Rengkuh Kelabu

Oprizalovic Lasaip
Karya Oprizalovic Lasaip Kategori Puisi
dipublikasikan 29 Juli 2016
Rengkuh Kelabu

aku  adalah laut

biru kelam menyimpan dendam

ketika saatnya tiba akan pula menyapu darat

hingga  kau habis mampus mengerang

lantas buat siapa dengki kupendam?

 

aku adalah langit

saban senja memicingkan matamu

dengan eloknya sinar nirwana yang membutakan

melarat kau kurenggut wajahku

tiba kelabu lalu padam

dan malam menghabisi harap-harap

 

aku  adalah juga kematianmu

yang kau ciptakan dari suara-suara lirih

hingar-bingar ramai nan sepi

hingga airmata memudar disebab kemarau

 

tentu saja ada aku selalu ..

 

hadir bersama keberadaan kita

tertawa dalam tangismu

risau bersama khayalmu

kegirangan oleh nestapamu

disempurnakan oleh borok bengismu

 

masihkah kau mengingat?


  • Redaksi inspirasi.co
    Redaksi inspirasi.co
    1 tahun yang lalu.
    Catatan redaksi:

    Puisi tentang kedigdayaan dan sindiran Tuhan kepada umatnya. Ia, yang begitu tak terpisahkan dari hidup setiap nyawa yang ada di bumi. Ia yang menguasai laut, langit dan menunggu masing-masing yang bernyawa di liang lahat. Puisi ini juga menyuarakan rasa heran Tuhan terhadap manusia, yang walaupun paham benar Ia Maha Kuasa dan hanya kepadaNya kita kembali, namun tetap saja belum tentu setiap dari kita mengingat dan menyembahnya. Puisi ini sungguh cerdas, singkat tetapi mewaliki sifat Tuhan dengan serba mahanya. Cukup puitis dan beberapa baris bahkan memiliki rima yang sama:
    biru kelam menyimpan dendam
    hingga? kau habis mampus mengerang
    lantas buat siapa dengki kupendam
    Dan tidakkah baris terakhir, ?masihkah kau mengingat?? membuat kita sebagai pembaca tertampar sebab benar adanya? Salut untuk Oprizalovic?Lasaip!

  • Riyani Jana Yanti
    Riyani Jana Yanti
    1 tahun yang lalu.
    Kereenn puisinyaa

  • Fahd Pahdepie
    Fahd Pahdepie
    1 tahun yang lalu.
    Keren puisi ini!