MUSLIMAH WAJIB TAHU

orange milk
Karya orange milk Kategori Agama
dipublikasikan 09 Juni 2016
MUSLIMAH WAJIB TAHU

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits shahih : “Celaka seseorang.”

====

Nah loh, Nabi kita Shallallahu Alaihi wa Sallam yang bahkan mendoakan orang yang mendzalimi beliau, terpaksa memvonis seperti itu???? Tentunya ini bukanlah hal yang kecil.

 

“Celakalah seseorang. Yaitu seseorang yang memasuki Rammadhan, lalu dia lalui hari-harinya di bulan Ramadhan sampai Ramadhan berpisah dengannya dan dosanya belum diampuni oleh Allah SWT.”

(HR Tirmidzi)

 

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana pintu surga di buka selebar-lebarnya. Bulan yang penuh dengan berkah dan pengampunan. Lalu jika kita tidak shalat, tidak puasa, tidak tahajud, dan tidak membaca Al-quran, bukankah kita juga termasuk orang yang “celaka” seperti sabda Nabi dalam hadist di atas?

 

“Saya ingin sekali beribadah, membaca Al-Quran, puasa, dan shalat terawih. Tapi saya sedang berhalangan/haid.”

 

Iya benar,
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :


Dari Abu Sa’id Al Khudriy Radhiyallahu Anhu “Bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda : “Bukankah Wanita itu jika sedang haidh dia tidak shalat dan tidak shaum/berpuasa? Itulah kekurangan agamanya.” (HR. Bukhari.)

 

Ukhty-ku sayang,

 

Meskipun kita tidak diperbolehkan puasa dan shalat saat haid, namun itu bukan merupakan halangan kita untuk melipatgandakan pahala di bulan mulia ini. Banyak amalan yang dapat kita laksanakan, seperti :

 

1. Mendengarkan murottal

Tidak bisa membaca Al-Quran karena haid? Tidak masalah ukhty, kita bisa mendengarkan bacaan Al-Quran sebagai gantinya. Akan lebih baik lagi jika ukhty juga menyempatkan diri untuk mendengarkan/membaca terjemahan murottalnya.

 

2. Tadabbur Al-Quran

Nah, ustadzah-ku merekomendasikan yang satu ini. Beliau bilang jika tadabbur saat haid adalah amalan yang sangat bagus terutama di bulannya Al-Quran ini. Kita bisa membaca tafsir yang sudah mutabar kebenarannya

 

3. Perbanyak berdzikir, istighfar, dan berdoa kepada-Nya

Para Fuqoha sepakat pada tiga poin ibadah yaitu, istighfar, dzikir dan Doa tidak disyaratkan yang melakukan harus suci dari hadas baik hadas besar maupun hadas kecil. Jadi seorang wanita yang sedang haid tidak memiliki larangan baginya untuk beristighfar, dzikir, dan berdoa sepanjang waktu selama mampu.

Allah ta’ala berfirman :
“Ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku pun akan mengingat kalian.” (QS Al-Baqarah ; 152)

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri sehingga tidak mau beribadah (berdoa) kepada-Ku pasti akan masuk neraka dalam keadaan hina.” (QS Ghafir ; 60)

“Tidaklah Allah akan menyiksa mereka sementara kamu berada ditengah-tengah mereka, dan tidaklah Allah akan menyiksa mereka sedangkan mereka selalu beristighfar/meminta ampunan.” (QS Al-Anfal ; 33)

 

4. Memberi makan pada orang yang berpuasa

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda : ”Barang siapa yang memberi ifthar (hidangan untuk berbuka) orang-orang yang shaum/berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang shaum/berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun”. (H.R. Bukhari Muslim).

Nah, dalil diatas mengisyaratkan bahwa meski berhalangan berpuasa, kita masih bisa mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa. Kita bisa memulainya dengan menyiapkan hidangan sampai menyajikannya saat berbuka puasa maupun saat sahur untuk seluruh keluarga.

 

Tidak sulit kan, ukhty-ku?

 

5. Menambah pengetahuan agama

Cara ini bisa dilakukan dengan mengikuti majlis ta’lim, mengikuti grup keagamaan, sharing tentang pengetahuan agama dengan orang-orang yang berilmu atau mendengarkan tausyiah/ceramah agama yang tentunya sangat banyak, baik di televise, radio maupun internet.

 

6. Shadaqah

Dari Abdullah bin Umar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda : “Wahai kaum wanita! Bersedekahlah kamu dan perbanyakkanlah istighfar. Karena, aku melihat kaum wanitalah yang paling banyak menjadi penghuni Neraka.” (H.R. Muslim)


Kita bisa beramal dimanapun dan pada siapapun yang membutuhkannya.

 

7. Menjauhi larangan agama

Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda : “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan ghibah maka tiada artinya di sisi ALLAH baginya shaum/puasa dari makan dan minum” (HR Bukhari).

Ukhty-ku sayang, sebagai muslimah kita harus berupaya memanfaatkan setiap detik dengan melakukan kebaikan. Dengan berusaha menjauhi dusta dan ghibah, kita berusaha mendapat pahala dari Allah di bulan yang penuh pahala ini.

Tapi tak hanya 2 hal itu, sudah sepantasnya kita juga menjauhi hal-hal yang dilarang oleh agama seperti fitnah, tidak menepati janji dan sebagainya.

Marilah kita jaga mata, lisan, telinga dan hati kita dengan sebaik-baiknya di bulan yang baik ini.

 

8. Mengajak orang lain kepada kebaikan

Rasulullah bersabda : “Barangsiapa dapat menunjukkan suatu kebaikan, maka dia akan mendapatkanpahala seperti orang yang melakukannya.”(H.R. Muslim)

Ukhty, kita dapat membantu untuk mengingatkan keluarga, saudara, orang tua atau teman untuk melaksanakan berbagai ibadah yang seringkali terlupa seperti shalat berjamaah dimesjid, melaksanakan tarawih dan banyak lagi. Kita juga bisa menyampaikan ilmu (dari Al-Quran atau hadist) yang kita miliki dan ketahui kepada orang lain, meskipun itu hanya satu ayat.

 

Nah, gimana ukhty? Allah sayang banget kan sama kaum wanita.

Meskipun kita tidak diperbolehkan shalat dan puasa namun Allah memberi ladang pahala yang sangat banyak kepada kita. Tinggal kitanya saja mau atau tidak mencangkul dan menanami ladang yang sudah disediakan Allah ^^

 

 

NB : gambar dari internet

       sumber hadist dan materi diperoleh dari beberapa web islami

  • view 98