Hukum Berdoa Agar Menjadi Pria Ganteng atau Wanita Cantik

Denis Arifandi Pakih Sati
Karya Denis Arifandi Pakih Sati Kategori Agama
dipublikasikan 21 Oktober 2017
Hukum Berdoa Agar Menjadi Pria Ganteng atau Wanita Cantik

Menjadi laki-laki yag ganteng atau perempuan yang cantik, mungkin menjadi impian setiap insane. Makanya kita tidak heran jikalau ada yang rela mengeluarkan uang ratusan juta, bahkan sampai milyaran, hanya untuk mendapatkan kecantikan di bagian-bagian tertentu tubuhnya, misalnya hidung, bentuk wajah, dan sebagainya. Jikalau kita kaya, mungkin mengeluarkan dana segitu besarnya,  tidak masalah. Namun, jikalau untuk hidup pun susah, gimana?


Nah, jikalau ada yang berdoa agar Allah SWT memberikan kepadanya wajah yang ganteng bagi laki-laki, atau wajah yang cantik bagi perempuan, bagaimana hukumnya dalam Islam?


***

Terlebih dahulu, kita harus paham dahulu bahwa Allah SWT mampu melakukan apa saja. Apapun itu. Jikalau Allah SWT ingin membuat kita ganteng atau cantik, bukanlah perkara sulit bagi-Nya. Untuk membuat hidung kita mancung layaknya bule, itu bukan masalah bagi-Nya. Untuk membuat kulit kita bersih dan jernih, tidaklah sulit bagi-Nya. Hanya dengan kata-kata “kun (terjadi:”, maka apa yang dititahkan-Nya itu akan terjadi.


Namun, ada satu kaedah atau ketentuan dalam berdoa  yang harus kita pahami dalam aturan Islam, bahwa tidak boleh berdoa untuk sesuatu yang sudah menjadi sunnatllah terhadap para hamba-Nya. Kita tidak boleh berdoa untuk mendapatka sebaliknya. Misalnya, kita diciptakan wajah sekarang ini, kemudian kita berdoa agar memiliki wajah seperti Primus, atau seperti Tengku Wisnu, atau siapa pun para artis terkenal ganteng atau cantik di tanah air ini.

Syeikh al-Islam Ibn Taimiyah menjelaskan dalam fatwanya:

"Kadangkala, kezaliman dalam berdoa itu ketika meminta sesuatu yang tidak boleh diminta, seperti meminta bantuan Allah SWT agar dimudahkan melakukan perbuatan-perbuatan haram. Kadangkala juga dengan meminta sesuatu yang tidak mungkin akan dikabulkan oleh Allah SWT, seperti meminta untuk diabadikan hidup di dunia sampai hari kiamat, atau meminta untuk dihilangkan dari dirinya segala bentuk kebutuhan manusiawi seperti makan dan minum, meminta agar bisa melihat sesuatu yang ghaib, dan berbagai doa atau permintaan lainya yang sifatnya zalim yang tidak disukai oleh Allah SWT, dan Dia juga tidak suka dengan orang yang meminta atau berdoa dengan seperti itu."


Allah SWT sudah menetapkan sunnah-Nya kepada para hamba-Nya bahwa Dia tidak akan mengubah bentuk yang dimiliki seseorang sekarang ini menjadi bentuk lainnya, baik lebih cantik atau lebih jelek. Apalagi masalah ganteng atau tidak, cantik atau tidak, itu adalah sesuatu yang sifatnya tidak mutlak (nisbi). Orang yang Anda lihat ganteng atau cantik, bisa jadi bagi yang lainnya biasa saja. Orang yang Anda lihat jelek, bisa jadi bagi yang lainnya itu gagah. Gampangnya saja, salah seorang teman saya cerita, bagi orang Afrika, orang non Afrika itu tidak cantik sebab standar mereka berbeda dengan standar non Afrika dalam menentikan kecantikan.


Inti kegantenga atau kecantikan itu adalah hati, yang bersemayam di dalamnya keimanan. Berapa banyak orang yang bentuknya jelek di hadapan manusia, namun ia mulia di hadapan Allah SWT, kemudian Allah SWT meninggikan namanya dan kedudukannya di tengah-tengah manusia. BErapa banyak orang yag wajahnya ganteng atau cantik, namun hal itu hanya menuntunnya semakin jauh dari Allah SWT, bahkan semakin mendekatkannya ke pintu kesengsaraan di akhirat kelak. Kita berlindung kepada Allah SWT dari azab yang kita sangka nikmat.


Syukurilah apa yang kita miliki. Syukurilah dengan beribadah kepada-Nya. Itulah jalan keselamatan. Tidak ada kegantengan atau kecantikan yang abadi di dunia. Semuanya fana.

Tabik,
Denis Arifandi Pakih Sati

  • view 31