Dewasa Dengan Berbisnis

NUVILU USMAN ALATAS
Karya NUVILU USMAN ALATAS Kategori Motivasi
dipublikasikan 09 April 2018
Dewasa Dengan Berbisnis

Masa muda merupakan masa transisi seseorang menuju dewasa, pada masa ini pemuda biasanya memiliki watak yang labil, karena masa ini merupakan proses pendewasaan. Dengan proses yang dijalaninya mereka akan mendapatkan berbagai pelajaran dari proses atau pengalaman tersebut. Proses ini yang kemudian membentuk jatidiri dan karakteristik mereka.

Masa remaja merupakan masa pembelajaran, menimbah ilmu mengasah otak, sebagai aktivitas pokok yang harus mereka tempa di lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun informal. Belajar adalah asupan gizi yang perlu di suplai oleh para remaja ke dalam otak mereka sebagai bekal masa depannya. Dengan bekal ilmu yang di dapat, sedikit banyak akan menumbuhkan sikap mandiri, berusaha hidup tanpa bergantung kepada orang lain khususnya orang tua dalam hal finansial.

Urusan finansial menjadi urusan primer bagi setiap orang, tak terkecuali bagi para remaja. Remaja merupakan agen of change (agen perubahan), perubahan ini mencakup beberapa aspek, baik merubah sifat dari anak-anak menjadi dewasa, sampai merubah wajah peradaban, dan termasuk salah satunya yaitu harus bisa menghasilkan uang sendiri tanpa harus bergantung kepada orang lain, baik melalui jalan bisnis maupun jalan lainnya dalam tanda kutip jalan yang baik sehingga hasilnya halal.

Bagaimana dengan pelajaran mereka, apa tidak akan ketinggalan ? mungkin pertanyaan ini akan timbul di benak anda jika mendengar seorang pelajar menekuni dunia bisnis. Maka untuk mensiasati hal tersebut perlu adanya pertimbangan bagi seorang pelajar untuk memilih usaha yang sekiranya cocok untuk mereka dan sekiranya tidak akan mengganggu pada aktivitas belajarnya, atau jika perlu bisa menambah wawasan dan ilmu mereka, dan bisa juga menjadikan usaha itu sebagai praktik atas ilmu yang di dapatkan di bangku sekolah.

Sebagai seorang remaja yang berpendidikan, seharusnya bisa membaca peluang dan bisa memanfaatkan segala sesuatu yang ada. Sebagai contoh, di-era yang serba digital ini dunia sudah tak sebesar yang kita duga, dengan adanya internet maka akses komunikasi dan informasi mudah kita dapat hanya dalam sekali tekan. Peluang ini bisa kita manfaatkan untuk menuai pundi-pundi rupiah, seperti membuat blog, dengan membuat blog kita dapat menuangkan hasil karya kita baik itu artikel, puisi, esai dan lainya. Hal ini selain bisa membantu kita dalam mendapatkan uang juga dapat menambah keilmuan kita. Ada banyak lagi bidang-bidang lain dalam dunia bisnis ini, tergantung orang yang ingin menggelutinya sejauh mana mereka bisa membaca peluang yang ada.

Adapun Kunci bisnis yang perlu kita ingat dan diamalkan antara lain yaitu : pertama, bisnis yang kita geluti harus baik agar hasilnya halal dan berkah, apalagi bagi seorang santri tentu harus baik dan menjalankan bisnisnya diniatkan semata-mata karena Allah, mengutip pernyataan K.H. Moh.Shalahuddin A.Warits yang merupakan  salahsatu pengasuh PP. Annuqayah, “apapun pekerjaannya, santri akhlaknya”. Kedua, jangan kenal kata gengsi dalam menekuni dunia bisnis, karena sekecil apapun bisnis yang kita jalani pasti mempunyai potensi untuk hasil yang akan kita dapatkan dari bisnis tersebut, Ketiga, jangan kenal kata menyerah, kegagalan dalam dunia bisnis ini yang akan menjadikan kita berpikir dewasa (melatih kita untuk dewasa). Kegagalan hanyalah sebuah kesuksesan yang tertunda, mungkin tuhan ingin menguji kita sejauh mana ketekunan kita dalam menggeluti dunia bisnis ini. Keempat,berani terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi dalam bisnis yang akan kita rintis setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang. Kelima, jangan lupa berdoa semoga bisnis kita senantiasa diridhai oleh Allah dan menyerahkan segalanya kepada Allah setelah melakukan ikhtiar. Itulah kunci sukses seorang bisnismen.

Namun perlu di ingat bagi para pelajar yang merangkap pembisnis, jangan sampai terbuai oleh kenikmatan rupiah dan melupakan tugas pokok seorang pelajar. Pelajaran hal yang utama bagi seorang pelajar, sedangkan bisnis hanyalah pekerjaan sampingan kita untuk belajar mandiri, dan juga kita jangan sampai terlalu memberhalakan materi, terlalu cinta kepada dunia dan melupakan akhirat, terlalu cinta kepada yang dzahir sampai melupakan yang batin. Materi hanya perhiasan dunia dan tidak kekal, jadi kebutuhan kita terhadap materi hanya secukupnya saja, jangan sampai berlebihan yang menjadi akar ketamakan.

Menekuni dunia bisnis memerlukan keberanian dalam melalui berbagai hal yang akan dihadapi kedepannya, harus siap menerima manis-pahitnya jalan yang akan dilalui untuk menuju kesuksesan. Ketika kesuksesan berbisnis telah kita raih maka kita jangan sampai lupa daratan, harus ingat bahwa dalam hasil yang kita raih ada bagian untuk orang lain yang tidak mampu untuk kita beri sebagian dari hasilnya.

Banyak jalan menuju roma, begitupun banyak jalan menuju sukses, banyak jalan untuk mendapatkan uang, jalan mana yang hendak kalian pilih, anda yang menentukan. Sebesar apa proses yang kita tekun, sebesar itu pula hasil yang akan kita raih.

  • view 38