Jelajah Sejarah Purba di Museum Dayu

Pak RM
Karya Pak RM Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Februari 2016
Jelajah Sejarah Purba di Museum Dayu

Museum Dayu merupakan salah satu cluster museum purbakala Sangiran. Museum Dayu ini satu-satunya museum purbakala yang terletak di Kabupaten Karanganyar, tepatnya di Desa Dayu, Gondangrejo, Karanganyar. Tiga cluster lain terletak di Kabupaten Sragen. Untuk menuju tempat ini cukup mudah jika Anda dari Solo. Saya ambil terminal Solo, Anda bisa ke arah utara atau jalur Solo-Purwodadi sekitar 15 km kemudian?sampai daerah Gondangrejo ada tulisan Museum Dayu ke kanan 3 km.Kemarin sabtu tanggal 2?Januari saya mengunjungi Museum Dayu yang terletak di perbatasan Karanganyar Sragen, yaitu kecamatan Gondangrejo Karanganyar dengan Kecamatan Kalijambe Sragen. Jalan menuju tempat tersebut cukup baik, tetapi untuk bus besar kalau berpapasan harus mengalah salah satu. Kebetulan rumah saya di daerah Wonorejo, yang tidak terlalu jauh dari Museum Dayu. Saya sengaja mengambil jalur jalan pedesaan yang ternyata sangat mengasyikkan. Sepanjang perjalanan pohon-pohon yang menghijau menjadi obat pencuci mata.

Sebelum sampai di lokasi, kita akan dibantu dengan sebuah gapura yang menjadi penanda lokasi museum dayu. Sekilas gapura ini mirip dengan gapura yang ada di Sangiran. Seolah menjadi sebuah entitas yang menjadi penanda menuju perjalanan menguak masa lampau.

Setelah menempuh perjalanan selama hampir satu jam, aku tiba di museum dayu.?Kedatanganku di sambut oleh sebuah bangunan megah yang menjadi bangunan utama. Bangunan itu terlihat masih baru. Ternyata aku baru tahu bahwa museum ini baru diresmikan tahun 2014 oleh bapak Wakil Presiden Boediono. Di depan bangunan utama itu, ada sebuah tugu yang menunjukkan nama Museum Manusia Purba Klaster Dayu.

Sebelum masuk ke kompleks museum dayu, pengunjung harus membeli tiket masuk seharga 5000 rupiah. Setelah membayar tiket masuk, pemandangan pertama yang akan dilihat adalah sebuah bentang alam yang sangat indah?dan menjorok ke bawah. Pengunjung harus berjalan melewati tangga-tangga turun ke bukit. Bangunannya terdiri dari bangunan anjungan, ruang diorama, ruang pamer, ada pula ruang bermain anak-anak dan gazebo untuk beristirahat.

Di taman bermain ini banyak anak-anak yang bermain, mereka menikmatinya, bersama saudara-saudara mereka. Orang tua mereka dengan seksama mengamati anaknya, terlihat raut muka bahagia dari orang tua tersebut. Mungkin dia bisa bahagia karena sudah mengantar anaknya ke museum Dayu ini. Mereka bisa belajar dan bermain secara gratis.Jika lelah menggelayuti, ada gazebo. Gazebo ini juga didesain unik, terbuat dari kayu glugu dan kayu lain. Kayu glugu seratnya juga terlihat bagus. Tenang saja kayu glugu ini tidak menelusuk jari-jari Anda karena sudah di plitur dengan baik. Anda pun bersama keluaga bisa bersandar sejenak di gazebo ini. Saya pun juga sempat menggunakan gazebo ini untuk beristirahat sejenak karena kaki agak pegal setelah berputar-putar berkeliling museum. Capek reda, saya lanjut lagi untuk mengelilingi museum.Saya memulai melihat anjungan ?anjungan. Ruangannya adem karena ada AC nya, ada alat peraga berupa laya komputer sentuh, sayangnya beberapa sudah tak bisa dioperasikan karena sudah rusak. Mungkin perlu digaris bawahi pengawasan sangat perlu, karena kalau tidak diawasi museum yang alat-alatnya masih bagus ini bisa rusak.

Selanjutnya saya menuruni tangga menuju ruang diorama yang berisi tentang kehidupan masa lalu. Selanjutnya menuju ruang pamer.?Berada di ruang pamer ini ada manekin atau replika tulang-tulang yang ditemukan ribuan tahun lalu. Ada pula tulang asli yang ditemukan di daerah tersebut. Tulang-tulang hewan banyak juga yang ditemukan, bentuknya sudah berupa batu batuan. ada pula ditemukan alat perimbas dll.

Tiba di bagian bawah dari museum Dayu, pengunjung akan disuguhi fosil buaya purba yang terbilang masih sangat lengkap. Fosil ini diletakkan di sebuah tempat khusus yang diberi pasir laut. Di tempat ini juga kita juga akan melihat gambar tentang proses penemuan fosil dari awal hingga akhir. Juga dipajang foto-foto proses ekskavasi (penggalian) fosil manusia purba yang pernah dilakukan di wilayah Sangiran. Dengan melihat foto-foto tersebut kita bisa mendapat gambaran betapa sangat kompleksnya proses mengungkap misteri manusia purba.?

Jika anda ingin menguak sejarah manusia purba di masa lampau, museum dayu bisa menjadi referensi untuk dikunjungi. Selamat berkunjunjung....

  • view 255

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Reportase yang amat bagus, lengkap dengan foto yang berkualitas, keren...^_

  • torianu wisnu
    torianu wisnu
    1 tahun yang lalu.
    Jika disandingkan dengan museum sangiran, apa bedanya pak? atau malah menjadi pelengkap antar keduanya?

    • Lihat 1 Respon