Hidupku Di Ujung Penaku

Hilmi Robiuddin
Karya Hilmi Robiuddin Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 29 Maret 2016
Hidupku Di Ujung Penaku

Ahla adalah seorang santriwati di Pondok Pesantren Al-Badi?iyyah, sebuah pesantren yang cukup terkenal di daerah Pati utara. Tubuh yang pendek dan sikap yang lembut seakan sudah menjadi corak pada dirinya. Namun, bukan itu yang membuat Ahla terkenal di antara teman-temannya. Gadis yang tak begitu pandai berkata itu terkenal karena segala hal yang ia bicarakan, bukan dengan lisan, tapi dengan pena yang tak pernah lepas dari tangannya.

Pena dan Ahla seakan sudah menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Hobinya menulis sudah ia lakukan sejak duduk di sekolah dasar. Ia sudah sering menulis tentang segala yang ada di pikirannya, tentang berbagai hal yang ada di sekelilingnya dan tentang apapun yang ia temui setiap harinya. Puisi, cerpen dan berbagai artikel yang ia tulis memenuhi setiap kotak mading yang ada di pesantren dan sekolahnya. Tak hanya itu, Ahla juga aktif mengisi kolom buletin di sekolah.

Sebagai santriwati, Ahla pastilah tak mempunyai jarak dengan hal yang disebut sebagai hafalan. Kegiatan menghafal seakan sudah menjadi warna bagi pesantren yang ia tempati, meskipun begitu hobinya dalam menulis bukanlah problem yang menjadikannya susah menghafal, tapi sebaliknya, dengan menulis ia lebih cepat menghafal. Di manapun ia berada ia selalu membawa kertas kecil bertuliskan lima bait Afiyyah ibnu Malik yang ia tulis setiap pagi sebelum sekolah. Dengan karenanya dia bisa lebih mudah menghafal seribu bait Alfiyyah Ibnu Malik sebagai syarat kenaikan kelas dua Tsanawiyyah di sekolah. Bait-bait Alfiyyah itu pula yang menjadi salah satu motivasinya dalam menulis. Gadis lembut itu berfikir bagaimana mungkin ulama? yang hidup sekitar delapan abad yang lalu itu bisa dikenal sampai sekarang jika bukan karena coretan penanya. Oleh karenanya iya ingin menulis sebanyak mungkin agar dia bisa hidup selamanya. Dan satu hal yang selalu dia katakan dalam hatinya ?Hidupku Di Ujung Penaku?.

  • view 129