Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kisah Inspiratif 1 Februari 2018   10:46 WIB
Sinopsis Film "The Colour Of Paradise"

“The Colour of Paradise”

Film ini berkisah tentang seorang anak tuna netra bernama Mohammed yang dilepaskan dari sekolah khusus di Teheran untuk liburan musim panas. Ayahnya, malu dan terbebani oleh kebutaan Muhammad, ayahnya saat itu tiba terlambat untuk menjemputnya dan kemudian mencoba untuk meyakinkan kepala sekolah untuk menjaga Mohammed selama musim panas. Namun, Kepala sekolah menolak, sehingga ayah Muhammad akhirnya membawanya pulang. Ayah Muhammad seorang duda dan  saat itu ingin menikahi gadis setempat dan sedang mempersiapkan untuk pernikahan. Dia mendekati orang tua gadis itu dengan hadiah dan mereka memberinya persetujuan. Dia mencoba untuk menyembunyikan fakta bahwa ia memiliki seorang anak buta karena ia takut keluarga gadis itu akan melihat bahwa sebagai pertanda buruk.

 Sementara itu, Si Cilik Mohammed gembira menjelajah di sekitar bukit-bukit indah di desa tempat dahulu ia tinggal dengan saudara-saudara perempuannya. Dia menyentuh dan merasa alam di sekelilingnya, menghitung suara binatang, dan meniru mereka.  Ia menampilkan sikap  yang unik terhadap alam, dan tampaknya memahami ritme dan tekstur sebagai bahasa. Mohammed pergi ke sekolah lokal dengan saudara- saudara perempuannya dan membaca pelajaran dari buku teks di Braille, yang mengherankan anak-anak dan guru.

Ayah   Muhammad   takut   keluarga   pengantin   wanita   yang   akan   dinikahi mengetahui Muhammad sedang belajar di sekolah itu. Kemudian ayahnya membawanya pergi  dan  meninggalkan  dia  dengan  seorang  tukang  kayu  buta  yang  setuju  untuk membuat dia magang. Tukang kayu buta adalah seoramg mentor anak , Mohammad

mengatakan bahwa ia ingin melihat Allah. Mohammad juga   mengatakan Allah tidak

mencintainya dan dengan demikian membuatnya buta dan Mohammad mengatakan kepadanya tentang bagaimana gurunya mengatakan kepadanya bahwa Allah mengasihi mereka lebih karena mereka buta, tapi kemudian Mohammad bertanya mengapa Tuhan harus membuat aku buta jika ia mencintaiku. Dia juga mengatakan bahwa ia ingin bisa melihat Allah, yang gurunya mengatakan bahwa Allah ada dimana-mana dan bahwa kamu (Muhammad) juga dapat merasakan Allah. Tukang kayu kemudian hanya mengatakan bahwa dia setuju dengan gurunya dan berjalan pergi, mungkin tukang kayu terpengaruh oleh kata-kata Muhammad, karena ia sendiri buta.

Nenek  Muhammad  kecewwa  ketika  menyadari  bahwa  Hashem  (ayah Muhammad) telah memberikan Mohammad ke seorang tukang kayu buta dan akhirnya nenek jatuh sakit. Nenek mencoba pergi dari rumah   tetapi Hashem mencoba untuk meyakinkannya untuk tinggal kembali. Hashem seperti orang marah   mempertanyakan nasibnya, bertanya-tanya mengapa ia kehilangan ayahnya sebagai seorang anak muda, bertanya mengapa Tuhan telah mengambil istrinya dan mengutuknya dengan anak buta, dan meminta kepada ibunya apa yang bisa   dia lakukan untuknya. Kemudian Nenek Muhammad pingsan dalam perjalanan sehingga Hashem membawa pulang dengan punggungnya.

Akhirnya nenek Muhammad meninggal. Keluarga pengantin perempuan melihat ini sebagai pertanda buruk dan pernikahannya dibatalkan. Harapannya hancur, ayah Muhammad memutuskan untuk membawanya kembali.

Film ini menunjukkan sekilas rasa malu dan kekecewaan bahwa Hashem merasa dirinya dan anaknya selama ini sudah keterlaluan. Dia kembali ke tukang kayu buta dan mengambil kembali Mohammed. Mereka menuju rumah melalui hutan. Saat mereka menyeberangi, jembatan kayu kecil kasar yang berada di atas sungai, tiba-tiba runtuh dan Mohammed jatuh ke dalam air dan terbawa oleh arus yang kuat. Untuk sesaat ayahnya berdiri membatu, dan sok saat melihat anaknya diseret arus air. Tampaknya mental ayahnya terbelah antara memilih menyelamatkan Mohammad atau membiarkanya yang akhirnya menjadi bebas dari beban sepanjang hidup ini.

Beberapa saat kemudian ia membuat keputusan dan terjun berenang ke dalam sungai dan dilakukannya tapi Mohammad tidak dapat tertolong olehnya dan akhirnya ayahnya    juga    ikut    terbawa    derasnya    arus    air    di    belakang    Mohammed.

 

Ketika film  ini  berakhir,  ayah  Muhammad  bangun  di  tepi  Laut  Kaspia dan  melihat Mohammed berbaring tak bergerak dengan jarak jauh darinya. Dia menyeret dirinya dan tersandung ke arah tubuh Muhammad dan membawanya dalam pelukannya. Dan  dalam adegan  berakhir,  ayah  Muhammad  duduk  menangis  di  atas  tubuh  anaknya  dan mendongak ke langit mencari suara burung pelatuk, dan jari-jari Muhammad perlahan mulai  bergerak,  mungkin  Mohammad  sedang  "membaca"  suara  dengan  jari-jarinya seolah-olah mereka titik Braille. Mungkin dia berpikir burung pelatuk telah memberikan petunjuk tentang "warna Allah". Atau mungkin, Muhammad akhirnya menyentuh Tuhan.

Sumber Gambar :

https://www.bing.com

Karya : Aina Masrurin