Nano Nano Hati

Unik Pratisi
Karya Unik Pratisi Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 25 Januari 2016
Nano Nano Hati

?

Mungkin aku hanya serpihan hati yang usang di sudut rasamu, wajar jika kau lupa

?

Entah apa yang ku pikirkan, memandangimu dari kejauhan. Penuh harap. Ya, berharap jika dirimu berbalik dan menyapaku, ah tidak, jika hanya berbalik saja kurasa sudah cukup.?

Hampir tiap pagi kulakukan itu, biar kutegaskan, tiap pagi di seberang jalan tepat di depan halte tempat dirimu berdiri. Hanya memandangimu dari kejauhan, sekedar melepas rindu yang terendap. Rindu yang tak ingin menepi dan tak ingin ditepis. "Sabar yaa hati, kau tak apakan?", tanyaku pada hatiku sendiri sembari mengusap peluh.?

2 tahun lalu, ingatkah? Ah, mungkin kau sudah lupa (atau sengaja melupakan?), Saat ulang tahunku, kotak berpita itu kau hadiahkan untukku. Senyum simpulku membentuk lesung pipit menandakan bahagia saat itu. " Bukalah saat aku sudah pergi",pintamu

"Baik, terimakasih banyak bang", ucapku tanpa jeda

" mungkin, ini yang terakhir, maaf, pilihan ayah jadi pilihan abang juga dik" ucapmu datar

Aku hanya tertunduk berlinang, baiklah jika itu pilihan. Pergimu saat itu membuat linangan dikelopak mataku tumpah.sesenggukan. berharap bisa menahanmu, tapi hanya terlihat punggungmu yang tegak dan suara jejak langkah kaki mu yg menjauh. Kotak kado itu pun tak pernah kubuka, masih utuh, masih terbungkus rapi dengan pita hati yang kau sematkan, meski usang disudut atas lemari. Sama seperti hatiku. Usang. Entah apa kunamai rasa ini, sampai saat ini pun masih menyimpan rindu, masih terasa sesak sakit , bercampur menjadi satu getir di hati. Ya, nano nano hati .

"Jika selintas saja kau ingat tentangku, berbaliklah sejenak, kuatkanku untuk menutup rindu tentangmu"

?

Semarang, Hujan di Januari 2016

  • view 280