Bayangkan Aku

Oprizalovic Lasaip
Karya Oprizalovic Lasaip Kategori Renungan
dipublikasikan 24 Juli 2016
Bayangkan Aku

 
 Bayangkan kalian adalah aku,
 
"masih. pancaran fajar memenuhi langit subuh. ada yang mengusik mimpi. seperti sesosok lelaki yang membelai rambutku lalu membisikkan -ia seolah berkata,tapi aku tak paham bahasanya. anehnya ada sebuah ketentraman yang tak tergambarkan memenuhi perasaanku.
aku membuka mata. berat. terlalu sulit menantang nafsu lelap sendiri. aku acuh dan coba tidur.tiba-tiba, tanpa kesadaran penuh , seperti ada yang menggerakkan , mata kubuka . aneh. tak seperti biasanya aku bangun terlalu pagi.
coba kembali lelap.
aku terbangun. lalu entah kejadian apa yang membuatku melangkahkan kaki. ada yang aneh dengan kakiku yang menyeret dirinya terburu. lenganku -seperti biasanya- mengikuti saja. pintu terbuka. kaki terus membawaku , semestinya khawatir , malah pikiranku tentram saja, tak ada gejolak takut.
malah ia memikirkan keharuan yang dalam hingga tak terasa ada yang menguap bersama embun lalu mengairi mataku. apa ini.
aku membentak sunyi, pikiran mengelabuhi dalam kesedihan serta amarah. endapan dengki terusik hingga tumpah-ruah bersama derasnya air mata.
ketika kesadaranku sibuk membatalkan perilaku pikir itu, kaki menempatkanku di atas gundukan bukit. ia melemah tiba-tiba tanpa mampu dikendali .aku berlutut.. siku lengan menekuk. telapak tangan sejajar bahu .menengadah pasrah ke langit. dalam khusyuk sepi yang agung.
kucoba menutup mata , lalu membukanya kembali. sadarku megira mimpi, pikirku membahasakan doa. kesadaranku tak mampu menangkap rasa takut, ia pun mulai tunduk pada doa dan pengharapan. tetapi apa?
saat itu alam sedang melankolis.langit tak berpenghuni. polos mahaluas. pancaran fajar membuat semuanya terlihat buram abu-abu. lalu membiru. tak ada yang membuat bunyi. pepohonan kaku. embun beku. udara menghangat, namun tak menciptakan angin.
aku diperangkap. ketika kesadaranku akan diri kian sedikit, samar kulihat ada sosok. satu, ah tidak. ada dua tubuh dari arah fajar kian dekat. langkah mereka, ah tidak. bisa kusadari mereka tak melangkah. tapi apakah melayang? bagaimana mungkin? . rupa mereka hampir sama; tubuh begitu tinggi,jubah yang menutupi seluruh badan, wajah tak nampak. tapi apa ini, kesadaranku mulai menggenggam erat rasa takut akan mati. apakah aku akan mati? apakah mereka pencabut nyawa yang diperintah Tuhan? Tuhan yang mana?
setengah mati aku terisak. takutkah aku pada kematian? bukankah semua yang menyimpan nafasnya akan dibantai? mati atau ditakdirkan hilang?
mereka di hadapku.mereka menelanjangiku dengan tatapan -walau tak nampak roman muka disana . aku merasa dibenci. yah! mereka membenciku. mereka akan mencabik-cabik organ tubuhku, lalu menyebarkannya . darahku akan mengairi penjuru bukit. yah! waktuku memang sudah tiba!
tidak! aku tak akan mengalah pada mereka. biarpun mati. aku tetap harus melakukan sesuatu. yah! berkata. apapun. paling tidak aku akan menyumpah dan kutukan itu akan mereka bawa hingga kiamat!
dengan amarah yang tertahan aku berusaha lepas dari kepasrahan tubuh.
lalu segala bentuk caci maki itu- amarah tertahan yang akan menggerogoti tubuh mereka. seumur hidup. aku tak peduli kau itu abadi! aku akan mengutukmu, dan seseorang natinya -entah Tuhan- akan memperlakukanmu sama seperti kau menghabisi kehidupanku yang berharga.
mereka mengeluarkan sesuatu dari balik pundaknya. itu sebuah parang! yang lain pun sama. parang yang besar! mereka ingin menghabisiku dengan cara kejam tanpa ampun. dasar tak berperasaan.
aarrrrrrrgghh!!
aku berusaha lepas dari pengaruh tubuh tak berguna ini. berusaha sadar. namun airmataku terus mendesak .sesak dadaku dibuatnya. lenganku malah tersungkur hingga tanganku dapat merasakan embun rerumputan. kepalaku tertunduk menghadap bumi. pemenggalan! inikah cara yang kalian mau! inikah! setan! asu! kalian kira Tuhan pun akan melakukan ini? dasar iblis asu!
aaarrrrrrgghhhhh!!!
ajaib!aku berhasil melepaskan jerat . aku memang tak pernah pasrah pada apapun. Tuhan tahu itu. yang pasti ketika kusadari. mereka masing-masing memegang lengan kiri-kananku, lalu SLASH! PEDANG ITU MEMISAHKAN LENGANKU DARI ENGSELNYA!
arrrrrh aarrrgggggggggggggghhhhhh! KULAKNAT KALIAN! AKAN KULAKNAT KALIAN SETAN! SAMPAI MATI! KUTUNGGU KALIAN DI NERAKA TUHANKU! AKAN KUBUNUH KALIAN! KULAHAP TUBUH MENTAH KALIAN! AKAN KUGOROK LEHER KALIAN! AKAN KUMINUM DARAH DARI TATAPAN PENYESALAN PENUH DENDAM ITU! KALIAN AKAN MATI! AKAN MATI! HARUUSSSS MATTIIII!!!
AAAAHHHHHHHHHHHHH!!!
 
 

  • view 184