Permen Rasa Cinta

Hilmi Robiuddin
Karya Hilmi Robiuddin Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 07 April 2016
Permen Rasa Cinta

?PING!!!? ?Tes... tes...? Aku coba tes lagi smartphone-mu yang baru saja ku kembalikan setelah ku perbaiki tadi siang di Kampus.

?:D :D :D? kamu balas dengan tiga emoticon tertawa menandakan smartphone-mu sudah bisa dipakai

?Sudah bisa ?? tanyaku memastikan

?Alhamdulillah sudah? jawabmu.

?Syukuran dulu biar nggak rusak lagi, hehehe...? candaku

?Minta apa ?? katamu, menanggapi.

?Ya terserah, kan kamu yang syukuran?

?Oke, besok ya, tapi harus kamu terima?

?Mau kasih apa ?? tanyaku penasaran

?Ada deh, besok juga tau? jawabmu membuatku semakin penasaran.

?Yahh... oke lah? jawabku pasrah.

?Tapi no comment ya !? katamu melanjutkan.

?Walah...?

?Tapi kalau besok lupa ya nggak tau?

?Walah... masak mau kasih kejutan kok lupa ??

?Ya mana tau, namanya juga manusia kan ada lupanya?

Percakapan lewat bbm itu berlanjut dengan candaan dan gombalan dan berakhir dengan ucapan nice dream.

?

*****

?

*Jum?at, 11 maret 2016

Waktu sudah menunjukkan jam 8 pagi waktunya berangkat kuliah. Yah begitulah diriku, yang seharusnya jam 8 sudah mulai mata kuliah pertama tapi malah baru berangkat dari kos ? kosan. Dengan rasa penasaranku akan sesuatu yang akan kamu berikan padaku aku berangkat dengan motor bututku menuju ke kampus, sesampainya di kampus aku berlari menuju ruang 214 dimana kegiatan perkuliahan kita dilaksanakan.

?Assalamu?alaikum...? Aku masuk ruangan yang ternyata sudah ada dosen di dalamnya. ?Maaf bu, saya terlambat? kataku meminta maaf pada dosen.

?Ijlis !? perintah sang dosen yang menyadarkanku bahwa ini mata kuliah kalam bahasa arab.

Aku pun duduk di dekat jendela yang memberikanku pemandangan pegunungan di ujung barat seraya sedikit ? sedikit mencuri pandang denganmu yang duduk di kursi ke tujuh dari sebelah kananku. ?Ah kamu selalu bertambah cantik setiap kali kita bertemu? benakku. Kali ini aku benar ? benar nggak bisa fokus hingga akhirnya makul pertama selesai dan dosen pun keluar ruangan. Aku menghampiri dirimu yang masih duduk di kursi.

?Hai gimana, jadi nggak ?? tanyaku mengingatkan perbincangan tadi malam.

?Nanti dong kalau pulang kuliah? jawabmu dengan senyuman menggoda.

?Yahh... oke lah? Jawabku pasrah sambil memandangi senyummu yang simetris.

Makul kedua pun di mulai, kali ini kitabah bahasa arab. Aku pun lebih bisa fokus daripada makul pertama tadi. kemudian setelah makul kedua selesai dilanjutkan istirahat untuk sholat dzuhur dan makan siang kemudian dilanjutkan lagi makul ke tiga dan ke empat.

Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB akhirnya kuliah hari ini selesai dan dosen pun meninggalkan ruangan. Aku menghampirimu lagi yang baru berdiri dari tempat duduk.

?Gimana ?? tanyaku mengingatkan kembali.

Kamu pun tersenyum sambil mengeluarkan bungkusan kecil berwarna hijau. ?Jangan di buka sebelum sampai di kos ? kosan, oke ?? katamu masih dengan senyuman.

?Kok gitu ?? tanyaku bingung.

?Sudah, pokoknya jangan dibuka sebelum sampai kos ? kosan? jawabmu tegas.

?Oke lah...? lagi ? lagi aku pasrah.

Sampai di kos - kosan jam 17.00 WIB karena sebelunya aku mampir dulu ke warung untuk makan. Sesampainya di kamar, dengan penasaran aku mengeluarkan bungkusan kecil warna hijau yang dari tadi di saku bajuku. Betapa terkejutnya diriku ternyata yang kamu berikan adalah satu bungkus permen m*ntz warna biru putih dengan kertas hijau yang membungkusya bertuliskan nama lengkapmu, NIM, prodi, semester, kelas lengkap dengan tanda tangan pengawas dan panitia ujian. Ah, ternyata ini adalah kertas ujian akhir semestermu, ku kira surat cinta. Setelah itu aku mengambil smartphone-ku dari dalam tas.

?Heh bocah konyol? pesan bbm-ku mengejek ?ku kira isinya permen k*ss dengan tulisan I Love You, ternyata.....? kataku, ya karena itulah yang ku pikirkan sebelum tau isinya.

Kamu pun tertawa terpingkal ? pingkal ? :-D =D =)) *ROTFL* ... Nggak sempet beli permen, itu aja aku ambil di kamar kos ? kosan? balasmu

?Lhoo... berarti permen curian dong ? :o? tanyaku mengoreksi

?Nggak, orang sebelumnya sudah minta sama yang punya kok...?

?Owalah,,, ini sebenarnya pelit atau...... *suspicious*?

?Ini namanya dermawan, kan udah mau bagi ? bagi?

?Hhh... Oke lah, makasih... -_-?

?Iya sama ? sama :-D =D , Sudah dimakan apa belum ?

?Belum, mau ku makan tapi sayang =))?

?Lha kog sayang ? nanti basi loh?

?Iya, kan pemberianmu satu ? satunya, Wakakakk...?

?:-D =D =)) *ROTFL* ... ya udah kalau gitu disimpan baik ? baik, jangan sampai hilang?

?Tapi ini kan makanan, kalau nggak di makan nanti mubadzir?

?Lha... makanya di makan aja, rasanya nggak seperti permen biasa loh...?

?Emang rasanya gimana ??

?Pokoknya tidak bisa diungkapkan dengan kata ? kata?

?Apa jangan ? jangan kamu ketekin dulu lagi ? *ROTFL*?

?Dicoba dulu, jadi orang kog sukanya su?udzon melulu?

?Cuma satu kok dicoba, yang ada ya langsung dimakan?

?Ya maksudku juga gitu...?

Dan bbm-an itu terus berlanjut dengan candaan hingga akhirnya masing ? masing dari kita ter tidur.

?

*****

?

*Sabtu, 12 Maret 2016

Masih seperti hari ? hari sebelumnya, aku berangkat dari kos ? kosan jam 8 pagi, sebagai mahasiswa ekstensi, hari kamis, jum?at dan sabtu adalah hari yang penuh dengan kegiatan perkuliahan. Dari pagi hingga sore. Namun semua itu tetap terasa menyenangkan karena hadirmu di ruang yang sama.

?Assalamu?alaikum...? aku pun masuk ke ruang 312 tempat dimana kegiatan perkuliahan kita dilaksanakan. Namun kali ini ternyata sang dosen belum masuk ke ruangan, sehingga aku bisa menghapirimu yang duduk di dua kursi dari jendela samping pintu. Tawamu dengan nada sedikit mengejek langsung menyambut ketika melihatku masuk ruangan. ?ini ?? kataku sambil menunjukkan permen yang kamu kasihkan kemarin. ?hahaha...? tawamu semakin menjadi ? jadi hingga pipimu merah seperti mawar yang baru mekar. ?Ahh... kamu manis sekali? pikirku. ?Kok nggak dimakan ?? tanyamu masih dalam tawa. ?Oke deh ku makan? kataku sambil membuka bungkusnya.?Gimana rasanya ? nggak seperti permen biasakan ?? tanyamu dengan senyum menggoda. ?Iya, nggak seperti permen biasa? jawabku dengan membalas senyummu. ?emang rasanya gimana ?? temen di sampingmu nyeletuk. ?Hmm... Rasa cinta...? jawabku membuat kita semua tertawa.


  • dewi adwinda
    dewi adwinda
    1 tahun yang lalu.
    besok bikin permen rasa memiliki yaa hehehe

  • dewi adwinda
    dewi adwinda
    1 tahun yang lalu.
    besok bikin permen rasa memiliki yaa hehehe

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    Ah, ternyata ini adalah kertas ujian akhir semestermu, ku kira surat cinta. ---> dia ngasal juga ya ngambil kertas buat pembungkusnya

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    true story?

    • Lihat 33 Respon