Detik-detik Memasuki Dunianya Para Pencari Jati diri

Amalia Okta Juwitasari
Karya Amalia Okta Juwitasari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 September 2017
Detik-detik Memasuki Dunianya Para Pencari Jati diri

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Waaahh..untuk pertama kalinya nih aku nulis yang mungkin akan panjang kali lebar.. #rumuspersegipanjangkaliah. Ga ada sama skali bakat untuk nulis sih sebenernya, tapi yaa mencoba ga ada salahnya juga kan yaa?? Siapa tau jadi ketagihan..hihi

Haaii..perkenalkan.. nama aku Amalia Okta Juwitasari, anaknya bapak Oman Rohman dan ibu Yeni Astuti yang hobi dan sukanya itu menyanyi karna dirinya menganggap bahwa satu2nya bakat yg ia punya adalah nyanyi (padahal dari segi vokal biasa aja dan ga pernah ada basic bagaimana caranya bernyanyi yang baik dan benar) *gapentinghaha..

Sehari-harinya itu aku biasa berkecimpung didunia yang berhubungan dengan penyakit *kasianbangetya, alias obat dan pasien.. Yang penting hatinya ajalah yaakk yang tidak berpenyakit itu bahaya..karna kalau hatinya yang udah sakit, cepet cepet aja inget lagu opick biar tau obatnya #Lah?.. Duh daripada tambah ngaur muter kemana mana bahasannya mending langsung aja yang berhubungan judul diatas yaa..

Gatau jugasih sebenernya ini menarik apa ngga, ya mudah mudahan dengan sharing ini setidaknya bisa membuat aku pribadi lebih produktif untuk membuat sebuah karya ketimbang aku buka instagram dan sibuk nontonin story artis atau mungkin liat youtube yang ga jauh jauh nonton cover song, vlog orang atau tutorial make up hahaha *tuhkan tambah panjang lagi deh..

 

Cerita punya ceritaa...hari ini ada yang mengirimkan sebuah hasil capture via wasap (gambar diatas).. salah seorang adik yang saat itu berkata, "siapa ih itu asa (baca:perasaan) kenal, ya ga? Buktinya dia melihat ke eksisan aku sewaktu ospek kemarin (btw tengkyu loh ya buat hima akfar bumsil udah aplot foto aku *merasabangga wkwk) . Alhasil kitapun chit chat manja yang awalnya aku merasa bangga karna terlihat seumuran dengan yang lain tapi ujung-ujungnya aku kena bully-an dia yang bilang kalau aku seperti yang sedang ngasuh #jadi selama ini dia anggap aku apa? Babysitter?? Oalaaahh.. oke gapapalah diterima yang penting jiwa muda dan mukapun masih imut imut haha, bukan orang yang masih muda tapi jiwanya tua. Sedikit dikit capek, sedikit dikit ngeluh, sedikit dikit putus asa.. #kayaakuenggaaja..

Baydewei..hari memasuki jenjang perkuliahan pun semakin dekat. Lagi seneng senengnya buat mempersiapkan alat untuk dipakai kuliah nanti nih, mulai dari beli tempat pensil, pulpen, penghapus, pulpen warna warni 12 warna sampai cari barang yang unyu-unyu buat jadi tempelan pengingat (baca:sticky notes). Udah kaya anak sd aja yang pokoknya serba pengen yang lucu lucu  #maklum biar semangat mudah-mudahan semangat terus sampe tugas akhir haha aamiinn.. Jadwal mudah-mudahan terus mendukung, begitupun orang-orang sekitar dan terutama duit yang mudah-mudahan pas dikantong. Pas butuh, pas ada hehe. Hanya harus siap-siap aja gabisa shopping shopping selama kuliah, maklum buat bayar semesteran cyiinn haha. Pokonya terimakasih yang udah selalu support, terimakasih atas semua do'a..semoga Allah membalas kebaikan kalian semuaaa ❤❤. Dan besok adalah hari pertama jadwal aku untuk masuk kuliah dengan berstatus resmi sebagai mahasiswa, rasanya seneeengg tapi sedih juga karna untuk first time aku gabisa masuk berhubungan aku harus melayani pasien yang jadwalnya full dari jam 10 pagi sampai  jam 9malam. Oke aku harus siap dengan segala drama mengenai jadwal.. *sambil bilang akukan setrong #strongmaksudnya.

 

Memasuki dunia para pencari jati diri (rata-rata anak usia SMA dan kuliah) ini mungkin mudah bagi sebagian orang dan susah susah gampang bagi sebagian yang lain karna diusia ini banyak orang yang sedang mencari passionnya ke arah mana, ia nyaman dengan yang seperti apa, dll #beda cerita kalau ibu2 yang baru kuliah haha. Situasi seperti ini haruslah dimanfaatkan dengan maksimal, jangan sampai diusia yang produktif ini tidak memaksimalkan potensi yang sudah Allah beri. Ali bin Abi Thalib saja ia sudah ikut bersama Rasul sejak usianya 10tahun. Mungkin dizaman sekarang usia 10tahun itu sibuk dengan bermain bersama teman-temannya, sibuk mencari permainan seru yang bisa dilakukannya. Sedangkan Ali sudah bisa memikirkan apa yang memang menjadi urusannya Rasul Muhammad? Kebayang cara berpikirnya sematang apa. Ruaarrrr biasa..!!! Kita jangan mau kalah, jangan sampai usia sudah dewasa (baca:baligh) tapi berpikir dan berkelakuan seperti anak kecil yang belum bisa membedakan mana saja yang baik atau mana yang buruk. Come on guys..kita jangan mau di bodoh-bodohi dengan dunia, jangan mau jadi budak dari nafsu diri. Capek kalau kita hanya mengandalkan apa yang menjadi kehebatan diri. Capek kalau kita mengharapkan pujian-pujian dari oranglain. Dunia ini begitu indah jika kamu maksimal mencari ridho-Nya..

Yaa..pokonya semangat buat semua yang lagi sekolah, yang lagi kerja, yang lagi kuliah, yang kerja sambil kuliah, yang kuliah lagi hamil, yang kuliah sambil ngurus suami dan anak, yang jadi emak emak dasteran dirumah..yang lagi cari jodoh sabar aja ya..ini ujian, segera mendekat saja kepada Sang Maha Pemberi Jodoh. InsyaAllah kalau kita berupaya Allah siap membantu. Tinggal mengoreksi diri saja usahanya sudah maksimal atau belum..

 

Thankyou yang udah mampir dan baca, mudah-mudahan bermanfaat. Diambil yang baiknya saja.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

  • view 25