(Aku) Paling Debu

(Aku) Paling Debu

Nuun
Karya Nuun  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Juli 2018
(Aku) Paling Debu

 

          Kalau semua rindu disandingkan, barangkali rinduku  lah yang paling menara

          Aku mendatangi hujan, dan kutemukan bahwa hanya senyummu yang paling dingin

          Tidak berhenti, ku sambangi pula bola matamu, dan kutemukan bahwa hanya sosokku yang paling debu,

          Dalam perjalanan, sepetak kota terbakar, entah apa sebabnya. Tapi kebencianmu tetap paling api

          Wahai, hati yang patah. Boleh kah aku datang sebagai manusia paling obat untuk merawat lukamu?

  • view 47