Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Budaya 9 September 2018   10:05 WIB
Mantan Kepsek SDI HANAN, Bayar Dukun Ceraikan Putrinya.

Malaka, Laenmanen - Mantan kepala Sekolah SDI HANAN, alias pegawas TK, SD. Fransiskus Asan bersama istrinya Fransiska Fouk, membayar DUKUN SANTET ceraikan putrinya, Arsilorensia Asan bersama Calon Suaminya. 

Diketahui Mantan kepala sekolah SDI Hanan, Kecamatan Laenmanen, yang kini menjabat sebagai pengawas TK,SD diduga memanfaatkan anak kandung sendiri untuk mendapatkan sesuatu yang bernilai,  hingga kini putrinya kini bertugas di Dinas Soasial bagian PKH Malaka.

Desakan tuntutan keras yang terbilang Tanggal 4 juni 2017 tidak antar belis maka Cerai saja ,kata ibu siska ibu kandung asry asal suku TROINUA saat itu.

Desakan tersebut membuat keluarga pria tak mampu memenuhi tuntutan, hingga keluarga arsi memutuskan cerai adat/tunangan atau meminta pria kembali ke kampungnya ,apa yang Sudah menjadi hak pria seusai meminag belum juga dikembalikan hingga saat ini. 

Dikatakan orang tua arsi menjadikan anak perempuannya sebagai sala satu bentuk meraup keuntungan alias menuntut dengan segerah.

Orangtua dari Pria menjelaskan Ketika peminangan/ pertunangan dilaksanakan 10 juli 2016 lalu tersebut siapa yang menuntut untuk segera, Kan waktu itu pria masi tugas di jawa,Kan kami menuntut cepat cepat,sedangkan pihak kami mengantar biaya resepsi kok ditolak,soal beliskan kita bisa ator saat malam adat sebelum nikah.

(Foto istimewah Arsilorensia Asan )

Keluarga kami seperti dirugikan, mereka bukan hanya pacaran, tetapi sudah sah secara adat dan tradisi malaka bukan harus meminta dukun pisahkan anak-anak.

Hanya saja Akibat kelalaian keluarga terlambat mengantar belis 25 juta, anak jadi korban diceraikan oleh orangtua bahkan sewa dukun lagi . bagimana moral dan pisikologi anak, ungkap peter

Hal senada disampaikan pria itu, Keluarga kami merasa rugi dengan apa yang dirasakan saat itu, bahkan sudah mengantarkan beban adat meminang/tunangan sebesar 12 juta rupiah, bahkan sudah banyak berkorban kepada calon istrinya.

Saya baca lansung di hp arsy ,bapa mama Sudah suruh dukun pisahkan kalian, yang jelas ungkapan Mantan kepsek SDI Hanan sudah membayar dukun yang bernama OM ANTONI, untuk memisahkan kedua calon tetsebut,ini melanggar aturan hukum ungkap pria

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Guru SMA Frateran Malang,selalu disanjung,dimanja,ketikan anda tahu,siapa aku,lalu hianati,sama halnya kami menghianati seorang jendral di sukumu demi mau tumpangi kuda Ber DH merah kah buang dia,sedangankan ibu kandungmu saja mau suru tinggal dengan adik angkatmu ,,wah ,,wah,,wah , kami orang beradat tapi kami tidak menuntut, sebab budaya itu toleransi. 

Seingat Pria pada tahun 2106 gimana jika tidak ada aq saat akreditasi SDI HANAN siapa sih Mulai mengerjakan administrasi Akreditasi SDI HANAN hingga tuntas mendapatkan AKREDITASI A. waktu itu padal bukan guru di SDI HANAN, akan tetapi semua administrasi saya tuntaskan.

Hingga saat ini keluarganya belum kembalikan uang dari keluargaku sebagai pihak korban, bagi pria kecewa sih tidak,sebab itu perbuatan yang tak menyenangkan bagi kami, tapi menyenangkan bagi mantan kepsek SDI hanan serta keluarga dari suku TROINUA yang berada di NAKREU,Desa Nauke Kusa, Kec Laenmanen.

Saat ini kami belum lapor polisi kami memberi toleransi ketika hingga ahir tahun 2018 ini, belum saja kembalikan uang kami, maka kami akan menuntut bahkan melapor kepada pihak yang berwewenang.

Hal tersebut dinilai Melanggar hak asasi manusia, bahkan menindas hak hidup anak. Pihak yang berwewenang segera menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku hal ini merupakan pihak wanita melakukan kawin adat palsu. (Efer. Papa anggrainy)

Karya : Mr.Bereck Anggrainy