Pergi

Pak Dokter
Karya Pak Dokter Kategori Puisi
dipublikasikan 22 Mei 2016
Pergi

Inilah aku yang menanti kembalinya rumput bersama kenangan dalam hujan serbu ingatan
Saat ku tulis sebuah sajak yang tiba tiba hilang sebagai bayang. Kemudian mendampingiku tanpa sapa.

Kepadamu, malam jalang nyalang kesedihan dalam api yang membakar
terbakar pedang aksara.
kutancapkan tepat
saat gemuruh laruh
rikuh dan ringkuh

ada janji yang menggelayut di rantai kering
kemudian pergi sesuka hati.
dari balik telepon genggam
atas marah pada jarak

kemudian kau lepaskan genggaman tangan itu saat daun daun mewujudkan luka

aku memilih pergi
meneguk bercangkir kopi?
menakar benci pada setiap kecup pahitnya

kau beri sekat untuk kenang ini
saat kau pergi pada jarak terjauh
pada doa yang memangkas waktu atas nama rindu

  • view 162