Mengenal Oza Kioza, Penyanyi Multi Fungsi

Oza Kilova
Karya Oza Kilova Kategori Tokoh
dipublikasikan 06 Maret 2018
Mengenal Oza Kioza, Penyanyi Multi Fungsi

Oza Kioza adalah nama panggung dari Roza Lailatul Fitria (Arab: رازا ليلة الفطرية), seorang penyanyi dan penulis lagu berkebangsaan Jawa. Oza lahir di Kabupaten Tulungagung pada 4 Maret 1994, kemudian pindah ke Nongkojajar, Tutur, Pasuruan ketika umur 3 tahun setelah mama dan papa Oza mengakhiri ikatan suami-istri mereka.

Oza lalu pindah ke Purwodadi, Blimbing, Malang ketika masuk umur sekolah dasar. Di Malang, Oza menjalani kegiatan pendidikan formalnya dari tingkat dasar sampai menengah, berturut-turut di SDN 1 Purwodadi, SMPN 6 Malang, dan SMA 9 Malang. Oza tidak menyelesaikan pendidikan formal di tingkat SMA, karena karena ketika kelas 2 SMA dia diterima masuk kuliah di INTI College Indonesia jurusan bisnis. Namun, kuliah tersebut tidak diselesaikan.

Oza Kioza menjadi penyanyi setelah mengikuti arahan mamanya, Bunda Nur, yang merupakan penyanyi jazz dan dangdut. Sementara Papa Oza juga tak jauh dari urusan olah vokal karena menjadi qōri’. Pada 2 November 2007 Oza Kioza mengikuti program acara StarDut di Indosiar. Walau gagal menjadi juara, StarDut berhasil membuka gerbang Oza untuk menggoyang dari panggung ke panggung.

Oza Kioza lalu bergabung dengan CNB Production, label kelolaan CBM Entertainment yang bergelut di segmen dangdut. Melalui CNB Production, Oza merilis single berjudul Aki-Aki Gila yang ditulis oleh Gebby Vesta. Dari single inilah ide menggunakan kata ‘Kioza’ sebagai nama panggung dan ‘Oza Kilova’ sebagai nama fanbase muncul.

Single kedua Oza berjudul 10 11 dirilis sekitar satu tahun kemudian.  Tak lama berselang, bersama beberapa penyanyi, Oza merilis album kompilasi House DJ 4G Horegg. Dalam album ini, Oza menyumbangkan 3 buah lagu, ialah Lungset, Ojo Nguber Welase, dan Masihkah Ada. Selain itu, Oza juga merilis beberapa lagu lain, ialah: Berdansa, Cinta Tak Terbatas Waktu, Godain Aku, Asal Kau Bahagia, Lele Diwedangi, dan Sahabat Penghianat.

Kemampuan vokal, daya pikat, dan banyaknya penggemar membuat Oza diminta oleh Pamela Safitri untuk menjadi tandemnya di Duo Serigala menggantikan Ovi Sovianti.

“Berawal dari saling curhat, saling berbagi cerita suka, duka, tangis dan tawa... kita ga pernah nyangka kita bakal jadi partner duet seperti sekarang,” ungkap Oza tentang personal friendship dan professional partnership dengan Pamela, “Tapi semoga persabahatan kita menjadi pondasi yang kuat untuk perjuangan kita di depan, yang pasti akan banyak rintangan dan ga mudah... selalu bersyukur tetap semangat dan selalu menjadi manusia yang berpikir positif... karena yang terjadi nanti tergantung dari apa yang kita yakini saat ini! Semoga kita bisa selalu saling mengingatkan...”

Duo Serigala termasuk duo yang dikenal memanfaatkan goyangan erotis untuk memikat penonton dan menambang uang. Namun sejak Oza bergabung, Duo Serigala mengubah konsep penampilan dengan lebih mengutamakan kualitas vokal. Bersama Duo Serigala, Oza merilis single Kost Kostan dan Sayang.

Oza menyebut Erie Suzan dan Jessie J sebagai memiliki pengaruh besar terhadap gaya bermusiknya karena kekuatan vokal dan penguasaan panggung keduanya. “Kalau dangdut aku suka Erie Suzan, hehehe, kalau penyanyi internasionalnya suka banget sama Jessie J,” ungkap Oza.

Sebagai penyanyi dangdut, Oza memiliki visi agar penampilannya bisa membantu mengubah kesan cemar yang kerap diterima oleh dangdut. “Tidak semua artis dangdut harus menyuguhkan goyang erotis baru diterima masyarakat. Buktinya Rita Sugiarto, Erie Suzan, Ike Nurjanah, Iis Dahlia, mereka artis senior yang eksis hingga saat ini tampil begitu sempurna suara yang merdu tanpa harus bergoyang erotis. Kalau bukan kita yang mempertahankan musik asli Indonesia siapa lagi coba?” tuturnya.

Oza adalah salah satu pemusik Indonesia yang ikut serta dalam acara ASEAN plus Music and Culinary Festival di Vientiane, Laos pada tahun 2016. Selain Oza, Andra and the BackBone dan Rebelsuns juga ambil bagian. Mengenakan gaun hitam dengan sentuhan batik, Oza naik ke atas panggung mulai pukul 19.00 waktu setempat. Delapan buah lagu dilantunkan Oza: Sakitnya Tuh di Sini, Madu dan Racun, Mencari Pokemon, Flashlight, Faded, Someone Like You, Sempurna (duet dengan Andra and the BackBone) dan terakhir Yen Sabai Sao Na yang merupakan salah satu lagu terkenal dari Laos.

Referensi

Adib Rifqi Setiawan. (2018). Ki oza kioza: a rain shine made in indonesia. Alobatnic, 1 Maret. [lihat]

Adib Rifqi Setiawan. (2018). Breast capital. Alobatnic, 5 Maret. [lihat]

 

  • view 69