Serindu inikah dengan suaramu ?

Qurrota A'yuni
Karya Qurrota A'yuni Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 Juli 2016
Serindu inikah dengan suaramu ?

Siapa yang bisa ku salahkan ?

Waktu ?

Terulang dan terbilang.

Beberapa hari ini sudikah kiranya ia menyisip diantara waktu lagi, dan mengukir senyum disela-sela jari dan langkah kaki.Rinduku sudah pada tahap keterlaluan, bahkan ilusi mengelabui tiap lamunan.Aku beranjak pergi.

“ Hey, mau kemana ? “ sergap Lili sang srigala (tak berbulu domba).

“ Makan...lapar!!” sahutku menengadahkan perut yang sedari tadi menari mengadu tuk diberi.

“ Eh... habis ini ada kuliah pengganti Pak Reno, habis kau kalau telat ..” terangnya.

Aku mengambil langkah mundur teratur, dari pada kena tegur lebih baik duduk manis dan menghibur cacing perut yang kian tersungkur.Pandanganku menyapu ruangan. “ Bukan aku saja...” hiburku.

Pak Reno masuk dan sebuah narasi panjang akan dipertunjukkan.Dan aku, jiwaku pergi jauh entah kemana membawa konsentrasiku meniga bahkan menjuta.

Sesekali mataku melirik pergelangan tangan karena ia menggodaku sedari tadi, bukan itu! Melirik pada jam yang bertengger disana, ia membuatku menggila.Seakan bergerak saatku menggertak, aku masih dengan penantianku akan kamu.Kehadiranmu.

Wajahku pucat pasi, cacing diperutku telah mati.Namun waktu kali ini berpihak padaku (senyum jahat).Kulirik teman disampingku Nadya, dengan bernada sendu kuungkapkan bahwa waktu telah pergi hingga giliran kita menyusulnya dengan berlari.Seakan angin membawa pergi kodeku (tak digubris), mata lelah itu tetap menatap tepat setengah paragraf dari narasi.Aku hanya bisa menghela nafas, dan mengikuti permainan ini hingga akhir.

Beberapa hari ini.Ya beberapa hari ini waktu tak bisa kusalahkan, dan lelah tak bisa kuelakkan.Bahkan seakan tiada malam karena siang membuat kembaran.Hingga pada satu titik aku merindukannya.Ia yang bisa menghiburku dikala manusia membuatku luka.Ia hadir bagai sang damba yang memberi bunga disaat kemaraunya dunia.Ah, pokoknya aku rindu ia...rindu suaranya.

Akhirnya penantianku tak sia, namun masih tetap sama dihari-hari berikut-berikutnya.

Pagi ini aku masih menjajari kursi yang masih berbaris rapih, terlalu dini memang, namun takkan merubah yang nanti-nanti.

Aku mengepal buku, dan jendela adalah tempat ternyaman yang kupunya saat ruang kelas yang seakan bisu.Menatap hiruk kikuknya mahasiswa yang berlarian mengejar waktu adalah aktifitas pagi yang paling kusenangi, walau aku tak melihat si rindu.Namun, akan berbeda jika iya ada dan bertengger indah disana (senyumku tersipu).

“ Ra,.. “ sapa Lili.

“ hemm.. “ balasku tanpa membuang muka.

“ ah,kau ini... tadi aku bertemu dengannya loh.. “ jelasnya sambil tertawa geli.

Dia mengejekku.Dia mempermainkanku.

“ aku melihatnya dari depan SDN gang itu... dia gagah, suaranya merdu dan tentu banyak yang berlarian menuju...” timpalnya lagi.

Aku mengerutkan keningku menggertaknya agar tak lagi menggodaku, sudahlah, toh dia tak ada disini dan pasti akan berbeda rasa jika dia hadir diantara kita.Aku menghampirinya dan mencubit pipi tirus itu sambil berkata “ puaaas..” .Dia tertawa geli.

Seperti biasa, dosen telat memasuki kelas dan waktu terus memakan dirinya sendiri.Beruntung jika memang tidak datang, namun jika datang dan mengambil jatah makan siang kali ini.Akan sama arti.

Sesuai dugaan, porsi waktu bertambah dan konsentrasiku harus kutambah pula.

Sekilas teringat masa lalu, saat dia masih menemani hari –hariku.Kesal memang jika ia telah cerewet dan menggiringku ketempat duduk.Dia selalu hadir tepat waktu, itu yang kusuka darinya.Dan takkan pernah kulupa.Taukah kau aku begitu setia ? (haha)

Hari demi hari, dan demi hari hari masih berjalan tanpanya.Beginikah suasana sang Maha(siswa), kadang memang butuh piknik.Kadang memang butuh menarik diri dan pergi melirik.

Kuharap, kau ada.Aku rindu suaramu.Yang seakan bisa menghentikan waktu, yang seakan bisa menghiburku.Namun, kau hanya kutemui dimasa lalu, bertemu denganmu kini namun kau telah berbeda hati, rasa itu sudah tak sama lagi.

Temui aku ketika citaku menjadi guru sudah dipegang diri, wahai bel sekolah (-_-) .

  • view 223