Satu Hari di PG Tasikmadu, Karanganyar

Pak RM
Karya Pak RM Kategori Sejarah
dipublikasikan 11 Februari 2016
Satu Hari di PG Tasikmadu, Karanganyar

Pabrik Gula (PG) Tasikmadu terletak di Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, atau sekitar 12 kilometer arah timur Kota Solo. Lokasi ini mudah dijangkau dari Kota Solo dengan angkutan darat seperti bis atau angkota menuju ke arah Karanganyar. Penanda ke arah pintu masuk PG Tasikmadu di sepanjang jalan Solo ? Tawangmangu, adalah tugu berwarna hitam seperti yang ada di pura Bali. Daerah di mana tugu berdiri tersebut terkenal dengan nama perempatan Papahan.


Menurut catatan sejarah yang ada, PG Tasikmadu didirikan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara IV pada 1871. Ia seorang raja yang memiliki wawasan ekonomi yang luas, sekaligus menggemari sastra.
Berdiri di atas tanah milik Kraton Mangkunegaran seluas 28,364 hektar, PG Tasikmadu adalah salah satu peninggalan masa Mangkunegaran IV yang masih eksis hingga kini dan mampu menghidupi masyarakat sekitarnya. Hal ini sesuai dengan pesan Mangkunegara IV saat membangun PG Tasikmadu.
?Pabrik iki openono, sanajan ora nyugihi, nanging nguripi, kinaryo papan pangupo jiwone kawulo dasih (Pabrik ini peliharalah, meski tak membuat kaya, tetapi menghidupi, memberikan perlindungan, menjadi jiwa rakyat).?
Menurut sumber sejarah yang kudapat, dahulu Desa Tasikmadu bernama Desa Sondokoro. Nama ini berasal dari dua murid di padepokan Padas Plapar, yakni Sondo dan Koro. Selesai menuntut ilmu di padepokan, mereka kembali ke desa asal yang letaknya tidak berjauhan.
Suatu ketika, Tumenggung Joyo Lelono berburu di hutan. Saat memburu kijang, ia bertemu dengan Ki Sondo dan anak gadisnya, Sri Widowati, yang kecantikannya menarik hati Tumenggung. Kemudian Tumenggung bermaksud memboyong Sri Widowati pada hari Senin Legi untuk dinikahi. Tentu saja pinangan Tumenggung ini diterima dengan penuh kegembiraan dan kebanggaan oleh Ki Sondo.


Tumenggung Joyo Lelono melanjutkan perburuannya. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang gadis yang mirip Sri Widowati. Tumenggung mengira gadis itu memang Sri Widowati, kemudian dikejarnya. Karena takut, gadis itu pun kembali ke rumahnya. Ternyata gadis itu anak dari Ki Koro. Kemudian Tumenggung Joyo Lelono mengutarakan niatnya untuk meminang gadis itu. Ki Koro pun menerimanya dengan gembira.
Pinangan ini diketahui oleh Ki Sondo, dan membuatnya marah karena mengira Ki Koro telah merebut Tumenggung yang awalnya akan menikahi Sri Widowati. Terjadilah duel hebat kedua pendekar ini selama 40 hari 40 malam. Karena keduanya sama-sama berilmu tinggi dan nunggal guru, akhirnya tidak ada yang menang dan kalah. Kedua pendekar itu sampyuh atau musnah. Tempat musnahnya kedua kiai tersebut dinamakan Desa Sondokoro. Nama Desa Sondokoro diubah menjadi Desa Tasikmadu oleh Mangkunegara IV dengan maksud wilayah ini akan menghasilkan gula yang berlimpah sehingga seolah-olah seperti danau atau tasikmadu.

?

  • view 252

  • Eny Wulandari
    Eny Wulandari
    1 tahun yang lalu.
    Iya, saya dari Tasikmadu pak. Oke, salam kenal. Tempatnya emang bagus, historis cuma ya kalau malem2 lewat situ rada horor, hahah!

  • Eny Wulandari
    Eny Wulandari
    1 tahun yang lalu.
    Pabrik ini hanya lima menit naik sepeda motor dari rumah saya. Jadi pengin pulang... Terima kasih sudah menuliskan pabrik gula Tasikmadu dan Sondokoro ini. Selamanya akan ada di hati saya.

    • Lihat 1 Respon