Membuktikan Diskriminasi Bank Pada Muslimah Bercadar

Eko Kuntadhi
Karya Eko Kuntadhi Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 26 Januari 2016
Membuktikan Diskriminasi Bank Pada Muslimah Bercadar

Seorang perempuan bercadar dilarang masuk ATM. Karena memang ada aturan untuk membuka penutup wajah jika masuk ke bilik anjungan tunai. Dia protes. Orang-orang juga protes.

Banyak orang berteriak bahwa ini aturan yang diskriminatif pada muslimah. Aturan yang dibuat untuk melecehkan Islam. Ini bukti bahwa telah terjadi penindasan pada umat Islam di negeri ini.

Tentu ini tuduhan serius. Makanya saya penasaran, apakah benar aturan itu dibuat untuk menindas umat Islam? Sebagai seorang muslim saya terdorong untuk membuktikannya.

Sayapun mencoba ke ATM dengan seragam spiderman. Lengkap dengan topeng merah bergaris. Ternyata Satpam disana jyga melarang saya masuk.

Oh mungkin bank itu tidak suka dengan laba-laba, pikir saya. Lalu saya ganti dengan seragam Batman. Lengkap dengan sayap dan kedok. Tapi tetap saja saya ditolak ketika hendak masuk ke ATM.

Kesimpulannya jelas. Benarlah protes orang-orang itu. Aturan ini memang sangat diskriminatif. Bukan cuma kepada umat Islam, juga diskriminatif kepada para superhero. Di negara demokratis seperti Indonesia, adanya aturan seperti ini adalah menindasan yang serius.

Tapi sebelum mengambil kesimpulan, saya harus punya bukti lebih banyak. Bukan main tuduh dengan bukti alakadarnya.

Makanya saya mencoba trik lain lagi. Kali ini saya mendatangi ATM dengan ember menutupi bagian kepala saya. Apa yang terjadi? Jangankan masuk ke ATM, baru mendekat saja saya sudah diusir Satpam.

Ini gila. Aruran ini benar-benar melanggar HAM. Apa haknya Satpam ngusir-ngusir orang, hanya karena saya menutupi kepala dengan ember? "Lha, ember ember gue. Kepala, kepala gue."

Jadi tidak salah. Ini adalah aturan yang diskriminatif. Baik bagi muslimah, buat superhero maupun bagi orang kenthir. Kita harus melawannya dengan sekuat tenaga.

  • view 208