globalisasi

Globalisasi adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia dan merupakan hal yang tidak terhindarkan. Globalisasi memudahkan segala informasi, budaya lain, tren, dan yang lainnya masuk ke dalam Indonesia. Hal tersebut merupakan faktor utama mengapa anak remaja sekarang ini berbeda jauh dari zaman dulu. Pengaruh budaya barat yang tidak selalu positif dapat memberi contoh yang tidak baik bagi remaja masa kini. Contohnya tidak lain adalah sopan santun. Pada umumnya, anak remaja barat memanggil orang yang lebih tua daripada mereka dengan nama saja tanpa menyebut panggilan yang sepatutnya. Selain itu, anak-anak remaja barat mempunyai pergaulan yang jauh lebih bebas. Dua contoh itu merupakan hal negatif yang merambat pada anak-anak remaja masa kini, terutama anak-anak remaja di Indonesia.

  1. Ciri-Ciri Globalisasi

Dewasa ini, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa ciri-ciri dari globalisasi. Berikut penulis paparkan ciri-ciri dari globalisasi tersebut: Berkembangnya pertukaran budaya nasional; Penyebaran prinsip multikulturalisme; dan kemudahan akses suatu individu terhadap    kebudayaan lain diluar kebudayaannya; Berkembangnya turisme dan pariwisata; Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain; Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film, dan lain-lain; Bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti piala dunia, miss world, dan lain-lain; Persaingan bebas dalam bidang ekonomi dan Meningkatkan interaksi antar negara melalui perkembangan media massa.

 Perilaku

Perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, emosi, etika, sikap, persuasi, dan kekuasaan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.

Perilaku seseorang dikelompokkan ke dalam perilaku wajar, perilaku dapat diterima, perilaku aneh, dan perilaku menyimpang. Dalam sosiologi, perilaku dianggap sebagai sesuatu yang tidak ditujukan kepada orang lain dan oleh karenanya merupakan suatu tindakan sosial manusia yang sangat mendasar. 

Perilaku tidak boleh disalah artikan sebagai perilaku sosial, yang merupakan suatu tindakan dengan tingkat lebih tinggi, karena perilaku sosial adalah perilaku yang secara khusus ditujukan kepada orang lain. Penerimaan terhadap perilaku seseorang diukur relatif terhadap norma sosial dan diatur oleh berbagai kontrol sosial.

 Dampak Globalisasi terhadap Perilaku

Adapun dampak-dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi adalah sebagai berikut: Disorientasi, dislokasi atau krisis social-budaya dalam masyarakat; Berbagai ekspresi social budaya asing yang sebenarnya tidak memiliki basis dan preseden kulturalnya; dan Semakin merebaknya gaya hidup konsumerisme dan hedonisme.

Ada dua faktor yang mempengaruhi perilaku remaja masa kini yaitu :

 Factor Internal

 Faktor Kepribadian

Kepribadian adalah  suatu organisasi yang dinamis pada system psikosomatis dalam individu yang turut menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya (biasanya disebut karakter psikisnya).  Masa remaja dikatakan sebagai suatu masa yang berbahaya. Pada periode ini, seseorang meninggalkan masa anak-anak untuk menuju masa dewasa. Masa ini di rasakan sebagai suatu Krisis identitas karena belum adanya pegangan, sementara kepribadian mental untuk menghindari timbulnya kenakalan remaja atau perilaku menyimpang.

  1. Faktor Kondisi Fisik

Faktor ini dapat mencakup segi cacat atau tidaknya secara fisik dan segi jenis kelamin. Ada suatu  teori yang menjelaskan adanya kaitan antara cacat tubuh dengan tindakan menyimpang (meskipun teori ini belum teruji secara baik dalam kenyataan hidup).  Menurut teori ini, seseorang yang sedang mengalami cacat fisik cenderung mempunyai rasa kecewa terhadap kondisi hidupnya. Kekecewaan tersebut apabila tidak disertai dengan pemberian bimbingan akan menyebabkan si penderita cenderung berbuat melanggar tatanan hidup bersama sebagai  perwujudan kekecewaan akan kondisi tubuhnya.

 Faktor Status dan Peranannya di Masyarakat

Seseorang anak yang pernah berbuat menyimpang terhadap hukum yang berlaku, setelah selesai menjalankan proses sanksi hukum (keluar dari penjara), sering kali pada saat kembali ke masyarakat status atau sebutan “eks narapidana” yang diberikan oleh masyarakat sulit terhapuskan sehingga anak tersebut kembali melakukan tindakan penyimpangan hukum karena merasa tertolak dan terasingkan.

 Faktor Ekternal

 Kondisi Lingkungan Keluarga

Khususnya di kota-kota besar di Indonesia, generasi muda yang orang tuanya disibukan dengan kegiatan bisnis sering mengalami kekosongan batin karena bimbingan dan kasih sayang langsung dari orang tuanya sangat kurang. Kondisi orang tua yang lebih mementingkan karier daripada perhatian kepada anaknya akan menyebabkan munculnya perilaku menyimpang terhadap anaknya. Kasus kenakalan remaja yang muncul pada keluarga kaya bukan karena kurangnya kebutuhan materi melainkan karena kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua kepada anaknya.

 Kontak Sosial dari Lembaga Masyarakat Kurang Baik atau Kurang Efektif

Apabila sistem pengawasan lembaga-lembaga sosial masyarakat terhadap pola perilaku anak muda sekarang kurang berjalan dengan baik, akan memunculkan tindakan penyimpangan terhadap nilai dan norma yang berlaku. Misalnya, mudah menoleransi tindakan anak muda yang menyimpang  dari hukum atau norma yang berlaku, seperti mabuk-mabukan yang dianggap hal yang wajar, tindakan perkelahian antara anak muda dianggap hal yang biasa saja. Sikap kurang tegas dalam menangani tindakan penyimpangan perilaku ini akan semakin meningkatkan kuantitas dan kualitas tindak penyimpangan di kalangan anak muda.

 Kondisi Geografis atau Kondisi Fisik Alam

Kondisi alam yang gersang, kering, dan tandus, dapat juga menyebabkan terjadinya tindakan yang menyimpang dari aturan norma yang berlaku, lebih-lebih apabila individunya bermental negative. Misalnya, melakukan tindakan pencurian dan mengganggu ketertiban umum, atau konflik yang bermotif memperebutkan kepentingan ekonomi.   

   Faktor Kesenjangan Ekonomi dan Disintegrasi Politik

Kesenjangan ekonomi antara orang kaya dan orang miskin akan mudah memunculkan kecemburuan sosial dan bentuk kecemburuan sosial ini bisa mewujudkan tindakan perusakan, pencurian, dan perampokan. Disintegrasi politik (antara lain terjadinya konflik antar partai politik atau terjadinya peperangan antar kelompok dan perang saudara) dapat mempengaruhi jiwa remaja yang kemudian bisa menimbulkan tindakan-tindakan menyimpang.

 Faktor Perubahan Sosial Budaya yang Begitu Cepat (Revolusi)

Perkembangan teknologi di berbagai bidang khususnya dalam teknologi komunikasi dan hiburan yang mempercepat arus budaya asing yang masuk akan banyak mempengaruhi pola tingkah laku anak menjadi kurang baik, lebih-lebih anak tersebut belum siap mental dan akhlaknya, atau wawasan agamanya masih rendah sehingga mudah berbuat hal-hal yang menyimpang dari tatanan nilai-nilai dan norma yang berlaku.

Cara mengatasi perilaku remaja masa kini

 Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun, karena dengan adanya rasa kasih sayang dari orang tua maka anak akan merasa diperhatikan dan dibimbing.dan dengan kasih sayang itu pula akan mudah mengontrol remaja jika ia mulai melakukan kenakalan.

  • Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti TV, Internet, Radio, Handphone dan lain- lain.
  • Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktunya selain di rumah.
  • Perlunya pembelajaran agama yang dilakukan sejak dini seperti beribadah dan mengunjung tempat ibadah sesuai dengan iman dan kepercayaannya.

    Atau upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari dampak dari globalisasi:

  1. Adanya motivasi dari keluarga, guru, maupun teman sebaya.
  2. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik
  3. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh.
  4. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figure orang-orang dewasa yang telah melampawi masa remajanya dengan baik.

PENUTUP

Dengan adanya peruabahan globalisasi di dunia ini, maka akan mempengaruhi perilaku remaja masa kini. Tidak hanya dari dalam saja pengaruh itu datang, tetapi dari luarpun lebih mempengaruhi. Kebanyakan pengaruh yang diambil adalah perilaku negatif dari luar yang dibawa ke Negara ini. Sehingga menyebabkan moral anak remaja menjadi buruk. Perlu adanya bimbingan dari orang tua, guru maupun teman supaya tidak terjerumus kepada hal-hal yang menyimpang. Akibat dari perilaku menyimpang tersebut sangat berpengaruh kepada masa depan. Upaya yang dilakukan agar anak remaja terhindar dari perilaku menyimpang yaitu, adanya motivasi dari keluarga, guru, maupun teman sebaya, remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik, remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh, remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figure orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik.

penulis menyarankan kepada semua pihak agar bisa memilah dan milih sifat-sifat yang di adopsi dari luar di ambil dari segi positifnya saja. Apabila kita mengadopsi perilaku yang jelek maka akan berakibat fatal bagi kita.

DAFTAR RUJUK

http://www.bioman-smaitnurhidayah.co.cc/2009/03/pengaruh-globalisasi-terhadap Perilaku.html

http://wapedia.mobi/id/Perilaku_manusia

http:// www.idonbiu.com/2009/05/bentuk-bentuk-penyimpangan-sosial-di.html

http://sosiologismadapareschool.blogspot.com/2009/01/perilaku menyimpang_15.html

http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_3333/title_perilaku-menyimpang/

http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_menyimpang

http://nikilauda2810.wordpress.com/2008/08/21/faktor-perilaku-menyimpang.

Karya : PAULINA FEOH