Setangkai Edelwise Langka yang Sangat Kuat

Okky Octavianus Elia
Karya Okky Octavianus Elia Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 18 Maret 2016
Setangkai Edelwise Langka yang Sangat Kuat

Ku harap Angel akan menemani hidupku selamanya. Tetapi ada hal yang terasa masih sangat janggal dalam hubunganku selama ini. Aku tak tahan dengan sifat yang yang begitu posesif, sehingga membuatku ragu. Sepuluh bulan berlalu, semakin ku mengenal sifat dan wataknya. Dan pada suatu ketika, ditengah perjalanan dari dari jakarta ke bogor menggunakan motor, tiba-tiba handphone ku berdering

Angel : "Siapa itu?"

Aku : "Ga tau siapa. Udah lah biar aja.."

Angel : "Sini biar aku yang angkat.."

Aku terdiam sejenak saat handphone ku diambilnya, berharap kalau seseorang yang tadi menghubungiku tak akan menelponku lagi. Aku sengaja menyamarkan namanya. Selama 5 bulan nomor itu ia ketahui sebagai temanku, Bernard, yang selalu menghubungiku via SMS dengan bahasa yang tak lazim. Selang beberapa menit, kami masih berada di tengah perjalanan, disertai hujan yang sangat lebat, tetapi kami dibalut dengan jas hujan. Handphone ku yang sedang dipegangnya kembali berdering.

Angel : "Hallo, Bernard, Nickynya lagi bawa motor. Ada perlu apa?"

Penghubung : "Bernard? Ini siapa yang lagi sama Nicky? Aku bukan Bernard. Aku Pacarnya Nicky!"

Angel : "Heh.. Kau siapa? Aku pacarnya Nicky. Jangan main-main."

Penghubung : "Asal kamu tau, aku sudah 4 tahun sama Nicky. Cepat kasih handphonenya ke Nicky. Aku mau bicara."

Angel : "Heh brengsek, kalau kau benar pacarnya dia, ayo kita ketemu besok."

Penghubung: "Siapa takut. Ternyata gini ya selama ini. Bilang sama Nicky, besok kita ketemu di taman jam 11 siang."

Dalam perjalanan tersebut, kami bertengkar. Rasanya seperti kapal yang karam, terombang ambing oleh deru ombak dikala badai mendera. Dan Angel hampir loncat dari motor, lalu aku sejenak memberhentikan laju motor. Pada akhirnya aku menjelaskan yang sebenarnya terjadi, sembari menenangkan Angel dari perasaan nya yang hancur. Aku menjelaskan nya dengan sangat kaku, serta dibayang-bayangi perasaan bersalahku terhadapnya.

Vena adalah orang yang selama ini menghubungiku dengan SMS dengan bahasa yang tak lazim. Vena dan aku telah sepakat membuat bahasa yang hanya bisa dimengerti oleh aku dan dia. Hal ini terpaksa kami lakukan karena kedua orangtua kami tak merestui hubungan kami. Sejujurnya aku lelah dengan hubungan Backstreet yang kami lakukan selama ini.

Aku menjelaskan hal ini kepada Angel. Pada saat itu, aku tak ambil pusing jika nanti Angel dan Vena akan menyudahi hubungan dengan ku setelah kejadian ini. Karena yang terpikir dalam benakku adalah bagaimana aku harus menenangkan perasaan Angel.

Keesokan harinya, seperti yang diminta Vena, kami bertemu. Tetapi sebelumnya, aku meminta kepada Angel untuk tidak menemui Vena, karena kemarin aku sudah memutuskan hubungan dengan Vena di hadapan Angel melalui telepon. Tetapi apa yang aku lakukan ternyata tak cukup. Angel bersikeras ingin memenuhi permintaan Vena untuk bertemu.

Dalam pertemuan itu, aku dihadapkan dengan pilihan yang mungkin sangat berat. Aku harus memilih satu di antara mereka. Aku tak menyangka, betapa mereka mengasihiku dengan tulus, sehingga mereka rela untuk menunggu keputusan ku tentang siapa yang akan ku pilih. Aku sadar, aku telah menghancurkan perasaan mereka karena ketidaknyamanan ku dalam menjalani suatu hubungan yang tak mungkin diteruskan.

Hubungan ku dengan Vena sudah tak direstui oleh kedua orangtua kami. Sebenarnya begitu pula dengan Angel. Kedua orangtua Angel selalu menunjukan sikap yang tidak enak saat aku bertamu ke rumahnya, atau sekedar mengantarnya pulang dikala Angel pulang dari tempat kerjanya.

Angel : "Kau tentukan saat ini juga, kau mau pilih aku atau dia!"

Vena : "Sebaiknya kau putuskan dengan siapa kau akan melanjutkan hubungan, aku tak bisa jika kamu punya seseorang yang lain saat kau menjalani hubungan dengan ku!"

Aku : "Aku saat ini merasa bersalah. beri aku waktu sejenak untuk aku mempertimbangkan. Jika kalian ingin mendapatkan keputusan."

Sejenak aku tinggalkan mereka berdua. Mereka akhirnya bercakap-cakap, tetapi aku tak mendengar apa yang mereka perbincangkan. Dari kejauhan, aku melihat raut wajah mereka. Angel terlihat sangat mengharapkan aku untuk memilihnya, air matanya tak kunjung berhenti menetes. Tetapi Vena menghadapinya dengan penuh kesabaran. Ia memberikan tissue untuk membasuh air mata Angel.

Saat itu aku merasa menghadapi situasi yang amat sangat sulit. Lebih sulit dari sekedar memecahkan persoalan yang ada di kantor ku untuk membangun program yang sangat rumit untuk kebutuhan pelanggan ku di bidang hukum. Vena telah 4 tahun menjalani hubungan denganku, ia mempunyai sifat yang sangat penyabar, pengertian. Tetapi Angel baru 10 bulan menjalani hubungan dengan ku. Sifat Angel begitu posesif, sukar untuk menasihatinya, cenderung mempunyai pemikiran sendiri tanpa lebih dahulu memikirkan sudut pandang orang lain.

Tetapi aku, pada saat itu, memilih Angel. Yang ada di benak ku pada saat itu adalah orangtua ku. Mereka tak lagi setuju dengan hubungan yang ku bangun dengan Vena. Aku lebih baik mengorbankan perasaan ku pada saat itu ketimbang membuat orangtua ku murka. Aku bisa saja egois terhadap orangtua ku karena aku sudah terlanjur mencintai Vena, tetapi seiring berjalannya waktu, aku mempertimbangkan kembali keputusan ku.

Berulang kali aku memberikan pemahaman kepada Vena bahwa hubungannya dengan dia tak lagi ideal, walaupun kami saling mencinta satu sama lain. Tetapi dia tidak perduli akan itu. Ia masih bersikukuh karena cintanya yang sangat mendalam terhadap ku.

Ketika aku lelah menghadapi Vena, Angel hadir secara tak sengaja di dalam kehidupan ku. Awalnya aku hanya sebatas berteman. Saat perkenalan ku dengan Angel, SMS yang aku kirim baru dibalasnya setelah dua minggu. Semakin lama hubungan ku dengan Angel semakin Intens. Itulah alasannya mengapa aku memilih Angel.

Aku : ?Dengan segala kerendahan hati, aku meminta maaf kepadamu Vena, Aku tak lagi bisa menjalin hubungan dengan mu. Aku memilih Angel saat ini. Sebelumnya aku berulang kali memberikan mu pengertian akan situasi yang kita hadapi, tetapi kamu tak mau memahaminya.?

Vena : ?Baiklah kalau itu menjadi keputusan terbaik untukmu. Aku pergi.?

Vena pergi dengan kehancuran hati yang sangat mendalam. Kenangan yang telah dijalani selama empat tahun bersamaku telah sirna dengan sekejap. Saat itu aku berfikir, mungkin inilah saat-saat terakhir ku melihat nya. Saat ia meninggalkan tempat pertemuan itu, ia baru mengucurkan air mata yang mungkin ditahan selama pertemuan kami pada saat itu.

Setelah kami berpisah, aku lantas pergi dengan Angel. Ia mengucapkan terima kasih kepada ku karena menurutnya aku telah melakukan jalan yang sudah benar. Tetapi aku berkata kepadanya bahwa keputusan yang aku pilih sangatlah berat. Jalan ku masih cukup panjang untuk menghadapi hubungan yang aku jalani bersamanya, karena aku tahu orangtua Angel belum menerima aku dengan baik. Aku menuntut Angel supaya ia bisa meyakini orangtuanya untuk menerima aku tanpa pura-pura.

Angel lantas berjanji akan meyakinkan orangtuanya untuk menerima aku. Ia pun sadar akan jalan yang akan ia tempuh bersama ku.

Selama aku menghadapi orangtua Angel, tak satupun sifat yang ditunjukkan oleh orangtuanya yang memberikan pencerahan. Bahkan Angel kerap kali menjadi korban KDRT di dalam keluarganya, Karena watak Ayah nya yang sangat keras. Sampai pernah suat kali, Angel ditendang saat mencuci jaket ku yang ku berikan untuk melindungi tubuhnya dari hujan saat aku mengantarnya pulang. Ayah nya memberitahu ia kalau jaket itu tak layak ia pakai.

Kerap kali orangtua Angel menyarankan untuk menyudahi hubungan antara Angel dengan ku. Tetapi Angel masih tetap tak mau mendengarkan orangtuanya. Berbagai hantaman pukulan harus ia hadapi demi mempertahankan hubungannya denganku.

Tak hanya itu, saking lelahnya orangtua Angel melakukan KDRT, ia diusir dari rumahnya. Ia lantas pergi ke rumahku dan tinggal selama sepekan. Setelah itu orangtua ku menyarankannya agar ia pulang, tetapi orangtuanya menolak.

Hal itu membuat Ayahku naik pitam. Ia tak sabar ingin mengetahui bagaimana sifat Ayah Angel. Orangtua ku lantas mengantarkan Angel ke rumahnya. Terjadi adu mulut antara orangtua ku dengan orang tuanya. Orangtua ku mengatakan bahwa mereka tak segan-segan mendatangkan pihak berwajib apabila perlakuan orangtua Angel masih seperti itu. Dengan demikian, orangtua Angel pun menerima aku. Selama ini mereka berfikir bahwa Angel masih terlalu muda untuk mempunyai seorang kekasih. Mereka mengharapkan bahwa Angel harus bekerja dan harus melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi.

Masalah demi masalah yang timbul dari keluarga Angel telah terlewati. Kini aku bisa sedikit menghela nafas. Masalah lain kemudian timbul akibat sifat Angel yang amat posesif. Sifatnya itu mempengaruhi kinerja kerja ku di kantor. Hubungan ku dengan teman wanita ku yang tak dikenal oleh Angel kerap kali rusak oleh sifatnya.

Seiring berjalannya waktu, Aku mempunyai rekan kerja ku yang baru bernama Terry. Ia adalah seorang wanita yang supel, terbiasa menghadapi rekan-rekannya dengan sangat akrab, hingga panggilan sayang ia lontarkan dengan mudah karena begitulah sifatnya. Baik saat bertemu atau berkomunikasi lewat BBM atau Whatsapp.

Pernah sekali waktu Angel mengecek handphone ku, dan mendapati history percakapanku dengan Terry. Karena sifatnya yang sangat posesif, membuatku harus kembali bertengar dengannya. Angel kerap salah paham atas hubungan ku dengan teman-teman wanita ku. Sampai ia melabrak seluruh teman-teman ku yang mempunyai hubungan keakraban.

Setelah 3 tahun aku menjalani hubungan dengan Angel, aku mempunyai komunitas yang di dalamnya terdapat begitu banyak teman-teman baru yang aku kenal. Aku pun mempunyai sifat yang sangat supel, hinga pada komunitas itu aku dikenal baik oleh semua personil.

Ada sesorang wanita bernama Cherry yang sangat memahami aku apa adanya. Ia pun mengetahui aku sudah mempunyai pasangan. Tapi tidak mengubah rasa kagum terhadap ku. Ia terlanjur tersanjung atas perlakuan ku padanya. Aku hanya memperlakukan ia layaknya teman biasa.

Sampai setahun aku menjalani hubungan baik, tibalah aku disudutkan kembali oleh perasaan antara aku dengan Cherry. Ia menyatakan kepadaku bahwa ia sangat nyaman ketika berkomunikasi denganku. Saat pertama ia mengenalku, seperti orang yang sudah lama kenal. Sampai-sampai ia mengenalkan ku kepada orangtuanya.

Hingga akhirnya Angel menemukan kembali history percakapan kami yang kami lakukan melalui BBM.

Saat itu aku pulang dari kantor, Angel menjemputku di stasiun kereta. Aku disambut dengan senyuman manisnya, ia rela menunggu hanya untuk menjemputku di stasiun karena rasa rindu yang tak bisa dibendung lagi. Walaupun jarak dari stasiun dengan rumah ku tak begitu jauh jaraknya. Serta kami melakukan pertengkaran kecil saat bertemu, itu sudah biasa kami lakukan. Orang-orang menyangka ketika kami bertengkar seperti bencana alam yang memporak-porandakan sebuah kota dengan waktu sekejap, tapi di dalam hubungan kami sebenarnya itu adalah hal yang sangat biasa, dan kami pun terbiasa akan itu.

Setibanya di rumah, aku menaruh barang bawaanku yang berisi baju-baju ku yang kotor, kemudian aku berbaring sejenak melepas kelelahan karena perjalanan yang aku tempuh sangat melelahkan.

Angel tak hanya diam, ia mencucikan pakaian ku. Selagi ia membereskan pakaian-pakaian ku. Aku tertidur.

Lalu aku dibangunkan oleh teriakannya karena ia menemukan percakapanku dengan Cherry. Terlihat sedikit mesra, tetapi dimata Angel itu adalah bencana yang sangat besar. Kami bertengkar dengan hebat. Hingga Angel berlari ke dapur untuk mengambil sebilah pisau. Ia mengatakan lebih baik mati daripada harus berpisah denganku.

Aku kembali harus menjelaskan hubungan ku dengan Cherry kepada Angel. Aku belum membuat keputusan apa-apa dengan Cherry, dan hal itu tidak diterima oleh Angel. Angel sangat kecewa melihat apa yang terjadi. Ia menangis dengan sangat keras tak henti-henti.

?Aku sudah melalui segala sesuatu dengan mu. Aku berani berkorban demi menghadapi orangtua ku. Itu semua kulakukan hanya untuk mu Nicky, tapi mengapa lagi-lagi kau melakukan hal yang sangat menyakiti perasaan ku!?

Sejak saat itu aku tak lagi ingin menyakiti hatinya. Selama empat tahun aku menjalani hubungan dengan Angel. Tetapi sejak insiden Cherry, barulah aku sangat mencintai nya dengan sepenuh hati.

Kini Edelwise tumbuh dengan sempurna. Aku akan menjaganya seumur hidupku. Tak pernah ku menemukan wanita yang bisa tegar menghadapi segala ujian berat itu. Mungkin wanita lain sudah mundur.

Edelwise itu akan tumbuh selamanya dalam hatiku.

?

Janganlah ragu ketika seseorang rela mengorbankan segalanya hanya untuk menjaga hubungan yang dibangun. Ialah sebenarnya cinta sejati mu yang selama ini dicari. Pengorbanannya tak hanya akan menghiasi kehidupan, tapi akan menjadi motivasi dalam menjalani roda kehidupan hingga kelak usia mu lekang oleh waktu.

Nicky

  • view 164