Jangan mencintaiku dalam diam, Aku belum mampu mendengarnya

Qurrota A'yuni
Karya Qurrota A'yuni Kategori Inspiratif
dipublikasikan 03 Juli 2016
Jangan mencintaiku dalam diam, Aku belum mampu mendengarnya

Cinta dalam diam katamu ?

Bagaimana aku dapat mendengarnya jika itu diam ? Bagaimana aku tahu kehadiran isi hati jika itu diam?

Wah, lagi lagi membahas tentang cinta ya ^^

Bukan karena hati ini sedang berbunga bunga, namun hati ini sedang menata diri tuk menjadi bunga itu.Yuhuuu~ ( kembali ke laptop )

Cinta dalam Diam, Cinta dalam Bungkam. Quote yang tak asing kita dengar,bukan ?.

Namun pertanyaannya.Mengapa harus diam ? Mengapa harus bungkam ?.Bukankah penjelasan lebih melegakan dan menerangkan.

Dulu kata kata itu meng-ismei sikapku, menjalankan cinta dalam diam, bungkam dan akhirnya pergi.Banyak cerita yang belum dimulai namun telah berakhir.Banyak skenario yang ingin dicapai namun tidak tercapai.Dan kini aku tak yakin tentang cinta dalam diam, biarkan ia mendengarnya walau melalui Rabbnya.

Ternyata kita terkadang masih salah dalam memahami cinta dalam diam.Cinta dalam diam bukan berarti cinta tanpa melakukan kerja kerja cinta.Bukan hanya sekedar berharap agar si dia bersanding dengan kita namun biarkan iman menggerakkan cinta agar bergerak dikoridornya.

Bagaimana agar cinta tak sekedar diam ?

Check it out...(Cuma karangan sang penulis) !!

  1. Mempekerjakan Do’a

Wah, menarik bukan.

Harapan adalah anak-anak do’a namun jangan sampai kita malah melupakan induknya.Kita boleh berharap setinggi tingginya namun dengan do’a kita bisa belajar mengikhlaskan harapan harapan itu menggantung dipintu-Nya.

Tidak harus si dia kan ? atau tanpanya aku tak bisa apa apa.

Kau mempekerjakan do’a bukan memperbudaknya, ingat !

Do’a bekerja dengan naluri dan mengikuti skenario sang Rabbi, jika kau memaksakan, bisakah kau tengok dulu dalam hati seberapa pantaskah kau untuknya ?.Setelah itu kau akan tahu bagaimana caranya meminta dan berdo’a yang memantaskanmu untuknya.

Do’a adalah perantara kita berdialog dengan Pemiliknya, memintanya dengan baik hingga bersamanya dengan cara yang baik pula.Ini bukan berarti kita diam, kita mengungkapkannya walau si dia tidak bisa mendengarnya namun Rabbnya lebih mengetahui isi hatinya.Jika memang ia adalah jalanmu, ada isyarat ia mendekat dan berjalan menujumu.Jika bukan jalanmu, ia akan tunjukan jalan lain dengan kepergiannya.

  1. Berkawan dengan iman

Maksudnya adalah pantaskan dirimu untuknya, perkuat imanmu tuk menjalin kasih dengan imannya.Lakukan kerja kerja cinta memantaskan diri agar si dia segera menemui pengharapanmu dijalanNya.

Sebagai mana berkawan dengan temanmu, iman pun bisa dijalin dengan metode yang sama.Pertama kau harus tahu, tahu jika dalam dirimu terdapat iman yang dengannya kau tahu cermin seseorang yang akan bersanding denganmu nanti.Tahu jikalau ia hadir sebagai bukti cinta dari sang Maha Cinta.Kedua, Berusaha mengenali imanmu, sedang berada dimanakah ia atau siapakah namanya atau bagaimanakah rasanya.Setelah kau mengenalinya bercengkrama pun kau sudah dipeluknya, ia menjadi tempatmu bercerita dan memberi pendapat segala gundah gulana.Hingga Faham adalah bentuk kau telah bersanding terlebih dahulu dengan imanmu hingga kau pantas disebut tuk bersanding dengannya.

 Ini juga kerja cinta, cinta tidak diam.Ia berkata dengan akhlaknya, Ia berbicara dengan sikapnya.Hingga siapapun yang melihatnya jatuh hati begitupun sang pangeran hati yang langkah kakinya tak ragu menjemput diri.

 

  1. Ungkapkan !

Para akhwat ciut dengan solusi ini, katanya dimana letak harga diri ?.Padahal ini adalah cara agar sang hati tak salah melangkahkan kaki, namun sungguh indah rasa malu dengannya hawa nafsu tertahan dikerongkongan dan mati.

Ia adalah khadijah istri Rasulallah yang melamar Rasul dengan menggadaikan imannya kepada Rabbnya.Bukan karena nafsu ia mengungkapkan namun imannya, sudah berapa besarkah iman kita hingga kita mampu bergerak laksana Khadijah dan meminang sang damba? .Jika belum sampai sana maka, bersabarlah karena Allah sudah membuat jalan indah untukmu dan untuknya.Walau bukan dijalan yang sama.

 

Nah, untuk para ikhwanfillah...jangan buat para akhwat berbisik menelisik, menunggu manasik hingga bersisik berisik.(Hihi ^^v)

Jika ada niat baik datangi sang pemilik dengan berbaju batik, ungkapkan niat baik dan mengukir senyum yang tak kunjung bertitik.

 

Sekian dan terima kasih.(Keburu sang penulis baper ^^)

Ingat, jika kau mencintai seseorang jangan hanya diam dan bungkam , biarlah cinta bekerja dan bekerjalah dengan cinta hingga penantian tak sia dan pertemuan manis bergula.

 

  • view 367